Bahayakah Mematikan Mesin Mobil Secara Tiba-Tiba?

Gimana Tahap Mematikan Mesin Mobil yang Benar?

Tak ada manusia yang sempurna, ya begitulah kenyataannya. Siapapun pasti punya kekurangan dan sifat negatif, tak terkecuali Anda yang sedang baca artikel ini. Ada banyak hal sepele yang sering kita hiraukan, termasuk cara mengemudi yang baik dan benar. Kita sering berpendapat kalau mengemudi itu ya gitu-gitu saja, yang penting taat rambu lalu lintas, membawa surat-surat mengemudi yang lengkap, semuanya pasti aman.

Eitss, jangan salah. Cara mengoperasikan mesin mobil juga penting diperhatikan. Apabila mesin mobil dioperasikan secara asal-asalan, bisa-bisa si pengemudi malah kecelakaan di tengah jalan. Tidak maukan hal  buruk menimpamu di tengah jalan?

Pada dasarnya, mengoperasikan mesin mobil bukan hanya tentang menyalakan mesinnya. Namun, juga cara mematikan mesinnya. Beberapa dari kita sering mematikan mobil secara tiba-tiba. Alasannya? Entah karena terburu-buru, malas, atau karena sifat kurang sayang pada barang sendiri. Sadar atau tidak, hal inilah yang memicu kerusakan pada mesin mobil milikmu. Servis rutin yang Anda lakukan setiap bulan juga tak akan berguna kalau mematikan mobil saja tidak pernah benar. Servis mobi? Hanya buang-buang uang saja. Kalau mau mesin mobil tetap awet dan tahan lama, silahkan rubah kebiasaan burukmu menjadi kebiasaan baik agar mesin senantiasa terjaga.

Bahayakah Mematikan Mesin Mobil Secara Tiba-Tiba?

Sebelum kami menjawab pertanyaan ini, coba tanyakan pada diri Anda. “Apakah mematikan mesin mobil secara tiba-tiba itu berbahaya?” Sudah menemukan jawabannya? Oke, kami setuju dengan jawaban Anda. Ya! Mematikan mesin mobil secara tiba-tiba akan menimbulkan kerusakan pada mesinnya sendiri. Kerusakan tersebut terjadi karena pergerakan mesin yang tadinya kencang, tiba-tiba berhenti secara mendadak. Ibaratkan ketika Anda berlari kencang, tiba-tiba berhenti karena tersandung batu.

Kerusakan juga bertambah parah jika mesin tersebut jarang diberi pelumas. Pemberian pelumas pada mesin mobil sama halnya saat kita mengisi perut yang keroncongan. Kalau kita tidak makan, otomatis kita kehabisan tenaga. Beraktivitas pun jadi tidak bersemangat. Mesin mobil juga demikian, pelumas itu ibaratkan sebuah makanan lezat bagi mesin-mesin. Gunanya untuk meremajakan mesin mobilmu agar tetap gahar. Apalagi saat mobil mendadak mati, tekanan pelumasnya akan menurun drastis. Sayangnya, turunnya tekanan pelumas ini tidak diikuti dengan pergerakan mesin. Sehingga bagian pistonnya akan mengembang, kemudian aus dan akhirnya rusak.

Agar piston dan bagian mesin yang lain tidak rusak, mulailah untuk memperbaiki teknik dan caramu mengemudikan mobil. Hindari mematikan mesin mobil secara mendadak. Kalaupun mobilmu ingin berhenti, turunkan kecepatannya lebih dulu agar mesinnya juga tidak terkejut saat hendak dimatikan. Untuk lebih amannya lagi, bawalah mobil dengan kecepatan standart. Saat Anda ingin mematikan mobil secara mendadak pun, mesinnya tidak akan “terlalu terkejut”.

Gimana Tahap Mematikan Mesin Mobil yang Benar?

Kalau mematikan mobil secara tiba-tiba itu salah, lalu bagaimana cara mematikan mobil secara benar? Daripada Anda bertanya-tanya, ikuti langkah mudahnya di bawah ini:

  • Kalau Anda ingin mematikan mesin mobil, kurangi kecepatan (rpm) nya lebih dulu. Misalnya 60 km / jam menjadi 20 km / jam. Intinya, kecepatan mobil harus turun secara bertahap. Kalaupun jarak yang dituju sudah sangat dekat, alangkah baiknya jika Anda langsung memijak “rem” secara cakram. Tapi, Anda harus tetap berhati-hati, soalnya memijak rem cakram menyebabkan hempasan yang sangat kencang. Jaga jarak Anda dari setir kemudi dan kaca mobil agar anggota tubuh aman dari antukan keras
  • Setelah kecepatan mobil berkurang, tunggu 2 – 3 menit agar mesin mobil kembali stabil dari pijakan rem cakram tadi. Lalu, parkirkanlah mobilmu di tempat yang teduh dan aman dari serangan matahari langsung. Karena pantulan cahaya matahari bisa membuat mesin mobil cepat panas selama diparkirkan
  • Langkah selanjutnya yaitu mematikan ac. Beberapa pengemudi lebih suka mematikan mesin lebih dulu, baru mematikan ac nya. Padahal, ac tersebut secara otomatis akan mati apabila mesin mobil dimatikan. Apabila dulunya Anda lebih suka mematikan mesin lalu ac mobil, berubah ya. Hal ini akan menyebabkan rusaknya bagian kompresor ac akibat adanya hentakan mendadak pada saat mobil dimatikan
  • Setelah ac mobil benar-benar mati, selanjutnya matikan mesin mobil Anda. Sebelum pergi meninggalkan mobil, ceklah semua komponen pada mobil dengan seksama, terutama pada bagian mesin-mesinnya. Kadang-kadang, ada beberapa komponen mesin yang masih menyala meskipun mesinnya sudah dimatikan. Kalau hal ini dibiarkan, bisa-bisa hal-hal yang tidak diinginkan akan terjadi pada mobilmu. Misalnya, aki mobil jadi rusak ketika mobil pada saat mobil dinyalakan kembali
  • Pedoman mematikan mobil terakhir yaitu mematikan bagian audio. Ketika audio mobil masih hidup saat mobil dimatikan, kemungkinan besar audionya akan rusak saat mobil dinyalakan kembali. Tidak hanya itu, beberapa bagian mesinnya juga rusak. Kenapa hal ini bisa terjadi? Audio mobil secara otomatis tersambung ke bagian aki. Pada saat bagian audio dinyalakan, muncul hentakan yang cukup keras dari dalam audio karena tekanan dari volume suaranya. Tekanan inilah yang dapat membuat aki rusak dan sama sekali tidak dapat digunakan lagi

Kesimpulan

Gimana? Sudah tahu kan bahaya apa saja yang ditimbulkan saat mematikan mobil secara mendadak? Kalau sudah tahu, jangan biasakan dirimu untuk melakukannya terus-menerus ya. Jangan lupa juga untuk mengikuti langkah yang benar ketika mematikan mesin mobil. Dengan langkah yang benar, dijamin deh mesin mobil akan lebih awet dan tahan lama. Jangan lupa juga untuk melakukan perawatan mobil secara rutin. Bawalah mobil Anda ke “salon” setidaknya satu kali dalam sebulan untuk meremajakan mesin-mesinnya yang mulai tua.

Semoga bermanfaat.

Senang bisa berbagi.

Previous Post Pengen Mobil Ganteng Setiap Saat? Ikuti Tips Mudah Mengkilapkan Mobil
Next Post 7 Langkah Mudah Mengukur Tekanan Freon AC Pada Mobil Pribadi

Tinggalkan Balasan