Apa yang Menyebabkan Rem Blong?

Bagaimana Cara Mengatasi Rem Blong?

Rem merupakan salah satu komponen yang paling vital, baik untuk kendaraan roda dua maupun roda empat. Sangkin vitalnya, rem juga membutuhkan perawaan ekstra. Jika tidak, maka kondisi yang tidak diharapkan bisa saja terjadi di jalan raya, kapanpun dan dimanapun.

Salah satu bentuk kerusakan saat rem tidak dirawat dengan baik yaitu rem blong, dimana rem sama sekali tidak bisa difungsikan lagi. Kondisi inilah yang menjadi penyebab utama kecelakaan kendaraan di jalan raya.

Apa yang Menyebabkan Rem Blong?

Agar terhindari dari kecelakaan yang dapat merenggut nyawa, ini dia 8 hal yang menyebabkan rem mobilmu bolong.

1. Minyak Rem Habis

Penyebab utama rem bolong yaitu minyak remnya mulai berkurang atau habis. Minyak rem yang mulai habis tentu akan membuat rem mobil tidak bekerja maksimal. Mengapa? Karena proses melajunya mobil dibantu oleh minyak remnya.

Sebelum mengemudi, pastikan minyak rem mobil Anda masih berisi. Kalau tidak, jangan berani-beraninya membawa mobil bepergian karena hal ini akan membawa Anda pada maut. Anda bisa saja mengalami kecelakaan di tengah jalan. Apabila minyak rem mobilmu mulai berkurang, silahkan bawa mobil bepergian. Tapi, pastikan minyak rem tersebut masih cukup untuk memberikan tekanan ke bagian piston atau kaliper agar dapat menekan kanvas.

Nah, apabila minyak rem mobil Anda berkurang drastis setiap kali mobil dinyalakan, ini berarti ada sesuatu yang tidak beres. Segera bawa mobil Anda ke bengkel terdekat untuk perbaikan lebih lanjut. Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, cek minyak rem secara rutin. Misalnya sekali dua minggu.

2. Kanvas Rem Aus

Penyebab lain rem blong yaitu kanvas remnya sudah aus sehingga kinerja rem akan pakem. Rem yang sudah aus biasanya ditandai dengan bunyi ngorok setiap kali memijak rem. Akan tetapi, kanvas aus hanya terjadi pada mobil tertentu yang sudah dilengkapi dengan plat indikator.

Kondisi kanvas rem yang aus sudah biasa terjadi. Hampir semua mobil berplat indikator mengalaminya. Hanya saja, Anda tidak boleh membiarkan ini berlarut-larut. Segera ganti kanvas rem lama dengan kanvas rem baru.

3. Piston Rem Rusak

Piston yang rusak akan menyebabkan kinerja rem tidak maksimal. Mengapa? Karena piston tidak lagi dapat meneruskan tekanan hidraulis dari pedal untuk menekan kanvas. Alhasil, sistem pengereman pun macet bahkan tidak dapat berfungsi lagi. Kerusakan pada piston rem biasanya ditandai dengan aus dan berkarat.

4. Seal Piston Master Silinder Rusak

Rusaknya seal piston master rem silinder biasanya disebabkan karena pemakaian rem yang sudah lama dan kualitas dari minyak rem yang tidak sesuai. Pemakaian minyak rem yang tidak berkualitas menjadi penyebab utama kerusakan pada rem mobil. Untuk itu, selalu gunakan minyak rem yang berkualitas ya. Belilah minyak rem yang sesuai dengan tipe dan merek dari kendaraanmu. Mintalah saran dari teknisi langganan agar rem mobilmu tetap kencang.

5. Sistem Pengereman Bocor

Sistem pengereman bocor tentu saja akan mempengaruhi kinerja dari rem itu sendiri. Ada dua tempat yang biasanya mengalami kebocoran, yaitu:

  • Master rem, biasanya disebabkan karena penggunaan rem yang cukup lama. Apalagi jika rem sama sekali tidak diberi jeda waktu untuk beristirahat
  • Selang saluran rem, disebabkan karena penggunaannya yang cukup lama sehingga kinerja dan elastisitasnya berkurang

6. Selang Oli Rem Tersumbat

Penyumbatan yang terjadi pada selang oli rem biasanya disebabkan oleh banyaknya kotoran yang masuk ke dalam minyak rem mobilmu. Kotoran pada minyak rem biasanya terjadi saat Anda mengisi minyak rem. Selain itu, kotoran juga bisa masuk dari tangki cadangan.

Oleh karena itu, selalu bersihkan selang oli rem secara teratur. Jika kinerja rem mulai macet, Anda bisa langsung mengecek bagian yang terhubung ke mesin rem satu per satu. Kalau ternyata ada bagian yang rusak, Anda dapat langsung memperbaikinya.

7. Minyak Rem Kotor

Seperti yang sudah dijelaskan pada poin 6, kotornya minyak rem disebabkan karena tangki tambahan dan proses penggantian minyak rem itu sendiri. Setelah diselidiki lagi, ternyata rendahnya kualitas dari minyak rem yang digunakan juga menjadi penyebab kotornya minyak rem. Hal ini terjadi karena minyak oli murahan sangat mudah mengendap dan hasil dari endapannya akan berubah menjadi puing-puing kotoran.

Untuk mengatasi ini, Anda disarankan untuk selalu memperhatikan kualitas dari minyak rem yang digunakan. Walaupun minyak rem yang berkualitas harganya cukup mahal, tapi hasil yang didapatkan jauh lebih baik. Sehingga rem mobil Anda akan awet dan tahan lama.

8. Vapour Lock

Vapour lock merupakan suatu kondisi dimana terjadi penguapan pada minyak rem. Hal ini disebabkan karena mesin mobil yang terlalu panas, sehingga oli rem mendidih dan muncullah gelembung-gelembung udara pada sistem pengereman mobil. Gelembung udara ini nantinya akan mengendap dan kinerja mobil pun tidak lagi maksimal.

Selain karena mesin yang terlalu panas, buruknya kualitas minyak rem juga menjadi penyebab utama terjadinya vapour lock. Untuk itu, selalu gunakan oli rem yang berkualitas dan rajinlah untuk mengecek mesin kendaraan Anda, terutama pada bagian remnya.

Bagaimana Cara Mengatasi Rem Blong?

Mengetahui penyebab rem blong rasanya kurang lengkap kalau tidak membahas cara mengatasinya. Benar, kan? Di bawah ini 2 cara yang bisa Anda lakukan untuk mencegah terjadinya rem blong, antara lain:

1. Menggunakan Oli atau Minyak Rem Berkualitas

Tidak dapat dipungkiri, kualitas sangat mempengaruhi kinerja dari sebuah mesin. Sama halnya dengan rem mobil. Rendahnya kualitas dari minyak remnya akan menyebabkan kinerja rem tidak maksimal. Tidak hanya itu, minyak yang berkualitas rendah juga tidak terlalu tahan terhadap suhu yang terlalu panas. Sehingga menimbulkan gelembung udara dan terbentuklah endapan pada dinding atau selang mesin rem.

Oleh karena itu, selalu gunakan minyak rem yang berkualitas. Misalnya DOT 3 yang biasanya digunakan untuk mobil-mobil standar yang ada di Indonesia.

 2. Melakukan Pengecekan Secara Rutin

Pengecekan rutin sangat penting dilakukan untuk mengetahui kondisi mesin mobil yang sebenarnya. Sehingga Anda dapat mengetahui kerusakan apa yang terjadi pada mesin tersebut. Kerusakan yang masih kecil juga dapat diatasi dengan mudah. Biayanya juga tidak terlalu mahal jika dibandingkan dengan mesin yang rusaknya parah. Pengecekan yang baik dapat Anda lakukan sekali dua minggu.

Semoga bermanfaat.

Senang bisa berbagi.

Previous Post Ban Mobil Sering Benjol? Ini Dia Penyebabnya!
Next Post 5 Cara Mudah Mengatasi Baret Pada Mobil Anda

Tinggalkan Balasan