Mengenal Thermostat Lebih Jauh

Bagaimana Cara Agar Thermostat AC Mobil Awet?

Pada sebuah sistem pendingin, ada yang namanya thermostat. Fungsi dari thermostat ini sendiri yaitu untuk mengatur suhu dingin di dalam kabin, sehingga suhu mesin tetap stabil meskipun panasnya sudah mencapai 80 – 90 derajat Celcius. Kebayang kan kalau thermostat tidak ada, jelas mesin mobil kita akan terbakar, perjalanan kita pun akan terhenti di tengah jalan.

Thermostat memiliki ukuran yang kecil. Bentuknya menyerupai katup yang biasanya terbuat dari logam yang berbeda. Cara kerja thermostat juga sangat sederhana. Ketika suhu mesin melebihi suhu rata-rata, thermostat akan terbuka agar suhu mesin kembali netral. Ketika suhu mesin sudah netral, thermostat akan tertutup secara otomatis, begitu seterusnya.

Seperti yang kita tahu, kinerja dari mesin mobil otomatis akan menurun apabila mesinnya terlalu panas. Mengapa demikian? Karena mesinnya sudah terlalu berat sehingga tidak mampu untuk menarik beban dari mobil itu sendiri.

Mengenal Thermostat Lebih Jauh

1. Fungsi dari Thermostat

Secara garis besar, thermostat memiliki 3 fungsi utama yaitu:

  • Menahan Air Pendingin

Seperti sistem kerja ac pada umumnya, ac akan menghasilkan tetesan air selama ac tersebut bekerja. Tidak seperti ac rumah yang airnya dapat kita buang setiap kali penuh, air hasil kerja ac mobil akan terus bersikulasi di dalam mesin dan tidak dapat dikeluarkan kecuali dibawa ke bengkel. Lalu, gimana kalau air ac mobilmu terlalu banyak? Nah, disinilah thermostat akan bekerja. Dimana air hasil pendinginan akan ditahan di dalamnya sehingga tidak merembes ke bagian kabin.

  • Jalur Sirkulasi ke Radiator

Thermostat bekerja untuk menstabilkan suhu dingin di dalam kabin. Selain itu, thermostat juga sebagai komponen yang berfungsi sebagai jalur sirkulasi ke bagian radiator. Sehingga air pendingin dari mesin bisa mengalir ke radiator dan didinginkan di dalam radiator. Sirkulasi kerja dari thermostat ke radiator akan sering terjadi pada saat mesin mencapai suhu kerja.

  • Mempertahankan Suhu

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, adanya thermostat berguna untuk mempertahankan suhu di dalam mesin agar selalu berada pada batasan yang telah ditentukan.

2. Ciri-Ciri Thermostat yang Rusak

Seperti yang kita tahu, thermostat yang bermasalah akan mempengaruhi sistem kerja komponen ac mobil lainnya. Kalau memang thermostat sudah rusak, sebaiknya Anda ganti dengan thermostat baru agar kerusakan yang terjadi tidak merembes ke komponen lainnya.

Adapun ciri-ciri thermostat yang rusak, antara lain:

  • Kinerja Thermostat Sangat Lama

Buka tutup dari thermostat akan terjadi secara otomatis. Dimana thermostat akan terbuka saat suhu mesin sangat panas atau dingin, dan akan tertutup saat suhu mesin kembali normal. Nah, pada saat thermostat rusak, kinerja untuk menstabilkan suhu ini menjadi sangat lama dan membuat suhu di dalam radiator menjadi sangat dingin.

  • Mesin Overheating

Salah satu fungsi dari thermostat yaitu untuk menstabilkan suhu dari mesin mobil. Sehingga mesin terhindar dari namanya overheating. Pada saat thermostat rusak, suhu mesin mobil menjadi overheat yang berakibat pada keluarnya asap pada saat mesin sedang dioperasikan.

Mesin mobil yang overheating akan ditandai dengan menurunnya performa mobil saat sedang melaju, mesin terasa menggelitik sewaktu dibawa saat perjalanan jauh, suhu yang dihembuskan ac mobil tiba-tiba panas, dan warna oli yang mulai kecoklatan apabila overheat nya sudah terlalu parah.

  • Thermostat Macet

Macetnya thermostat dapat diketahui saat katup thermostat tidak membuka pada saat suhu mesin mencapai 90 derajat Celcius. Hal ini akan mengakibatkan sirkulasi ke radiator akan terhambat, sehingga hembusan ac mobil menjadi panas.

  • Boros Bahan Bakar

Bahan bakar akan mudah habis ketika thermostatnya rusak. Kenapa? Karena pada saat suhu mesin terlalu rendah, mesin membutuhkan bahan bakar yang lebih banyak agar suhunya kembali ke suhu kerja yang sesungguhnya. Jadi, biaya untuk bahan bakar akan dua sampai tiga kali lipat lebih banyak dibandingkan saat thermostat masih baik-baik saja.

Bagaimana Cara Agar Thermostat AC Mobil Awet?

Siapapun pasti mau kalau thermostat mobilnya bisa awet dan tahan lama. Agar keinginan tersebut dapat terwujud, ikuti tipsnya di bawah ini:

1. Rajin Menguras Radiator

Pengurasan pada air radiator sangat disarankan ketika jarak tempuh mobil sudah mencapai 40.000 km, berlaku kelipatan. Artinya pada saat jarak tempuh mencapai 80.000 km, 120.000 km, dan seterusnya, Anda diwajibkan untuk menguras air radiator dan memasukkan cairan pendingin yang baru ke dalam radiator.

Proses pengurasan dan penggantian air pendingin tidak terlalu sulit. Jadi, Anda dapat melakukannya sendiri di rumah tanpa harus membawa mobil tersebut ke bengkel.

2. Melakukan Penggantian Tutup Radiator

Setiap radiator dilengkapi dengan tutup radiator. Nah, pada tutup radiator terdapat sebuah karet seal yang berfungsi untuk merapatkan dan mengencangkan tutup radiator agar air pendingin di dalam radiator tidak merembes ke komponen lainnya.

Penggantian tutup radiator sebaiknya dilakukan setiap 4 – 5 tahun sekali. Karena pada usia seginilah kinerja tutup radiator dan karet seal­ nya mulai menurun sehingga penahanan terhadap air pendingin di radiator mulai melemah.

3. Memakai Water Coolant yang Berkualitas

Cairan pendingin atau water coolant yang berkualitas akan membuat thermostat awet dan tahan lama. Kinerja mesinnya juga lebih prima. Maka dari itu, pilihlah water coolant yang memiliki formula terbaik dan teruji kualitasnya.

4. Rajin Memeriksa Kipas Pendingin Radiator

Kipas pendingin juga perlu diperiksa agar mesin terhindari dari overheating. Kalau kipas pendinginnya mulai rusak, segera ganti dengan kipas pendingin yang baru agar sistem kerja dari radiator tetap maksimal.

5. Jangan Sembarangan Melepas Thermostat

Kita seringkali termakan mitos terkait mesin mobil. Salah satunya adalah mitos tentang thermostat. Dimana panas dinginnya suhu mobil tidak bergantung pada thermostat melainkan pada laju mobil itu sendiri. Oke, mulai dari sekarang, Anda tidak boleh lagi mempercayai mitos ini. Ingat, thermostat berfungsi untuk menetralisir suhu mesin mobil milikmu. Jika thermostat tidak ada, komponen apa yang akan mengatur sirkulasi air di dalam radiator? Oleh karena itu, kita dilarang untuk sembarangan melepas thermostat, kecuali pada saat penggantian thermostat yang baru.

Semoga bermanfaat.

Senang bisa berbagi.

Previous Post Kerusakan Yang Paling Sering Terjadi Pada Kondensor AC Mobil
Next Post Langkah-Langkah Memasang Filter Udara Pada Mobil Kesayangan

Tinggalkan Balasan