Kenali Fungsi Air Radiator Mobil Berikut Ini!

Air radiator pada mobil berfungsi sebagai pendingin agar temperatur pada mesin mobil tetap stabil, terlebih lagi saat dalam perjalanan yang cukup jauh. Penggantian radiator mobil perlu dilakukan secara berkala bila jarak tempuh mobil sudah mencapai 40.000 km. Hal ini bertujuan untuk menghindari kerusakan pada mesin atau pada radiator itu sendiri. Baca juga penyebab kerusakan pada radiator mobil

Mengganti air radiator pada mobil produksi tahun 1990-an ke bawah sedikit lebih sulit jika dibandingkan dengan mobil jaman sekarang. Karena lubang pembuangan pada mobil tahun 90-an letaknya sangat tersembunyi. Alat yang digunakan untuk membuka radiator juga sulit untuk ditemukan, misalnya obeng plus.

Penggantian air radiator bisa dilakukan sendiri di rumah. Tapi, alangkah baiknya jika diserahkan langsung kepada teknisi Rotary Bintaro. Karena teknisi kami sudah mahir dalam proses bongkar pasang radiator. Alat-alat yang digunakan juga lebih lengkap, sehingga proses pengerjaan pun lebih cepat.

Air radiator yang akan biasa kami gunakan untuk mobil adalah water coolant. Kenapa water coolant? Karena kandungannya sangat bagus untuk menjaga radiator agar tetap awet dan tahan lama. Water coolant yang digunakan juga original bukan KW, sehingga Anda tidak perlu sanksi lagi.

Ciri-ciri water coolant yang digunakan untuk mobil Anda:

  • Tidak mengandung mineral ataupun logam yang dapat menyebabkan radiator menjadi berkerak
  • Tidak menyebabkan blok mesin menjadi keropos atau korosi
  • Memiliki tingkat kekentalan yang tinggi sehingga proses pendinginan mesin mobil jauh lebih maksimal
  • Tingkat didih water coolant yang digunakan lebih tinggi dibandingkan air biasa, sehingga dapat mengurangi terjadinya proses penguapan saat mesin mobil hidup

Proses Pengerjaan

Sebelum pembongkaran, radiator didinginkan terlebih dahulu selama 3 – 5 menitan agar tidak terjadi pengendapan kotoran di bagian bawah. Selanjutnya, membuka tutup radiator dan tutup bagian pembuangan. Agar nantinya kinerja radiator semakin bagus, maka radiator dibersihkan terlebih dahulu dengan menggunakan air jernih untuk menguras kotoran.

Selanjutnya mengisi radiator dengan water coolant. Lalu menutup radiator dan menghidupkan mesin mobil. Untuk meminimalkan celah udara, maka pedal gas akan diinjak hingga mencapai rpm 2000. Apabila yang keluar dari mesin mobil berupa semburan air, itu tandanya radiator sudah berfungsi kembali seperti sedia kala.

Radiator mobil tentu awet dan tahan lama jika mendapat perawatan secara rutin. Jika satu saat mobil bermasalah pada bagian radiator, langsung bawa ke bengkel mobil untuk mendapat perbaikan lebih lanjut.

Terima kasih karena sudah membaca artikel. Bila artikel ini bermanfaat, jangan lupa untuk like, comment, dan subscribe.

Semoga berguna.

Senang bisa berbagi.

Tinggalkan komentar