Lakukan Pemeriksaan Secara Menyeluruh

AC mobil Anda bermasalah?

Bagi yang tidak punya waktu tapi punya uang pasti akan langsung membawanya ke bengkel langganan untuk melakukan service AC mobil. Nah bagi Anda yang kebetulan kondisi keuangan sedang tipis, boleh saja coba melakukan service AC mobil sendiri. Bukan hal yang mudah memang, tapi jika kita mau mempelajarinya pasti bisa kok.

Satu hal yang penting sebelum melakukan service AC mobil sendiri adalah kenali dan pahami masalah yang muncul. Setelah itu periksa satu persatu komponen AC yang terkait langsung dengan masalah yang muncul tersebut. Tahap terakhir barulah memperbaiki komponen yang bermasalah.

Kalo pun tidak ada masalah dengan AC mobil Anda, tetap lakukan pemeriksaan secara menyeluruh. Setiap komponen dicek dan ricek. Hal ini untuk mengantisipasi masalah yang mungkin timbul di kemudian hari.

Melakukan perawatan AC mobil sendiri bisa menjadi pilihan bagi Anda yang doyan ngoprek. Meski ada bengkel yang mematok harga service AC mobil murah, tapi dengan melakukan sendiri Anda bisa menekan biaya service AC mobil yang rutin dikeluarkan setidaknya sekali setahun.

Sebelum mulai pengecekan ada baiknya Anda persiapkan lebih dulu alat-alat yang akan dibutuhkan. Mulai dari obeng plus dan minus, kunci pas lengkap, multitester, thermometer digital dan yang tidak boleh ketinggalan adalah manifold gauge ato kerap disebut dengan Charging Manifold. Alat ini sangat krusial dalam memeriksa sistem pendinginan di mobil Anda.

manifold gauge bisa mengetahui keberadaan freon di dalam mobil sekaligus memastikan bahwa freon yang masuk sudah sesuai dengan kebutuhan. Selain itu juga bisa untuk mengetahui tekanan yang ada dalam saluran AC mobil memang dalam kondisi normal atau tidak. Hal ini bisa menjadi deteksi awal dari kerusakan sistem pendingin mobil Anda.

Thermometer Digital Kyoto KT-01-(1)-1000.png

Tahap pertama pengecekan kinerja AC mobil tentu saja dengan menyalakan mesin lalu AC juga ikut dinyalakan. Saat tombol AC dinyalakan apakah terasa dingin? Untuk mengetahui temp ac yang normal bisa menggunakan thermometer digitalKalo terasa kurang dingin meski sudah disetel di suhu terendah berarti sudah saatnya mulai ke tahap pemeriksaan utama.

Dengan kondisi mesin dan AC masih menyala, lihat apakah kompresor bekerja sebagaimana mestinya? Ada putaran di fanbelt? Apakah ada rembesan oli yang muncul di permukaan kompresor? Jika semua pertanyaan di atas jawabannya adalah tidak maka bisa masuk ke tahap pemeriksaan berikutnya.

Komponen yang selanjutnya diperiksa ada Kondensor. Cara memeriksa Kondensor tidak terlalu sulit karena bisa terlihat dengan mata telanjang. Cek apakah di sirip Kondensor ada banyak kotoran menempel ato bahkan tetesan oli. Periksa juga bagian sirip kalo ada yang tertekuk karena hal ini bisa menyebabkan AC mobil menjadi kurang dingin.

Periksa juga ekstra fan yang ada di depan Kondensor. Pastikan fan ikut berputar saat AC sudah dinyalakan. Ato bisa juga putaran fan sudah mulai lemah. Bisa dilihat dengan putaran fan yang tidak stabil sepanjang AC dinyalakan.

Setelah dilakukan pengecekan kondisi Kondensor masih baik-baik saja, lanjut ke pemeriksaan pipa dan selang fleksibel AC. Periksa mulai dari pipa di ujung Kondensor hingga masuk ke Expansion Valve. Apakah ada kebocoran di pipa dan selang yang ditandai dengan rembesan oli.

Cek juga setiap bagian sambungan pipa. Bisa jadi ada seal oring yang sudah dimakan usia sehingga tidak menutup sambungan dengan sempurna. Kemudian periksa service valve barangkali ada kebocoran di bagian ini. Kebocoran di service valve (lubang pentil untuk memasukkan dan membuang freon) juga ditandai dengan munculnya oli di bagian ini.

Selesai di tahap ini gilliran Receiver Dryer yang diperiksa. Komponen ini berfungsi menyaring kotoran agar tidak masuk sampe ke Expansion Valve. Bagi Receiver Dryer yang terpisah dari Kondensorcara memeriksanya lebih gampang. Pasalnya, ada sight glass yang memudahkan kita dalam melakukan pemeriksaan.

Coba lihat apakah sight glass masih terlihat jernih ato sudah mulai kehitaman. Jika terlihat bercak kehitaman di sight glass itu menjadi tanda Anda harus segera mengganti Receiver Dryer. Mengenai harga Receiver Dryer bisa dicek langsung di Biaya Service AC Mobil Berdasarkan Kerusakan dan Perbaikannya?

Langkah selanjutnya adalah memeriksa Expansion Valve. Tapi, jenis Expansion Valve yang bisa kita periksa secara langsung adalah yang berbentuk kotak. Beberapa Expansion Valve tipe ini ada juga yang menyatu dengan Evaporator. Tapi, umumnya bisa kita lihat kondisinya tanpa harus membongkar Evaporator.

Pastikan tidak ada oli yang terlihat di sekitar katup. Jika ada dapat dipastikan itulah sumber masalah AC mobil Anda.

bagaimana-cara-service-ac-mobil-sendiri-3

Tahap berikutnya adalah memeriksa Evaporator. Coba rasakan angin yang keluar dari grill AC. Jika angin yang keluar kurang dingin ato kadang dingin kadang hangat boleh jadi Evaporator sudah dipenuhi debu ato kotoran lain. Untuk membersihkannya mau tidak mau Anda harus mencopot Evaporator dari dudukannya.

Sebelum membongkar Evaporator, pastikan Anda sudah memeriksa blower. Karena boleh jadi hembusan AC yang tidak stabil adalah karena kondisi blower yang sudah jelek. Dengarkan suara yang muncul dari blower, apakah bunyi putarannya halus ato kasar.

Jika yang Anda dengar bunyi kasar, saatnya untuk membongkar blower. Bisa jadi bunyi kasar itu berasal dari kotoran yang masuk. Bisa juga berasal dari kondisi bushing motor blower yang sudah dimakan usia.

Harus Cermat Saat Melakukan Perbaikan Kompresor Rusak

Setelah semua komponen di atas diperiksa dengan seksama, kini saatnya Anda melihat kondisi fanbelt yang ada di bagian depan kompresor. Pastikan tidak ada bunyi berdecit yang muncul ketika AC mobil dinyalakan.

Tapi saat tidak ada bunyi berdecit pada fanbelt AC bukan berarti Anda terbebas dari masalah. Matikan mesin mobil dan AC. Kemudian lihat secara seksama apakah sudah ada retakan yang terlihat pada fanbelt AC mobil Anda. Kalo ada itu adalah saatnya Anda melakukan penggantian fanbelt. Jangan tunggu putus di tengah jalan karena akan memberi Anda masalah yang lebih besar.

Bagian yang tidak boleh luput dari pemeriksaaan adalah melihat kondisi freon. Caranya mudah saja, intip kondisi freon melalui sight glass. Jika saat mesin dihidupkan dan terlihat gelembung putih tapi kemudian hilang ketika sudah dalam kondisi idle artinya freon dalam kondisi cukup.

Jika terlihat gelembung putih baik saat mesin dinyalakan maupun saat idle itu menunjukkan freon kurang. Ada dua kemungkinan yang menyebabkan freon kurang. Bisa karena ada kebocoran yang membuat freon terbuang. Bisa juga freon tidak bisa masuk karena oli terlalu banyak.

Kondisi berikutnya adalah jika di sight glass terlihat bening baik saat mesin dinyalakan maupun idle. Itu tandanya dalam sistem AC mobil Anda terlalu banyak freon.

Untuk lebih yakin lagi dalam memeriksa kebocoran freon maupun oli yang ada di sistem pendingin mobil, gunakan alat khusus yang disebut UV detector. Alat ini mengandalkan cairan serta lampu ultra violet untuk mendeteksi kebocoran.

Masukan cairan ke dalam pipa low pressure AC dengan menggunakan selang. Kemudian nyalakan AC dengan setelan blower cukup di angka 1 saja ato yang paling rendah. Setelah itu nyalakan lampu ultra violet.

Jika ada kebocoran maka akan terlihat pendaran berwarna kuning keemasan di saluran ato komponen yang diperiksa. Selanjutnya tinggal diperbaiki komponen yang mengalami gangguan tersebut agar AC mobil bisa normal kembali.

bagaimana-cara-service-ac-mobil-sendiri-6

Harus Cermat Saat Melakukan Perbaikan kompresor Rusak

Dari komponen-komponen AC mobil, kompresor adalah alat yang cukup sulit perbaikannya. Karena di dalam kompresor ada cukup banyak item yang harus dicermati dan kemudian diperbaiki. Sementara komponen seperti Kondensor, extra fan, Expansion Valve, dan Evaporator relatif lebih mudah karena tidak banyak yang harus dibongkar. Sedangkan Receiver Dryer merupakan komponen sekali pakai alias tidak untuk diperbaiki.

Ketika melakukan service AC mobil sendiri dan kemudian diketahui ada kebocoran di bagian kompresor, maka kita harus melepas bagian utama dari AC mobil ini untuk bisa memperbaikinya. kompresor AC mobil terdiri dua bagian yaitu kompresor itu sendiri dan Magnetic Clutch. Untuk bagian yang disebut terakhir merupakan penghubung antara kompresor dengan putaran mesin melalui fanbelt.

bagaimana-cara-service-ac-mobil-sendiri-4

Setelah lepas dari dudukannya, pisahkan antara kompresor dengan Magnetic Clutch. Ada sejumlah baut yang harus dilepaskan terlebih dahulu. Setelah terpisah dari Magnetic Clutch kini giliran bagian dalam kompresor yang dibongkar untuk mengetahui bagian mana yang menyebabkan terjadinya kebocoran.

Bagian dari kompresor AC mobil yang kerap menjadi penyebab kebocoran antara lain Seal Oring atau packing yang sudah tipis ato rusak. Bisa juga di sambungan pipa, baik yang low maupun yang high pressure. Bisa juga seal shaft kompresor memang sudah minta diganti.

Selanjutnya lihat bagian piston kompresor. Keausan yang terjadi pada piston inilah yang membuat kompresor berisik. Bisa cari pengganti dengan mendapatkan kanibalan dari kompresor lain.  Tapi hal ini tidak menjamin kompresor bisa normal untuk waktu yang lama. Namanya juga diganti dengan barang bekas.

Piston yang aus bisa juga diakibatkan oleh pemasangan As yang ga presisi. Posisi As yang gapresisi ini mengakibatkan piston bergerak melebihi batas maksimalnya. Sehingga terjadi benturan pada valve kompresor. Inilah salah satu faktor munculnya bunyi berisik yang terdengar dari kompresor.

Sementara untuk bagian Magnetic Clutch pastikan ga ada celah terlalu jauh antara puli dan center piece. Jarak yang terlalu jauh inilah yang menyebabkan AC mobil kadang nyala dan kandang mati. Karna putaran yang didapat puli ga sinkron dengan putaran center piece.

Ketika bagian yang rusak sudah diperbaiki ato diganti, pastikan pemasangannya tepat dan presisi. Ingat bagian yang tidak presisi bisa menimbulkan masalah di kemudian hari. Bahkan boleh jadi akan menimbulkan masalah yang lebih besar.

Di sisi lain, seandainya kerusakan yang dialami kompresor sudah cukup berat sebaiknya diganti saja langsung dengan yang baru. Bagaimanapun, satu kompresor baru akan punya daya tahan lebih lama dibanding yang bekas. Terlebih Anda bisa menghemat waktu dan tenaga karena tidak perlu bongkar pasang isi kompresor.

Untuk komponen yang lain relatif ga bisa diperbaiki seperti halnya kompresor. Kondensor misalnya. Begitu Anda menemukan kebocoran pada komponen ini lebih baik menggantinya dengan yang baru. Lagipula, kalo Anda ingin memperbaikinya butuh peralatan ekstra seperti alat las khusus aluminium. Bawa saja ke bengkel ac mobil untuk di las jika memang budget untuk membeli Kondensor baru belum ada.

Tapi ingat, segera menabung untuk membeli Kondensor baru. Pasalnya, bukan mustahil nanti ada kebocoran yang lain yang terjadi pada Kondensor lama Anda karena biasanya kebocoran kondensor itu terjadi karena korosi yang termakan oleh usia.

Kalo tidak ada kebocoran pada Kondensor cukup siram ato semprot dengan air dan sikat perlahan di bagian yang kotor. Hal ini bisa membantu kerja Kondensor kembali optimal jika sudah kembali berada dalam keadaan bersih.

Lanjut ke bagian Receiver Dryer. Untuk komponen ini tidak ada cara lain selain menggantinya dengan yang baru ketika ditemukan sudah tidak bekerja maksimal. Kotoran yang sudah menumpuk di dalamnya harus dibuang beserta bungkusnya.

Untuk sejumlah mobil sebelum bisa melepas Receiver Dryer harus juga membuka bagian lain yang tidak berkaitan dengan AC. Seperti membuka bagian bamper atau lampu depan sebelum melepas Receiver Dryer.

Setelah memasang Receiver Dryer baru selanjutnya pastikan kondisi soket yang terhubung dengan kabel pressure switch dalam kondisi baik. Kondisi soket yang kotor ato rusak dapat membuat kinerja ac menjadi tidak maksimal. Kabel pressure switch juga harus mendapat perawatan saat melakukan pemeriksaan menyeluruh sistem AC mobil Anda.

Komponen lain yang juga harus diperhatikan saat AC mobil Anda tidak terasa sejuk ato dingin adalah Expansion Valve. Kerja komponen ini pada prinsipnya adalah alat pengkabut refrigant / Freon yang berasal dari Kondensor. Dengan tekanan tinggi, refrigant dibuat menjadi kabut yang sekaligus menurunkan suhu cairan tersebut.

Banyak tidaknya cairan yang didinginkan oleh Expansion Valve bergantung kepada sensor yang ada di dalam Evaporator. Sensor ini memastikan bahwa cairan yang dikabutkan sesuai dengan kebutuhan Evaporator.

Meski demikian, sejatinya Expansion Valve bukan komponen yang mudah rusak. Kalo pun ada, masalah umumnya adalah adanya penyumbatan pada saluran Expansion Valve. Ciri-ciri ada penyumbatan pada Expansion Valve bisa diketahui saat dites dengan menggunakan manifoldgauge.

Jika hasil tes menunjukkan sisi tekanan rendah terlalu rendah tapi sisi tekanan tinggi lebih tinggi dapat dipastikan ada penyumbatan pada Expansion Valve. Segera lakukan penggantian dengan komponen baru. Pasalnya, komponen ini bukan kompresor yang bisa dibongkar dan dirakit kembali.

bagaimana-cara-service-ac-mobil-sendiri-5

Bergeser sedikit dari Expansion Valve kita akan melihat kondisi Evaporator. AC mobil yang kurang sejuk juga bisa diakibatkan oleh kondisi Evaporator yang kotor karena jarang dirawat. Seperti halnya Kondensor, membersihkan Evaporator pun bisa dengan cara disiram.

Tapi bila ada kebocoran mau tidak mau harus dibawa ke bengkel untuk dilakukan pengelasan. Jika memang kondisinya sudah terlalu parah, tidak ada jalan lain selain mengganti Evaporator dengan yang baru.

Lalu bagaimana jika hembusan AC terasa dingin tapi tidak kencang. Boleh jadi ada masalah dari evaporator kotor atau bisa juga karena blower AC mobil Anda. Blower biasanya berada di dekat Evaporator. Kedua komponen ini cukup berkaitan karena udara dingin yang masuk ke kabin adalah berasal dari Evaporator yang dihembuskan oleh blower.

Melepas blower umumnya tidak terlalu sulit. Biasanya komponen ini terpasang pada sebuah dudukan ato braket. Buka mur yang ada untuk bisa melihat bagian dalam blower, jangan lupa lepas dulu kabel switch-nya. Putaran blower yang sudah ga stabil bisa diakibatkan karena kondisi kumparan yang sudah mulai lemah. Ato bisa juga magnet di dalamnya tidak berada dalam posisi seharusnya.

Untuk magnet yang bergeser bisa direkatkan kembali ke posisi seharusnya dengan menggunakan power glue. Posisi magnet yang tidak pada tempatnya ini biasanya mengakibatkan bunyi kasar saat blower menyala.

Setelah semua komponen dan dicek bahkan diperbaiki jika ada yang rusak, saatnya Anda kembali menikmati hembusan sejuk di dalam kabin mobil.

Semoga berguna.

Seneng bisa berbagi.

Previous Post Penyebab AC Mobil Tidak Dingin dan Cara Memperbaiki
Next Post Harga Service AC Mobil Berdasarkan Kerusakan dan Perbaikannya?

Tinggalkan Balasan