Jangan Tunggu AC Mobil Mengalami Masalah Jangan Takut Bayar Mahal untuk Kualitas Service Terbaik

AC alias alat pendingin ruangan sudah menjadi bagian yang tidak bisa terpisahkan dari sebuah kendaraan. Alat yang membuat suhu di dalam kabin menjadi lebih sejuk ini menjadi sangat krusial ketika kita harus mengendarai mobil di tengah terik matahari.

Bayangkan jika Anda harus mengendarai mobil melalui padat dan panasnya kota besar seperti Jakarta tanpa menggunakan AC mobil. Wah, pasti serasa berada di dalam sauna bukan?

Keluar dari mobil dalam kondisi basah karena keringat tentu tidak elok dipandang. Karena itulah, di setiap mobil dapat dipastikan ikut dipasang perangkat pendingin ini.

Sayangnya, bagi sebagian orang, perhatian terhadap AC mobil masih kalah jauh dibanding mesin atau alat-alat pendukung lainnya. Umumnya, para pemilik mobil baru memeriksakan AC mobil saat mengalami masalah. Tidak melakukan service rutin seperti halnya mesin yang sudah punya jadwal khusus untuk ganti oli mesin, service pengapian, service injektor atau karburator, dan lain sebagainya.

Seperti halnya mesin mobil, AC mobil juga harus mendapat perawatan secara berkala. Tidak harus menunggu ketika bermasalah baru dibawa ke bengkel. Melakukan service rutin merupakan salah satu cara agar AC mobil kita bisa lebih awet. Selain tentu saja untuk menekan biaya service AC jika dilakukan secara berkala.

Jangan Tunggu AC Mobil Mengalami Masalah

Sebelum mendatangi bengkel service AC yang ada di dekat tempat tinggal atau yang direkomendasikan teman, ada baiknya pahami dulu bagian-bagian dari AC mobil. AC mobil terdiri dari beberapa komponen penting yang terpisah namun menjadi satu kesatuan dalam menghasilkan suhu adem di dalam kabin, antara lain:

1.Kompresor 2.Evaporator 3.Expansion valve 4.Kondensor 5.Filter Dryer

Kelima komponen itulah yang menunjang kinerja AC mobil. Salah satu komponen mengalami masalah atau rusak maka kerja AC mobil pun tidak akan maksimal. Bahkan ada kalanya untuk mengetahui kerusakan salah satu komponen harus melakukan pemeriksaan secara keseluruhan. Item per item.

Lalu, berapa lama waktu ideal AC mobil harus sudah melakukan service? Pada dasarnya, service AC mobil ada dua tipe pengerjaan.

1.Basic Service

Pertama adalah basic service. Tipe service ini dilakukan ketika mobil sudah menempuh 10.000 sampe 20.000 km atau sekitar satu tahun.

Bagi Anda yang tinggal di perkotaan yang selalu menggunakan AC dalam kondisi apapun, sebaiknya setelah mencapai 10.000 km segera melakukan service AC mobil. Beda perlakuannya bagi yang tinggal di wilayah dengan tingkat kemacetan yang cukup rendah.

Bagi mereka yang tinggal di pedesaan boleh saja baru melakukan service rutin setelah mobil menempuh 20.000 km. Perbedaan ini berpatokan pada kerja AC mobil yang lebih berat ketika berada di perkotaan yang pasti akrab dengan kemacetan.

Untuk tipe basic service biasanya dilakukan pemeriksaan dan perawatan pada kompresor. Seperti mengganti oli dan membersihkan kotoran yang menempel. Lalu mengganti Receiver Dryer dan Filter Kabin. Dua komponen ini Tidak bisa diperbaiki karena sifatnya yang memang hanya sekali pakai.

2.Advance Service

Tipe service kedua adalah Advance Service. Jika basic service dilakukan sekitar satu tahun sekali, untuk advance service baru dilakukan setelah mencapai waktu dua tahun. Tentu saja, item yang diservice juga lebih banyak. Di antaranya melakukan perawatan kompresor, Evaporator, dan kondensor. Selain itu juga ada penggantian pada Expansion Valve, Receiver Dryer, dan Filter Kabin.

Karna lebih banyak item yang harus mendapat perhatian dan perawatan, proses pengerjaan advance service ini tentu akan membutuhkan waktu yang lebih lama. Sangat mungkin bisa mencapai 4 jam untuk menyelesaikan pemeriksaan dan perawatan AC. Bergantung dari ringan atau beratnya masalah yang ternyata dialami setiap komponen yang menjalani perawatan.

Bagaimana dengan biaya? Nah, bagi Anda yang memiliki mobil-mobil buatan Jepang boleh sedikit tersenyum. Pasalnya, rata-rata bengkel AC akan mematok biaya service yang lebih murah untuk mobil buatan Jepang dibanding Eropa. Kalau service AC mobil Jepang berada di kisaran 300.000 rupiah sampai 700.000 rupiah, untuk mobil Eropa setidaknya membutuhkan dana 1,2 juta rupiah sampai 3 juta rupiah.

Service ini meliputi perawatan Evaporator, pembersihan blower dan Condensor dengan waktu pengerjaan sekitar 2 jam. Seluruh komponen diturunkan dan dibersihkan dengan lebih detail. Lalu AC mobil mendapatkan flushing treatment dengan menggunakan mesin komputerisasi (mesin lax) tanpa bongkar komponen hanya dengan waktu sekitar 1 jam – harga jasa isi freon Rp.200,000. Jadi service AC mobil bisa kelar tanpa bongkar.

Mobil Eropa memang punya sistem pendingin yang lebih kompleks dibanding mobil Jepang. Teknik dan alat yang dibutuhkan pun lebih banyak. Tidak heran, tidak semua bengkel AC mobil bisa menangani mobil-mobil Eropa. Kerumitan proses perawatan itulah yang membuat biaya service AC mobil Eropa menjadi lebih mahal.

Harga atau biaya service AC mobil ini terbilang sangat relatif. Karna setiap bengkel di daerah berbeda punya ukuran atau patokan masing-masing dalam menentukan harga jasa mereka. Selain tentu saja juga berdasarkan kemampuan dan alat yang dimiliki setiap bengkel.

Itu baru hitungan biaya jasa service saja. Belum termasuk sparepart besar yang harus diganti seperti kompresor atau Evaporator. Sebagai acuan, harga AC Mobil Denso tidak kurang dari 2,5 juta rupiah untuk kompresor saja.

Tapi umumnya bengkel service AC mobil sudah memasukan biaya pergantian freon kalau memang harus diisi ulang. Bisa karena harus dilakukan pembuangan saat melakukan service atau memang ada kebocoran di salah satu komponen dari sistem AC mobil.

Biaya Service AC Mobil Berdasarkan Kerusakan dan Perbaikannya

Berbicara mengenai freon, ada bengkel-bengkel nakal yang setiap ada pemilik mobil yang akan men-service AC mobilnya selalu dibilang freonnya habis. Padahal, freon seharusnya tidak habis atau hilang kalau sistem AC mobil kita tidak ada yang bocor. Hal ini dilakukan bengkel nakal untuk memaksa pemilik mobil mengisi ulang freon.

Karena sistem AC mobil bersifat tertutup. Dengan kata lain freon yang berfungsi membuat dingin tersebut terus mengalir dan berputar dari sejak didorong dan balik lagi ke kompresor.

Kalau memang freon AC mobil habis, dapat dipastikan ada kebocoran di sistem pendingin mobil Anda. Bisa jadi ada kebocoran di pipa saluran, kompresor, atau Evaporator. Sebaiknya kebocoran tersebut sudah diketahui dan diperbaiki lebih dahulu sebelum melakukan pengisian ulang freon.

Selain service AC mobil secara umum, Anda juga bisa melakukan service per komponen. Tergantung komponen mana yang harus dirawat atau diperbaiki. Atau malah harus dilakukan penggantian karena komponen tersebut mengalami kerusakan yang cukup berat.

Seperti halnya kompresor. Komponen utama dari sistem AC mobil ini punya beberapa tipe perawatan, antara lain:

1.Penggantian oli. Perawatan ini dilakukan agar komponen kecil seperti piston bisa tetap bekerja dengan baik dan tidak mudah terkikis. Oli yang sudah jelek tidak mampu melumasi piston yang bisa berakibat piston menjadi panas dan kompresor tidak bekerja maksimal. Melakukan flushing terhadap kompresor dengan mesin lax butuh dana sekitar Rp700 ribu.

2.Melakukan pergantian spare part seperti seal, thrust bearing, soe, dan shaft seal. Biaya yang dikeluarkan sekitar Rp475 ribu. Dengan catatan piston, noken as, dan silinder piston,  tidak rusak / terkikis.

3.Penggantian magnetic clutch. Keluhan pada magnetic clutch umumnya yang sering dikeluhkan pemilik mobil adalah AC kadang panas kadang dingin. Komponen ini tidak bisa direparasi, harus ganti yang baru, harganya mulai dari Rp380 ribuan.

Untuk kondensor cara perawatannya lebih mudah, karna tinggal disemprot air saja agar kotoran yang menempel rontok. Tapi jika mengalami mampet, harus dikuras dengan menggunakan freon berjenis R11 dan Nitrogen (n2). Biayanya mulai dari Rp 175 ribu.

Ketika ternyata kondensor mengalami kebocoran, solusi terbaik hanya menggantinya dengan yang baru. Pasalnya, kondensor yang sudah bocor umumnya mengalami korosi. Harga kondeser baru tergantung jenis mobilnya, harganya mulai dari 500 ribu rupiah.

Nah, dua komponen berikutnya sebaiknya langsung dilakukan penggantian jika terindikasi mengalami kerusakan. Keduanya adalah Receiver Dryer dan Expansion Valve. Harga Receiver Dryer berbeda setiap mobil, paling murah Rp90 ribu. Sementara harga Expansion Valve mulai dari sekitar Rp200 ribu.

Komponen lain yang tidak bisa diperbaiki adalah fanbelt dan extra fan. Jika ada bengkel AC yang menawarkan jasa perbaikan extra fan sebaiknya ditinggal saja. Karena efek samping nya jika fan kembali rusak malah akan membuat komponen lain menjadi masalah dan untuk fanbelt jika sudah pecah namun tetap di akalin apabila putus dijalan malah akan membuat mobil menjadi mogok. Harga sebuah fanbelt AC mulai dari 40 ribu rupiah sementara extra fan paling murah Rp300 ribu.

Kemudian perawatan Evaporator tidak jauh berbeda dengan kondensor. Kalau memang sudah ada yang bocor sebaiknya langsung diganti yang baru saja. Sebagai contoh harga Evaporator untuk Daihatsu Xenia berkisar Rp 900 ribu. Sementara Evaporator Toyota Kijang Kapsul mulai Rp800 ribu.

Biaya Service AC Mobil Berdasarkan Kerusakan dan Perbaikannya4

Jangan Takut Bayar Mahal untuk Kualitas Service Terbaik

Tidak dipungkiri kalau harga service AC mobil menjadi pertimbangan para pemilik mobil sebelum menentukan akan melakukan perawatan di bengkel yang mana. Mereka pasti akan mencari harga yang paling murah tapi dengan kualitas service nomor satu. Sebuah pertimbangan ekonomi yang sangat manusiawi.

Tapi, jangan dijadikan patokan bahwa biaya service AC mobil mahal akan menjamin kualitas hasil yang baik. Begitu pula dengan bengkel yang mematok biaya service AC mobil murah belum tentu kurang kualitas servicenya.

Faktor lain yang harus dipertimbangkan saat memilih bengkel AC adalah teknik service, teknologi yang digunakan, dan layanan lain yang diberikan sebuah bengkel. Boleh jadi ada bengkel yang mematok harga service AC murah tapi punya teknisi kelas wahid dan alat-alat yang mumpuni.

Sebagai gambaran, bengkel “A” punya teknologi yang termasuk tinggi dan terbaru dalam melakukan perawatan dan perbaikan AC mobil. Seperti mengganti oli kompresor tanpa harus membongkar perangkat lain yang berujung dengan membuang freon. Teknisinya pun punya kemampuan mumpuni untuk mendeteksi kerusakan secara cepat dan tepat. Pun melakukan perawatan secara maksimal.

Biaya yang dipatok bengkel “A” tentu saja tidak murah. Untuk sekali service rutin per tahun, setidaknya kita harus merogoh kocek Rp 1,5 juta. Tapi proses perawatan dan perbaikan pun termasuk cepat. Hanya butuh antara 1 sampai 2 jam saja. Cepat, tepat, dan berkualitas. Tapi biaya memang termasuk besar bin mahal.

Sekarang kita bandingkan dengan bengkel “B” yang masih menggunakan teknologi yang boleh dibilang tradisional dan peralatan seadanya. Biaya yang dipatok bengkel “B” untuk sekali service AC mobil memang termasuk murah. Hanya Rp500 ribu saja.

Akan tetapi, selang beberapa bulan kemudian Anda harus melakukan perbaikan lagi. Karena kinerja AC mobil sudah tidak maksimal. Bahkan kita terpaksa mengganti kompresor yang harganya bisa lebih dari Rp2 juta. Beberapa bulan kemudian, kompresor AC mobil kembali bermasalah karena dideteksi ada kebocoran. Karena itu temukan harga jual kompresor AC mobil yang sesuai dengan kualitas adalah wajib buat pemilik mobil.

Biaya perbaikan kebocoran oli kompresor bisa lebih mahal dari harga service AC rutin. Karena service kompresor AC mobil perlu perhatian khusus. Biayanya bisa mencapai 800 ribu – 900 ribu rupiah sekali service. Salah satu penyebabnya adalah kualitas teknisi bengkel yang di bawah standar. Sehingga daya tahan kompresor tidak seperti yang diharapkan.

Dengan demikian, meski kita harus mengeluarkan biaya yang lebih mahal saat melakukan service AC mobil di bengkel “A”, sejatinya Anda sudah melakukan pengiritan biaya. Bengkel “B” yang murah dalam memasang harga service ternyata punya buntut cukup panjang. Ujungnya, biaya yang dikeluarkan secara total malah lebih tinggi.

Itu hanya sekadar gambaran bagi Anda yang ingin mencari bengkel untuk merawat AC mobil Anda. Bengkel yang mahal belum menjamin hasil yang maksimal. Bengkel yang murah juga belum tentu murahan.

Cari referensi sebanyak mungkin dari teman atau kolega untuk mendapatkan bengkel AC mobil yang tepat. Kalau memang harus mengeluarkan biaya service AC mobil yang mahal tapi punya kualitas dan berujung pengiritan, kenapa tidak?

Biaya Service AC Mobil Berdasarkan Kerusakan dan Perbaikannya? - CoverMotorMobil.com

Perawatan AC Mobil Bisa Mulai Dari Hal yang Sederhana

Berapa pun besar biaya perawatan AC mobil yang dikeluarkan setiap tahun akan menjadi percuma jika cara atau kebiasaan kita masih buruk saat menggunakan AC mobil. Bahkan banyak kebiasaan buruk yang dilakukan pengguna mobil ini dilakukan secara tidak sadar karena sudah menjadi kebiasaan. Ujungnya masa kerja semua perangkat AC mobil pun cepat selesai alias cepat rusak. Apa sajakah itu?

Pertama, AC mobil segera dinyalakan begitu mesin distater. Biasanya hal ini dilakukan ketika kita menyalakan mobil dengan suhu di tempat parkir yang cukup panas. Dalam kondisi kabin yang panas sebagai dampak dari kondisi di luar mobil, kerja AC untuk mendinginkan ruang kabin di dalam mobil pun akan berat.

Ada baiknya sebelum menyalakan mobil, pintu dan jendela dibuka untuk beberapa saat. Biarkan udara di dalam kabin keluar terbawa angin yang melaluinya. Tujuannya adalah untuk lebih menurunkan suhu di dalam kabin mobil. Minimal bisa menetralkan suhu yang sebelumnya panas.

Kemudian dilanjutkan menyalakan mesin mobil dengan AC mobil tetap dalam kondisi mati. Setelah dirasa suhu di dalam kabin tidak terlalu panas dan mesin dalam kondisi optimal, silakan menyalakan AC.

Dengan demikian AC mobil dan mesin mobil pun tidak mengalami paksaan harus bekerja lebih berat. Mesin yang panasnya belum optimal namun sudah harus ditambah beban AC mobil akan membuat komponen-komponen di dalamnya lebih cepat rusak.

Kedua, jangan lupa untuk menutup seluruh jendela pintu dengan rapat saat AC sudah mulai nyala. Banyak pemilik mobil yang dengan sengaja membuka sedikit jendela pintu mobil ketika AC mobil sudah aktif. Hal ini akan membuat kerja AC mobil akan lebih berat. Karena jendela yang terbuka akan membuat AC mobil sulit menghasilkan suhu ideal.

Suhu dingin yang dibuat AC mobil akan bersaing dengan suhu dari luar mobil yang lebih panas. Kalau seluruh jendela tertutup rapat. Maka AC mobil pun akan bisa dengan cepat menghasilkan suhu sejuk sesuai yang diinginkan.

Ketiga, ini yang cukup berisiko, merokok di dalam mobil ketika AC mobil menyala dan jendela tertutup. Ada sebagian pemilik mobil yang kebetulan seorang perokok berat tidak kuat menahan rasa ingin merokok ketika mengendarai mobil. Repotnya, mereka juga tidak mau membuka jendela dan mematikan AC mobil karena suhu di luar yang panas.

Sebagai pengetahuan tambahan, AC mobil menghisap udara di dalam kabin dan setelah menjalani proses pendinginan di Evaporator akan dikeluarkan lagi ke dalam kabin. Artinya, udara yang ada sebenarnya tidak pernah berganti.

Dengan adanya asap rokok di dalam kabin yang terhisap masuk akan membuat fungsi dan kerja perangkat AC tidak maksimal. Selain tentu saja sangat tidak baik untuk kesehatan.

Bahkan asap dan abu rokok akan memunculkan kotoran yang menumpuk. Baik itu di dalam Evaporator maupun di kisi-kisi. Ujungnya, service AC yang seharusnya dilakukan setahun sekali bisa menjadi dua sampe tiga kali setahun. Biaya yang dikeluarkan untuk merawat AC mobil pun akan semakin membengkak.

Selain itu, segera periksakan AC mobil Anda jika sudah mulai muncul masalah. Misalkan saja AC yang kurang dingin atau ada tetesan air yang keluar dari selang dan kisi-kisi. Semakin lama Anda membiarkan masalah tersebut, besar kemungkinan kerusakan yang terjadi akan menjalar ke komponen yang lain. Akhirnya, harga service AC mobil pun ikut membengkak.

Misalkan saja, ada kebocoran di selang AC mobil tapi karena dibiarkan berlarut-larut akan membawa dampak buruk bagi kompresor yang tetap bekerja meski tidak ada freon di dalamnya. Biaya yang harus dikeluarkan tentu saja akan lebih besar. Apalagi jika Anda ternyata harus mengganti keseluruhan perangkat AC mobil.

Ingat, harga AC Mobil baru saat ini tentu saja tidak bisa dibilang murah. Apalagi jika Anda cukup maniak dengan merk tertentu. Seperti merk yang terkenal di dunia per-AC-an, Denso.

Harga AC mobil Denso dipastikan akan membuat kita merogoh kocek cukup dalam. Tapi kalau memang itu pilihan dan sesuai budget ya silakan saja. Apalagi Anda sudah mengenal kualitas dari merk yang Anda favoritkan tersebut.

Merawat AC mobil bukan sebuah perkara yang sulit. Dengan tidak melakukan kebiasaan-kebiasaan buruk di atas, kita sebenarnya sudah melakukan penghematan. Satu cara merawat yang pasti mantap ya service AC mobil. dengan  AC mobil yang terawat dipastikan akan bekerja dengan optimal setiap dibutuhkan. Dengan masa kerja yang panjang, biaya service AC mobil pun bisa ditekan. AC mobil yang sehat akan membuat pemilik mobil juga ikut sehat.

Sudah bertambah pengetahuan tentang AC mobilnya ‘kan Anda? Silahkan membagikannya lewat sosial medianya ya.

Semoga berguna.

Senang bisa berbagi.

Tinggalkan Balasan