Hai #SahabatRotary! Peran AC mobil sangat penting dalam menciptakan suasana nyaman.  AC atau air conditioner berperan sebagai sistem pendingin di dalam mobil.  Keberadaan AC juga dapat meningkatkan produktifitas pengendara, meskipun cuaca di luar kabin sedang panas-panasnya. Karenanya, kita pasti akan sangat kesal saat AC mobil terasa panas.  Kita akan mulai memeriksa dan menerka-nerka, nih, kira-kira apa penyebab panasnya AC mobil kita.  Meski pada akhirnya masalah tersebut hanya bisa diselesaikan oleh teknisi di bengkel AC mobil Fatmawati.  

Kebalikan dari kondisi AC yang nggak banget kalau panas, mesin mobil justru harus sering-sering dipanaskan, agar terjaga performanya. Memanaskan mesin mobil wajib diakukan sebelum kita mulai tancap gas.     

Manfaat Memanaskan Mesin Mobil

Saat mesin mobil mati, ternyata listrik dari aki tetap mengalir ke beberapa bagian mobil, seperti alarm ataupun jam digital.  Karenanya, daya aki terus berkurang dan lama kelamaan akan habis. Apalagi jika terjadi kebocoran arus listrik, daya aki akan semakin cepat habis.  

Karenanya, jika mobil tak pernah dipakai dan dipanaskan, potensi aki habis sangat besar, sehingga mobil akan sulit di starter.  Untuk menghidupkan mobil, perlu upaya lebih keras dan aliran listrik (setruman) agar normal kembali. Hal ini diungkapkan oleh Agustono Santoso, Manajer Promosi Yuasa Baterai Indonesia.    

Ia menambahkan, pada kendaraan mobil, tersedia alternator yang berfungsi mengisi ulang daya listrik ke aki.  Alternator berfungsi saat kendaraan berjalan. Memanaskan mesin dengan menekan pedal gas hingga tekanan 2.000 rpm juga dapat mengaktifkan fungsi alternator.  Pedas gas perlu ditekan selama 1 hingga dua menit, karena jika mesin hanya dinyalakan dan didiamkan tidak akan membuat alternator bekerja.   

Aki hanya dapat menampung listrik dengan kapasitas penyimpanan selama lima hari.  Jika kita tidak ingin menggunakan mobil dalam waktu lama, disarankan untuk memanaskan dan mengaktifkan alternator setiap 3 hari sekali.  Mendiamkan kendaraan dalam waktu yang lama dan sering akan berpengaruh buruk pada kondisi aki. Hal ini juga disampaikan oleh teknisi bengkel AC mobil Fatmawati.  

Selain menjaga kondisi aki mobil, memanaskan mesin secara teratur sebenarnya menghindarkan komponen mesin dari kondisi aus.  Saat mesin mati, pelumas atau oli mengendap di bagian bawah panci oli dan akan mengalir naik ke seluruh komponen saat mesin dihidupkan.  Proses ini tidak memerlukan waktu lama, hanya satu menit waktu yang diperlukan oli untuk bersirkulasi. Meski demikian, proses ini seringkali diabaikan karena pengemudi terburu-buru.

Sebenarnya saat mobil dimatikan, masih terdapat pelumas yang tersisa dan mengikat komponen mesin.  Hal ini terjadi jika kita menggunakan pelumas yang sesuai dengan aturan dari pabrikan mobil. Jika tidak, tentu akan terjadi kondisi aus.  Karenanya amat penting untuk memancing kembali pelumas agar bekerja optimal dengan cara memanaskan mobil walau hanya 1 menit.  

Bagi pemilik kendaraan keluaran terbaru yang telah dilengkapi dengan teknologi ECU (Electronic Control Unit), memanaskan mobil bukanlah hal yang terlalu wajib.  Sebab teknologi ini dapat mengatur kebutuhan bahan bakar dan udara sehingga proses pembakaran lebih optimal. Jika bertujuan untuk menaikkan suhu hingga optimal untuk pembakaran, pemilik mobil berteknologi ECU tidak perlu melakukannya.  Meski demikian, pemilik mobil tetap harus memanaskan mobil sekitar 1 menit sebelum mulai berjalan.  

Berbeda dengan jika kita masih menggunakan mobil edisi lama, yakni jenis mobil yang masih menggunakan karburator.  Memanaskan mesin mobil adalah hal yang penting untuk dilakukan. Tidak perlu terlalu lama seperti 5 hingga 10 menit, cukup 2 atau 3 menit saja.  Selain itu perlu diperhatikan proses pemanasannya. Jangan dilakukan di dalam garasi mobil sebab udara yang keluar akan berefek buruk bagi penghuni rumah.  

Setelah selesai memanaskan mesin, mulai jalankan mobil dengan perlahan.  Terutama saat mengeluarkannya dari garasi dan di jalanan komplek. Menggunakan kecepatan normal pada kendaraan akan membuat mobil lebih seimbang.  Saat dalam posisi berjalan pelan, perlu sesekali kita menekan pedal gas dengan cukup dalam bersamaan dengan menginjak kopling. Hal ini dilakukan untuk menggeber mesin yang bertujuan agar kotoran dan kerak di dalam mesin terdorong keluar.  Lakukan hal ini sesekali dalam rentang waktu satu minggu.  

Manfaat lain dari memanaskan mesin adalah menghindari kebocoran kompresi.  Para desainer mesin mobil sengaja menciptakan komponen mesin yang tidak presisi, sehingga dihasilkan celah antar komponen.  Celah ini akan berkurang saat mesin dalam kondisi panas hingga dihasilkan kondisi presisi. Karenanya pemanasan dapat meminimalisir terjadinya kebocoran kompresi.  

Efek dari kompresi mesin bocor adalah tekanan kompresi terhadap mesin akan turun.  Akibatnya temperature di dalam mesin tidak mampu melakukan pembakaran udara dan bahan bakar dengan sempurna.  Proses pembakaran yang tidak sempurna akan menghasilkan tenaga yang tidak optimal.  

Tak hanya tenaga mesin yang berkurang, proses pembakaran yang bermasalah tersebut membuat mesin lebih boros bahan bakar.  Sebabnya adalah saat kondisi mesin dingin, suplai yang diperlukan harus lebih besar agar terjadi proses pembakaran. Indikator suhu mobil dalam posisi normal adalah ketika jarum indikator telah berada di posisi tengah (1/2).  Setelah suhu ideal mesin tercapai barulah kita dapat menjalankan mobil dengan pelan.

bengkel ac mobil fatmawati

Baca Juga: AC Mobil Kadang Panas Kadang Dingin

Menghindari Penyebab AC Panas

Jika mesin mobil diharuskan panas terlebih dahulu agar bisa berjalan normal, AC sebaliknya.  Teknisi bengkel AC mobil Fatmawati menjelaskan bahwa kita harus berupaya menjaga kondisi AC agar tidak panas.  Sehingga kita dapat melakukan perjalanan dengan nyaman.  

Beberapa hal ini adalah masalah yang menyebabkan AC mobil kita tidak berfungsi optimal.  Bisa saja AC tetap hidup dan mengeluarkan angin tetapi suhu di dalam kabin tetap panas atau proses pendinginan berjalan lambat.  Teknisi bengkel AC mobil Fatmawati menjelaskan penyebabnya adalah:

  1. Jumlah freon berkurang atau habis. Hal ini disebabkan oleh kebocoran pada sistem AC.  Kebocoran AC umum ditemukan pada karet seal di sambungan pipa dan selang. Kita dapat mengecek kondisi freon melalui kaca di filter AC saat mesin hidup.  Jika freon berbusa makan tandanya freon AC mobil kita telah habis. Penyebab lain yang berhubungan dengan freon adalah masalah pada kompresor AC yang menyebabkan tekanan freon berkurang.  Jika kondisi ini kita biarkan berlarut ada kemungkinan AC mobil kita akan jebol.    
  2. Evaporator tidak berfungsi dengan maksimal.  Evaporator adalah komponen yang mengubah freon menjadi gas dingin di dalam sistem AC.  Jika evaporator tidak berfungsi dengan baik, tentu AC juga tidak menghasilkan udara dingin.  Masalah ini bisa disebabkan oleh debu yang menyumbat evaporator. Hal ini terjadi jika kita jarang membersihkan filter AC.  

Dua hal diatas merupakan penyebab paling sering AC mobil menjadi panas.  Karenanya saat melakukan perbaikan di bengkel AC mobil Fatmawati kita pasti diingatkan untuk sering membersihkan filter.  Juga disarankan untuk menggunakan freon yang berkualitas tinggi agar tidak merusak AC.