Penyebab Radiator Mobil Rusak atau Bocor

Yang Harus Dilakukan Agar Radiator Awet

Setiap barang tidak dapat terhindar dari namanya kerusakan. Sebaik apapun kita menjaganya, barang tersebut tetap akan rusak. Dijaga saja cepat rusak, gimana jadinya kalau sama sekali tidak dijaga? Otomatis barang tersebut lebih mudah rusak.

Kerusakan yang dibahas kali ini masih tetap seputar ac mobil, yaitu pada bagian radiator. Radiator memiliki peran yang sangat besar, baik untuk kendaraan roda dua maupun roda empat. Fungsi radiator ini sendiri sebagai pendingin mesin mobil agar terhindar dari namanya panas berlebih atau sering disebut overheat.

Kasus mesin mobil overheat seringkali kita temui belakangan ini. Kalau boleh memilih, ya tidak ada satupun dari kita yang mau mesin mobil kesayangan overheat, apalagi di tengah jalan ya. Agar hal ini tidak terjadi, Anda perlu merawat bagian radiator agar tidak mudah bocor. Sehingga Anda terhindar dari namanya “kemalangan” di tengah jalan.

Penyebab Radiator Mobil Rusak atau Bocor

1. Radiator Sudah Berumur

Setiap komponen dalam mobil memiliki umur ekonomisnya masing-masing. Untuk radiator sendiri, umur ekonomisnya berkisar 4 – 5 tahunan. Setelah masa ini berakhir, jangan heran kalau dinding radiator mulai terkikis secara perlahan. Akibatnya radiator akan mengalami keretakan dan kebocoran.

Agar performa radiator tetap oke, Anda perlu memperhatikan lama pemakaian dari radiator itu sendiri. Kalau ternyata radiator sudah berumur, silahkan ganti radiator lama dengan radiator baru. Harganya sangat bervariasi. Anda bisa menghubungi customer service kami untuk informasi lebih lanjut.

2. Tersumbatnya Saluran Output

Apakah Anda termasuk salah satu orang yang sibuk? Jika ya, jelas Anda tidak memiliki waktu untuk membersihkan radiator secara rutin. Sama seperti evaporator, radiator mobil juga rentan terhadap debu dan kotoran. Debu dan kotoran yang menumpuk dapat membentuk seperti gumpalan lumpur di dalam radiator, sehingga menghambat masuknya air ke bagian mesin mobil.

Tersumbatnya saluran output dapat menyebabkan pecahnya kepala radiator, air merembes ke komponen lainnya, dan meledaknya radiator. Oleh sebab itu, Anda perlu mengecek bagian radiator secara rutin. Periksalah bagian radiator setiap kali jarak tempuhnya mencapai 40.000 km. Karena pada jarak inilah air radiator mulai penuh.

3. Terkena Benda Asing

Jalanan di Indonesia tidak semuanya rata. Kondisi jalanan di beberapa daerah bahkan jauh dari kata bagus karena belum meratanya pembangunan. Kondisi jalanan yang buruk ini patut diwaspadai, apalagi batu-batu runcing dan kerikil-kerikilnya.

Sadar atau tidak, batu-batuan dan kerikil tersebut sering terlempar ke bagian radiator setiap kali melintasi jalanan yang rusak. Masuknya batu dan kerikil dapat memicu kebocoran pada bagian radiator. Apalagi kita tahu ya kalau komposisi dari batu dan kerikil sangat keras, sehingga sangat mudah menghancurkan dinding radiator.

Untuk memperbaiki dinding radiator yang bocor, Anda bisa membawa mobil ke bengkel. Bisa juga memperbaikinya sendiri di rumah dengan cara menambalnya menggunakan lem besi yang memiliki kualitasnya bagus.

4. Kualitas Radiator yang Masih Jelek

Penyebab radiator bocor yang terakhir yaitu karena kualitas water coolant atau air radiatornya yang jelek. Radiator yang diisi dengan air yang kualitasnya jauh di bawah rata-rata memiliki usia pemakaian yang lebih singkat. Tidak hanya itu, komponen di dalam radiator juga menjadi cepat rusak. Sebut saja bypass radiator yang kebanyakan terbuat dari plastik.

Yang Harus Dilakukan Agar Radiator Awet

Radiator rusak atau bocor akan menyebabkan tidak stabilnya sistem pendingin pada mesin mobil. Akibatnya mesin mobil kita sering mengalami overheat. Untung kalau overheat nya di rumah, kalau di tengah jalan, gimana? Kita sendiri pasti kelabakan untuk meminta bantuan kesana-kemari.

Agar radiator milikmu terhindar dari overheat, ini dia tips agar radiator awet.

1. Mengganti Air Radiator Secara Berkala

Air rentan terhadap kotoran, sama seperti air radiator. Kotoran yang ada di dalam radiator bahkan bisa mengendap membentuk gumpalan yang dapat menghambat saluran radiator ke mesin mobil. Untuk meminimalisir gumpalan atau endapan tersebut, Anda harus mengganti air radiator secara berkala.

Sebelum melakukan penggantian air radiator, Anda perlu menguras air radiatornya terlebih dahulu. Anda bisa melakukannya sendiri di rumah. Kalau mau aman, Anda bisa membawa mobil ke bengkel agar ditangani langsung oleh teknisi yang sudah berpengalaman.

2. Memastikan Selang Radiator Baik-Baik Saja

Selang radiator berfungsi untuk menghubungkan radiator ke mesin mobil sehingga mesin terhindari dari overheat. Kebanyakan selang radiator terbuat dari bahan karet tahan panas karena bagian ini sangat sering terkontaminasi dengan panasnya mesin. Meskipun begitu, karet ini tidak selamanya mampu menahan panas dari mesin mobil. Apalagi kalau mesinnya sering overheat ya. Otomatis selang radiatornya bisa terkikis secara perlahan dan akhirnya retak.

Apabila selang radiator retak, tidak ada lagi komponen yang dapat menetralisir panas. Akibatnya komponen lain juga pasti akan rusak. Agar hal ini tidak terjadi, Anda perlu memastikan kalau selang radiator baik-baik saja. Periksa keadaan selang radiator secara berkala. Kalau perlu, gantilah selang radiatornya jika sudah berumur.

3. Memeriksa Tutup Radiator

Setiap radiator memiliki seal atau karet pada bagian penutupnya. Fungsinya untuk mengencangkan bagian penutup radiator. Rusaknya tutup radiator dan seal akan menyebabkan sirkulasi air panas dari radiator ke bagian reservoir akan terhambat. Sehingga air panas tersebut akan dikirimkan kembali ke bagian mesin. Akibatnya suhu di dalam radiator dan mesin mobil meningkat secara perlahan.

Oleh sebab itu, sebaiknya periksa bagian tutup radiator secara berkala. Periksa juga apakah seal nya masih kenyal atau tidak. Kalau sudah rusak, terpaksa Anda harus menggantinya dengan yang baru.

4. Memeriksa Klem Selang Radiator

Klem selang radiator berfungsi untuk mengikat selang radiator dengan pilar radiator agar posisi keduanya tetap rapat. Apabila klem selang radiator mulai longgar, air radiator menjadi mudah merembes ke bagian mesin dan komponen ac lainnya. Akibatnya mesin dan komponen ac akan rentan terhadap kerusakan.

Oleh sebab itu, periksalah klem selang radiator secara rutin. Anda bisa memeriksa bagian klemnya bersamaan dengan tutup radiator, selang radiator, dan air radiator. Apabila klemnya mulai longgar, kencangkan ikatannya. Namun, jangan terlalu ketat sampai selang dan pilar radiator tidak bisa “bernapas”.

5. Memeriksa Kipas Pendingin Radiator

Namanya saja sudah kipas, jelas fungsinya untuk menetralisir panas. Pada mesin mobil, kipas radiator berguna untuk menghindari mesin dari namanya overheating. Kipas pendingin dapat bekerja secara otomatis setiap kali mesin berada pada suhu kerja yang sesungguhnya. Jadi, Anda dapat memastikan kipas pendingin bekerja atau tidak dengan melihat putaran kipasnya.

Demikianlah informasi mengenai penyebab radiator mobil rusak dan yang harus dilakukan agar radiator awet. Apabila radiator mobilmu rusak, segera ganti dengan radiator mobil baru. Kalau Anda menemukan gejala-gejala kerusakan pada radiator, silahkan hubungi kami untuk perbaikan lebih lanjut.

Semoga berguna.

Senang bisa berbagi.

Previous Post Langkah-Langkah Memasang Filter Udara Pada Mobil Kesayangan
Next Post Tanda-Tanda Pipa AC Mobil Mulai Membeku – Waspadai!

Tinggalkan Balasan