Apa yang Menyebabkan Ban Mobil Benjol?

Bagaimana Cara Mengetahui Ban Benjol?

Seperti yang kita tahu, ada banyak komponen yang disematkan pada sebuah mobil, bukan hanya mesin dan bensin. Tapi, ada juga ban yang menjadi komponen penting untuk menggerakkan mobil. Mobil tanpa ban ibaratkan makan tanpa piring. Bayangkan saja kalau Anda makan tanpa piring, apa bisa? Sama sekali tidak, kan? Kasus yang sama juga terjada sama ban. Kalau mobil tidak dilengkapi ban, mobil itu tidak akan bisa bergerak. Semewah dan semahal apapun mobil Anda, tidak berguna sama sekali kalau bannya tidak ada. Kalau bannya rusak? Sama, mobil tersebut juga tidak bisa dioperasikan.

Banyak pemilik mobil mengeluh karena kondisi ban yang kurang bisa diandalkan, terutama dalam perjalanan jauh. Entah itu ban kempes maupun ban yang benjol. Sebagai pemilik mobil, Anda tentu pernah merasakan gimana rasanya pas ban mobil benjol. Performa mobil otomatis akan menurun atau bahkan mobil tidak dapat digunakan lagi.

Benjolnya ban mobil biasanya disebabkan oleh kondisi jalanan yang tidak mulus. Bebatuan disana-sini menjadi penyebab mengapa ban mobil milik Anda cepat benjol. Untuk menghindari hal ini, Anda harus pintar pilih ban yang berkualitas ya. Kalaupun kondisi jalanannya jelek, setidaknya permukaan ban masih bagus tanpa benjol sama sekali.

Apa yang Menyebabkan Ban Mobil Benjol?

Mobil siapa sih yang bannya tidak pernah benjol? Hampir semua pengendara mobil merasakan hal yang sama. Benjolan pada ban paling banyak ditemukan untuk jenis ban tubeless. Kenapa ban mobil bisa benjol? Ini dia alasannya:

1. Pengisian Angin yang Terlalu Berlebihan

Ban mobil kempes biasanya disebabkan karena kekurangan angin. Jadi, kita perlu mengisi angin supaya kondisi ban normal alias kembali seperti semula. Kalau angin sudah terisi, mengemudi juga terasa sangat menyenangkan. Tapi, mengisi ban mobil ada aturannya, tidak boleh asal-asalan. Ban mobil yang terlalu “kembung” bisa berakibat pada munculnya benjolan di sekitar permukaan ban.

Untuk meminimalisir ban benjol, alangkah baiknya jika Anda mengukur kadar angin pada ban tersebut. Bagaimana mengukurnya? Anda bisa mengambil alat ukur angin yang ada di SPBU atau bengkel. Kalau Anda tidak tahu cara memakainya, tidak perlu khawatir. Mintalah bantuan karyawan yang ada di SPBU atau bengkel itu dan biarkan mereka sendiri yang mengisikan anginnya untuk mobil Anda.

2. Deformasi Bentuk

Siklus hidup ban sama seperti siklus hidup manusia. Seiring berjalannya waktu, keduanya akan menua, bentuknya juga akan mengalami deformasi alias perubahan. Misalnya, ban yang sudah berumur bentuk permukaannya akan botak. Nah, ketika ban mobil botak tapi masih saja dipakai untuk menempuh perjalanan jauh, kemungkinan besar ban tersebut akan memiliki benjolan pada permukaan sisinya.

Deformasi bentuk pada ban juga dapat dsebabkan karena kurangnya tekanan dan muatan yang terlalu berat. Ketika Anda bepergian jauh, usahakan untuk meminimalisir barang bawaan agar beban mobil semakin ringan. Bawalah barang yang benar-benar penting. Kalau barangnya kurang penting, lebih baik ditinggalkan ya supaya kondisi ban tetap mulus seperti baru.

3. Permukaan Ban yang Keseringan Terkena Benda Tajam

Kondisi jalan raya di Indonesia tidak pernah bersih dari namanya benda-benda tajam. Seperti, paku, beling, dan sekrup bangunan. Benda-benda tajam yang bertebaran di jalan raya sangatlah berbahaya bagi ban mobil. Bayangkan saja kalau mobil Anda tiba-tiba menggilas satu atau dua buah sekrup, otomatis ban mobilmu akan bocor, kan?

Selain ban bocor, mobil juga akan rentan mengalami kebenjolan. Kebenjolan makin mudah terjadi kalau saja mobil tersebut masih dibawa bepergian, apalagi dalam perjalanan jauh. Untuk menghindari kasus ini, sebaiknya berkendaralah di jalanan yang mulus, yang kondisi aspalnya bagus dan terbebas dari benda-benda tajam.

4. Suspensi Mobil Keras dan Mati

Pengguna mobil pasti sudah tidak asing lagi dengan namanya suspensi. Ya, suspensi merupakan suatu komponen di dalam mobil yang berguna untuk meredam getaran saat mobil melalui jalanan yang tidak rata. Saat suspensi mobilmu keras lalu mati, berhati-hatilah karena ada kemungkinan ban mobilmu akan benjol atau malah sudah benjol.

Tidak hanya itu saja, mobil yang bantingan mobil yang terlalu keras juga otomatis berpengaruh pada ban, akhirnya ban pun benjol. Kalau bisa, berkendaralah di jalanan yang mulus, terbebas dari batu-batuan. Kalau bisa sih jalanannya juga sudah diaspal supaya berkendara anteng-anteng saja.

Bagaimana Cara Mengetahui Ban Benjol?

Setelah mengetahui penyebab ban benjol, pasti Anda bertanya-tanya dong gimana bisa ban mobilmu cepat benjol. Ini dia dua cara mengetahui ban benjol atau tidak.

  • Bawa mobil ke jalan yang mulus, lalu kemudikan seperti biasa. Pada saat mobil melaju pada kecepatan tinggi dan terdapat getaran atau terasa goyang, itu tandanya ban mobilmu benjol
  • Ambil dongkrak dan dongkrak mobilmu sampai terangkat setidaknya 0,5 cm. Setelah itu, ganjallah mobilmu menggunakan dongkrak atau alat lain, dan cek kondisi ban secara keseluruhan. Lepaskan bagian rem tangan, lalu putar roda bagian belakang untuk memastikan apakah bagian yang terangkat tadi dapat berputar atau tidak. Kalau ban dapat berputar sempurna, berarti ban baik-baik saja. Kalau ban yang terangkat tadi tersangkut di tanah, berarti ban mobilmu benjol

Untuk kenyamanan berkendara, alangkah baiknya jika Anda melakukan tindak lanjut pada ban mobil yang sudah benjol. Selalu cek tekanan angin pada mobilmu secara rutin. Oh iya, batas pengisian angin pada ban mobil berkisar 30 – 32 ya. Kalau Anda mengisi tekanan lebih dari 32, jelas ban mobilmu akan mudah mengalami deformasi bentuk.

Kalau ternyata ban mobilmu sudah botak atau rusak, lakukan penggantian ban dengan ban baru yang berkualitas tinggi. Ban yang berkualitas tentu lebih awet dan tahan lama. Jadi, Anda tidak perlu gonta-ganti ban setiap tahun. Sekian informasi mengenai ban benjol.

Semoga bermanfaat.

Senang bisa berbagi.

Previous Post Cara Mengatasi Lampu Indikator Mesin yang Suka Menyala Sendiri
Next Post 8 Penyebab Rem Blong yang Harus Kamu Tahu!

Tinggalkan Balasan