Membeli dan Merawat Mobil Bekas Saat PSBB Corona

Tips membeli mobil bekas karya christoph-peich

Share :

Membeli dan Merawat Mobil Bekas Berkualitas

Hai #SahabatRotary

Ingin membeli mobil bekas selama PSBB karna corona?

Simak dulu ya …

Anjlok 22% Penjualan Mobil di Tengah Corona

Penjualan mobil khususnya secara retail (penjualan dari dealer ke konsumen langsung) mengalami penurunan drastis pada Maret 2020. Di tengah pandemi virus corona penjualan mobil secara retail pada bulan Maret 2020 anjlok hingga 22,4% dibandingkan dengan bulan Februari 2020.

Retail sales menggambarkan penjualan secara langsung ke konsumen yang artinya mobil sudah dikirim ke garasi konsumen. Angka retail sales mobil berbeda dengan wholesales atau distribusi dari pabrik ke dealer. Data wholesales pada bulan Maret 2020 mengalami penurunan sebesar 3,5% dibandingkan dengan bulan Februari 2020.

Menurut data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil secara retail pada bulanMaret 2020 tercatat hanya sebanyak 60.447 unit. Angka itu turun drastis hingga 22,4% dari 77.847 unit pada bulan sebelumnya.

Seperti diketahui, pada bulan Maret 2020 beberapa wilayah di Indonesia mulai menerapkan kampanye jaga jarak sosial atau social distancing. Beberapa perkantoran sudah ada yang menerapkan kerja dari rumah atau work from home (WFH) sejak bulan Maret 2020. Sedikit banyak pembatasan sosial itu mempengaruhi penjualan mobil.

Penjualan bulan Maret 2020 dibandingkan dengan bulan Maret 2019 selisihnya pun lumayan jauh. Kalau dibandingkan bulan Maret 2019, penjualan mobil pada bulan Maret 2020 anjlok hingga 33,9%. Data Gaikindo mencatat, pada bulan Maret 2019 penjualan mobil mencapai 91.430 unit.

Kontribusi penjualan mobil sepanjang kuartal pertama 2020 (Januari-Maret) juga lebih sedikit ketimbang kuartal pertama 2019. Total selama tiga bulan pertama 2020, penjualan mobil secara retail hanya 219.361 unit. Angka itu turun 15,9% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu yang mencapai 260.804 unit.

Gaikindo sendiri telah mengoreksi target penjualan mobil 2020. Perkiraan penjualan mobil oleh Gaikindo pada tahun 2020 turun 40%. Sebelumnya, Gaikindo menargetkan penjualan mobil sebanyak 1,1 juta unit tahun ini. Tapi, karena virus corona menyerang, target itu turun menjadi hanya 600.000 unit tahun ini.

Itu artinya penjualan mobil tahun 2020 bakal menyentuh angka terendah dalam 10 tahun terakhir. Mengulik data Gaikindo, penjualan otomotif di Indonesia mencapai sekitar 1 juta unit mulai tahun 2012 hingga 2019. Target penjualan mobil 2020 hanya 600.000 unit, lebih rendah dibandingkan penjualan mobil 2010 sebesar 31.292 unit.

Menurut Ketua I Gaikindo, Jongkie D. Sugiarto, pihaknya memprediksi penjualan mobil pada bulan April hingga Juni atau  Juli akan anjlok drastis. Dia memprediksi penjualan mobil selama bulan April sampai Juni atau Juli diperkirakan hanya mencapai 100.000 unit. Padahal penjualan mobil normal bisa di angka 80.000 sampai 90.000 unit per bulan.


Tidak hanya berpengaruh ke penjualan mobil Indonesia, dunia pun terkena dampaknya.

Penjualan Mobil Dunia Diprediksi Turun 20% Lebih Anjlok

Prediksi penjualan mobil secara global semakin anjlok. Industri otomotif global diperkirakan akan mengalami penghentian permintaan mobil baru karna diserang pandemi virus corona (COVID-19).

Sebelumnya, IHS Markit memperkirakan penjualan mobil secara global turun lebih dari 12% dari 89 juta unit pada 2019 menjadi 78,8 juta unit di tahun ini. Namun, prediksi terbaru dari LMC Automotive, seperti diberitakan Reuters, penjualan mobil secara global anjlok lebih dalam lagi, hingga lebih dari 20%.

Baca Juga :  Service Mobil Bekas di Bengkel

“Produksi kendaraan global sekarang diprediksi akan turun lebih dari 20% menjadi sekitar 71 juta pada 2020 sebagai hasil dari pandemi Convid 19,” sebut LMC Automotive.

Itu artinya akan terjadi penurunan tajam pada penjualan mobil tahun 2020. Tahun ini, diperkirakan penjualan mobil dunia berkurang 19 juta unit dibanding tahun lalu. Menurut LMC Automotive, proyeksi tersebut bisa anjlok lebih dalam lagi tergantung seberapa cepat pasar otomotif utama di dunia pulih dan bangkit dari situasi pandemi COVID-19.

Di Indonesia, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) memprediksi penjualan mobil tahun ini turun hingga 40%. Target penjualan mobil yang semula bisa mencapai 1,1 juta unit tahun ini dikoreksi hingga hanya 600.000 unit.

Ketua I Gaikindo, Jongkie D. Sugiarto mengatakan, pukulan virus Corona terhadap industri otomotif sangat terasa mulai Maret terutama pekan ketiga dan keempat. Dia memprediksi, penjualan mobil pada bulan April dan beberapa bulan ke depan akan anjlok.

April ke depan ini akan terjadi penurunan sangat signifikan,beberapa pabrik mengurangi jam kerjanya, mengurangi jumlah karyawan, mengurangi produksinya dan lain-lain karena mempunyai alasan-alasan sendiri yang bisa  dimengerti tentunya, misalnya stok sudah cukup, misalnya bahan baku tidak tersedia karna supply kurang, Sebut Jongkie  beberapa waktu lalu.

Bahwa Gaikindo menargetkan penjualan mobil sebanyak 600.000 unit,yang merupakan penjualan terendah selama 10 tahun terakhir. Mengulik data Gaikindo, penjualan otomotif di Indonesia mencapai sekitar 1 juta unit mulai tahun 2012 hingga 2019. Target penjualan mobil 2020 yang hanya 600.000 unit  lebih rendah dibandingkan pencapaian penjualan kendaraan pada 2010 yang mencapai 731.292 unit

Beberapa pabrik mobil di Indonesia juga ditutup sementara. Aktivitas produksi dihentikan beberapa waktu karena mengikuti anjuran pemerintah terkait Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) hingga kekurangan pasokan komponen kendaraan yang dibutuhkan.

China, yang merupakan salah satu negara pertama yang terjangkit virus Corona dan menjadi pasar otomotif terbesar di dunia kini telah memulai kembali sebagian besar pabrik mobilnya. Kini, LMC Automotive memprediksi penurunan penjualan mobil di China hanya 12% tahun ini.


Karena itu, kita perlu paham bagaimana …

… Strategi Jual Mobil Bekas Akali Minim Pembeli di Tengah Pandemi Corona

Untuk bisa bertahan di tengah pandemi virus Corona bukan perkara mudah bagi para pengusaha mobil bekas. Strategi tepat harus benar-benar diterapkan, agar bisa melalui pandemi virus Corona dengan mulus.

Strategi yang dilihat  adalah apa yang menjadi penyebab turunnya market. Sebenarnya ada 2 hal yang buat market (penjualan mobil-Red) menjadi turun. Satu, karena kesulitan ekonomi yang membuat daya beli menjadi berkurang. Kedua, karena ada pembatasan mobilisasi orang, seperti Social Distancing atau Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Salah satu cara atau strategi yang dilakukan adalah jemput bola ke konsumen. Yakni dengan membawa unit ke rumah calon pembeli.

Kalau yang pertama, yaitu persoalan ekonomi yang membuat daya beli menjadi berkurang. Kita tidak bisa berbicara apa-apa, tapi kalau di mobil88 kami masih mencoba melayani dan berharap dari pembatasan mobilisasi itu atau perihal kedua yang membuat penurunan market mobil bekas.

Jadi saat masyarakat tidak bisa bergerak, kita coba layani showing di rumah konsumen. Ini tidak pernah ada sebelumnya. Konsumen tinggal menunggu di rumah mobil datang dan diperlihatkan, konsumen pun bisa langsung test drive. Mereka mau mobil apa, tinggal lihat di website kami, akan kami antar ke rumah tanpa booking fee.

Selama alamatnya jelas akan kita perlihatkan unitnya, kalau mereka cocok mereka bisa langsung transfer, mobil akan kita tinggal. Dan selama pandemi virus Corona banyak yang melakukan cara ini, dan hampir semuanya melakukan pembayaran secara cash.

Fischer juga memastikan konsumen yang pengen memiliki kendaraan dari Mobil88 di tengah pandemi virus corona juga bisa melakukan pembelian secara kredit.

Baca Juga :  Aki Sudah Soak Meskipun Mobil Jarang Digunakan?

Kalau untuk yang kredit? Saat ini sedikit mengalami penurunan atau banyak penurunan. Karena daya beli turun, yang kebanyakan terdampak akan penurunan daya beli itu ada di segmen pasar middle low.

Penurunan yang melakukan pembelian mobil secara kredit bisa mencapai angka 20 persen. Tapi kalau ada yang ingin pesan mobil ke kami, bisa kami datangkan orang leasing atau orang leasing yang datang terlebih dahulu untuk survei ke rumah pembeli. Baru kita datang membawa mobilnya, karena transaksi bisa lebih cepat dan orang tidak mondar-mandir. Karena memang masyarakat belum boleh banyak melakukan aktivitas di luar rumah.


Kalau sudah paham dengan cara kerja penjualan mobil bekas,

selanjutnya berikut 10 Merek Mobil Terlaris Indonesia di Tengah Pandemi Corona, untuk menjadi pertimbangan.

Penjualan Mobil khususnya secara retail (penjualan dari dealer ke konsumen langsung) mengalami penurunan drastis pada bulan Maret 2020. Di tengah pandemi virus corona (COVID-19), penjualan mobil pada bulan Maret 2020 anjlok hingga 22,4% dibandingkan dengan bulan Februari 2020.

Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menyatakan , penjualan mobil secara retail (dari dealer ke konsumen) pada Maret hanya 60.447 unit . Angka itu turun dari 77.847 unit bulan Februari

Sementara data penjualan wholesales (distribusi dari pabrik ke dealer), angkanya turun 3,5% dari 79.601 unit pada Februari menjadi 76.800 pada Maret 2020.

Pandemi virus Corona (COVID-19) diyakini menjadi salah satu pemicu penurunan penjualan mobil pada Maret 2020.

Gaikindo telah mengoreksi target penjualan mobil 2020. Perkiraan Gaikindo ,penjualan mobil pada tahun 2020 turun menjadi 40%. Sebelumnya, Gaikindo menargetkan penjualan mobil sebanyak 1,1 juta unit tahun ini. Tapi, karna virus corona menyerang, target itu turun menjadi hanya 600.000 unit tahun ini.

Sementara itu, di tengah situasi pandemi COVID-19, ada beberapa merek mobil terlaris.Ratusan hingga ribuan unit mobil baru dijual ke pasar. Apa saja?

Berikut 10 mobil merek terlaris berdasarkan data retail sales (penjualan dari dealer ke konsumen) Maret 2020:

1. Toyota 17.787 unit
2. Daihatsu: 10.946 unit
3. Honda: 10.657 unit
4. Suzuki: 7.161 unit
5. Mitsubishi Motors: 5.450 unit
6. Mitsubishi Fuso: 2.473 unit
7. Isuzu: 1.528 unit
8. Hino: 1.245 unit
9. Wuling 838 unit
10. Nissan 602 unit.

Sedangkan di bawah ini data wholesales (distribusi dari pabrik ke dealer) periode Maret 2020:

1. Toyota: 26.191 unit
2. Daihatsu: 18.162 unit
3. Honda: 12.068 unit
4. Mitsubishi Motors: 7.582 unit
5. Suzuki: 5.085 unit
6. Mitsubishi Fuso: 2.777 unit
7. Isuzu: 1.325 unit
8. Hino: 1.168 unit
9. Nissan: 600 unit
10. Wuling: 384 unit.

Baca Juga :  Apa Perbedaan Bengkel AC Mobil Resmi dan Tidak Resmi?

Itu tadi daftar-daftarnya

Begini Perawatan Setelah Beli Mobil Bekas untuk Cegah Corona

Merebaknya virus corona atau Covid-19, ternyata berdampak pada peningkatan pembeli mobil bekas di Ibu Kota, terutama untuk tipe LCGC. Hal ini bisa terjadi karna masyarakat mulai khawatir tertular virus Covid-19 saat naik kendaraan umum, sehingga memutuskan membeli kendaraan dengan harga yang terjangkau.

Namun, setelah membeli mobil bekas ada baiknya pembeli lakuin perawatan terlebih dahulu. Pasalnya, mobil yang sudah lama didiamkan di dalam showroom biasanya akan mengandung banyak bakteri dan virus.

Owner Vertue Concept, Edy, mengatakan, membersihkannya usai membeli mobil bekas merupakan suatu tindakan preventif agar virus dan bakteri pada mobil bekas tidak menyebar. “Sebaiknya setelah membeli mobil bekas pemilik  langsung lakuin perawatan fogging, karna biasanya yang udah lama didiamkan di dalam ruangan pasti akan lembab, otomatis akan timbul jamur, dan buat virus menyebar dengan gampang. Selain itu udara yang lembab juga tidak bagus ketika terhirup.

Mobil yang lama didiamkan didalam ruangan dinilai memang lebih banyak memiliki virus dan bakteri, ketimbang mobil yang sering digunakan dan terpakir di bawah sinar matahari.

Fogging memang merupakan perawatan terbaik untuk membunuh virus di mobil. Selain aman, perawatan ini juga sudah dilengkapi alat yang bernama hygiena sebagai tolok ukur seberapa banyak virus baik sebelum dan sesudah dibersihkan. “Setiap mobil itu memiliki kasus berbeda, kadang ada mobil yang memiliki 4.000 virus di dalamnya ketika sudah di fogging jadi tinggal 20 atau bahkan tinggal 1.

Ada yang total bakteri hanya 70, ketika di fogging menjadi tinggal 9,” ujarnya. Edy menambahkan, untuk virus dan bakteri pada mobil memang tidak bisa 100 persen hilang, namun dengan menggunakan fogging setidaknya sudah bisa membuat mobil jauh lebih bersih dan mengurangi risiko penyebaran virus.


Itu pencegahan corona secara umum pada mobil bekas, selanjutnya begini Cara Membunuh Virus pada Bagian Interior Mobil bekas atau baru

Salah satu bagian penting yang harus dirawat, demi kenyamanan ketika berkendara, yaitu membersihkan kabin mobil. Saat interior mobil kotor, maka dengan gampang menjadi sarang virus, bakteri dan serangga. Kondisi ini tentunya akan buat kenyamaan ketika berkendara menjadi terganggu. Belum lagi, belakangan ini ramai muncul berita seputar penyebaran virus corona.

Hal ini buat masyarakat dunia panik dan berusaha untuk selalu menjaga kebersihan diri sendiri, bahkan tidak terkecuali untuk mobil kesayangan mereka.

Perawatan untuk mobil yang bisa membunuh virus bakteri dan kuman, yaitu dengan cairan pembersih interior.Sebut Presiden Direktur XTO Car Care, Christopher Sebastian.

Pembersih dapat menggunakan pembersih baik berupa foam atau cairan. Pemilik mobil tinggal menyesuaikan pada keterangan pada kemasan, sesuai dengan kebutuhan,”sebut Christopher kepada Kompas.com, Sabtu (14/03/2020)

Pembersihan harus dilakukan dengan rutin agar kuman atau debu tidak semakin menempel. Namun,disarankan, sebaiknya kendaraan tetap lakuin perawatan fogging secara rutin. Untuk setidaknya car fogging bisa meminimalisir karna memiliki kandungan antiseptik untuk membunuh bakteri virus dan kuman,” Sebut Christopher.

AC mobil mu sudah dingin, nyaman, dan sehat?Booking Service
Yakin sudah bebas dari bakteri / virus?
Sudah atau belum tahu, silahkan klik disini untuk kita bantu.
Seneng bisa berbagi.
Pasti bermanfaat.

Share :

No comment

Leave a Reply

WeCreativez WhatsApp Support
Tim Support kami disini untuk menjawab pertanyaan Anda, Silahkan bertanya :)
👋 Hi, Apa yang bisa kami bantu?