Bagaimana Cara Mengatasi Lampu Indikator yang Suka Menyala?

Komponen Mana Saja yang Perlu Diganti Saat Lampu Indikator Suka Menyala?

Sepaham apakah dirimu mengenai lampu indikator mobil? Apa pernah lampu indikator mobilmu terus-menerus menyala? Sudahkah lampu tersebut bagus atau tetap menyala?

Banyak pemilik mobil yang cemas apabila lampu indikatornya tidak bisa dimatikan. Parahnya kalau lamu indikator tersebut suka hidup mati hidup mati. Terasa menyeramkan, bukan?

Beberapa lampu indikator biasanya berada tepat di bagian dalam speedometer mobil. Fungsi lampu indikator ini untuk memudahkan para pengemudi untuk melihat kerusakan apa saja yang terjadi pada mobil miliknya.

Bagaimana Cara Mengatasi Lampu Indikator yang Suka Menyala?

1. Memeriksa Bagian Mesinnya

Lampu indikator menyala sendiri? Kamu tidak boleh langsung panik, ya! Kamu bisa memeriksa bagian mesin secara keseluruhan. Caranya dengan membuka kap mesin dan periksa bagian radiator, aki, kabel aki, busi, kabel busi, sistem pendingin AC, rotak atau membran, selang mesin, dan bagian sekring secara teliti. Apabila terdapat kerusakan kecil, kamu bisa memperbaikinya sendiri.

Sediakan alat pembongkar dan peralatan yang kamu perlukan selama proses replacement. Syukur kalau kamu memiliki semua peralatannya dengan lengkap. Kalau tidak, kamu bisa membeli terlebih dahulu di bengkel terdekat. Kalau tidak mau repot, langsung bawa saja ke bengkel tersebut.

2. Mencopot Kepala Aki

Cara ini perlu dilakukan setelah cara pertama sama sekali tidak berhasil. Dimana lampu indikator mesin masih terus-menerus menyala. Oke, sekarang cobalah untuk mencopot atau melepas kepala aki mesin. Adapun kepala aki yang perlu dicopot yang bertanda Minus (-), bukan yang bertanda Positive (+) ya.

Selanjutnya, kendorkan baut dan angkat kepala aki tersebut secara perlahan. Biarkan selama 3 – 5 menit dan jangan disentuh. Setelah itu, coba pasang kembali kepala aki yang dibongkar tadi. Pasang secara ketat dan kuat, kalau perlu gunakan bantuan alat pengetat baut agar hasilnya maksimal. Setelah itu, hidupkan mesin mobil dan lihat apakah lampu indikatornya masih menyala atau tidak.

3. Melakukan Scan Pada Mobil Secara Keseluruhan

Cara 1 dan 2 gagal? Cara terakhir yang bisa kamu coba yaitu dengan menscan mobil secara keseluruhan. Proses scan bisa kamu lakukan langsung di bengkel. Scan ini berguna untuk mengecek kerusakan apa yang menyebabkan lampu indikator suka menyala sendiri.

Apabila kerusakan yang terjadi pada mobilmu cukup parah, ganti komponen yang rusak secepatnya agar lampu indikator dapat berfungsi kembali sebagaimana mestinya.

Komponen Mana Saja yang Perlu Diganti Saat Lampu Indikator Suka Menyala?

Apabila lampu indikator terus-menerus menyala, memang benar kalau ada yang tidak beres pada mobil milikmu. Untuk itu, mobilmu perlu dibawa ke bengkel untuk menjalani perbaikan. Adapun komponen yang sering diganti terkait kerusakan pada lampu indikator mesin, antara lain:

a. Control Valve Evaporative Emissions Purge

Berfungsi untuk menyimpan, menyaring, dan mentransfer uap. Uap ini merupakan campuran antara udara dan bensin yang sangat berguna selama proses pembakaran. Pada saat mesin dihidupkan, piston akan menghisap udara bersih untuk masuk ke bagian control valve. Selanjutnya akan diteruskan ke bagian selang. Control valve (purge) akan terbuka secara otomatispada saat laju atau rpm mobil berada di angka 3000 rpm.

b. Solenoid Evaporative Emissions Purge

Merupakan suatu komponen yang menggerakkan katup canister pada control valve yang secara otomatis terhubung ke rangkaian EFI. Komponen ini akan bekerja secara maksimal saat mobil melaju pada rpm tertentu.

c. Tutup tangki bahan bakar

Tangki bahan bakar berfungi untuk menampung bahan bakar (bensin) selama dalam perjalanan. Bagian tangki biasanya dilengkapi dengan tutup tangki yang berfungsi untuk menghalangi agar besin tidak bertumpahan.

d. Bagian thermostat

Berfungsi untuk mengatur buka tutup sirkulasi cairan pendingin pada mesin mobil. Thermostat ini akan otomatis terbuka ketika suhu di dalamnya telah mencapai 85 – 90 derajar Celcius. Pada saat suhu mesin kurang dari 85, maka thermostat akan tertutup agar suhu mesin mobil cepat mencapai batas optimal.

e. Busi

Bagian busi memiliki manfaat yang luar biasa dalam sistem kerja mesin mobil. Adapun manfaatnya, antara lain:

  • Sebagai pembakar mesin
  • Sebagai cadangan aki ketika aki sudah soak
  • Berguna untuk menghidupkan mesin mobil
  • Berguna sebagai penghasil listrik yang bentuknya dapat berupa percikan-percikan api
  • Menjaga mesin mobil agar tetap stabil

f. Catalytic converter

Berfungsi untuk menyaring hidrokarbon, berupa bensin yang belum atau tidak terbakar. Juga untuk menyaring polutan yang dihasilkan oleh mesin mobil.

g. Koil pengapian

Berfungsi untuk menaikkan tegangan listrik dari aki yang awalnya hanya belasan volt menjadi ribuan volt. Koil pengapian sanggup menaikkan tegangan listrik dalam waktu yang cukup singkat. Tegangan listrik yang dihasilkan nantinya akan disalurkan ke bagian busi untuk menghasilkan percikan api.

h. Sensor Mass Air Flow

Berfungsi untuk mengukur jumlah udara yang mengalir melalui throttle valve atau katup gas pada throttle body. Sensor Mass Air Flow ini banyak ditemukan pada mobil EFI.

i. Sensor oksigen

Bekerja untuk memeriksa emisi gas buang kendaraan dengan cara mengukur kandungan oksigen di dalam gas buang. Hasil dari pemeriksaan ini dapat dijadikan sebagai petunjuk apakah campuran bahan bakar pada mobil terlalu kurus atau terlalu gemuk.

Kesimpulan

Satu hal yang perlu diingat “jangan pernah mengendarai mobil ketika lampu indikatornya masih terus menyala. Kalau kamu melakukannya, kerusakan pada mobilmu mungkin akan bertambah parah. Tidak hanya lampu indikatornya saja, tapi juga bagian mesin mobil secara keseluruhan.”

Semoga artikel kali ini bermanfaat! Kalau kamu punya pertanyaan seputar mobil, mesin, dan bagian AC mobil, langsung saja tanyakan kepada kami. Kami siap menjawab semua keluhanmu dan berusaha semaksimal mungkin untuk membantu! Salam – Rotary Bintaro

Semoga bermanfaat.

Senang bisa berbagi.

Previous Post Seberapa Pentingkah Merawat Bagasi Mobil? Ini Dia Jawabannya!
Next Post Ban Mobil Sering Benjol? Ini Dia Penyebabnya!

Tinggalkan Balasan