Hai #SahabatRotary!

Kecelakaan merupakan hal yang tidak terduga. Banyak hal yang bisa menyebabkan  kecelakaan di jalan. Salah satunya, yang paling sering terjadi, adalah pecah ban. Menurut survei, pecah ban menjadi penyebab terbesar terjadinya kecelakaan mobil di jalan tol, loh!

Menurut data yang diperoleh dari asosiasi jalan tol, terjadi 1.135 kecelakaan di jalan tol pada tahun 2018.

Sebagian besar penyebab kecelakaan itu disebabkan oleh pengemudi yang mengantuk, mobil yang mengalami pecah ban, dan rem blong.

Untuk itu, sebagai pemilik mobil, janganlah  bersikap ‘cuek’ dengan kondisi mobil kita. Jangan malas untuk selalu merawat kendaraan. Jika mobil dalam kondisi prima, kecelakaan pun dapat dicegah. Rutinlah melakukan pemeriksaan terhadap kondisi ban kita, jangan sampai kondisinya tidak layak pakai.

Selain ban mobil, hal yang tidak boleh tertinggal untuk dicek adalah, AC mobil. Yep, AC mobil juga harus diperhatikan untuk kenyamanan ketika kita berkendara. Jika AC mobil rusak, kita bisa mengunjungi bengkel AC mobil Kalideres.

bengkel ac mobil kalideres

Baca juga: Bengkel AC Mobil Margonda: Rem Mobil Blong? Atasi Dengan Tips Ini

So, kembali ke urusan ban pecah. Untuk mencegah terjadinya hal ini, ada beberapa hal yang harus diperhatikan mengenai kondisi ban mobil. Apa saja? Let’s check this ones!

1. Perhatikan tekanan udara yang pada ban utama dan ban cadangan (serep)

Ada beberapa penyebab ban mobil pecah secara tiba-tiba. Tapi, yang paling sering terjadi disebabkan karena tekanan udara pada ban yang tidak sesuai. Selalu jaga tekanan ban sesuai saran pabrikan. Hal ini bisa kita lihat pada sisi pintu pengemudi.

Kenapa tekanan udara penting untuk diperhatikan? Jadi begini #SahabatRotary….

Pada saat mobil melaju di atas aspal atau beton bersuhu panas tinggi, hal ini bisa menyebabkan karet ban memuai. Nah, jika tekanan udara tidak sesuai, bisa telalu tinggi atau malah terlalu rendah, maka hal tersebut bisa menjadi penyebab ban pecah.

Disarankan, sebelum berkendara, ada baiknya kita rutin melakukan pengecekan tekanan angin pada ban, minimal setiap dua minggu sekali, atau maksimum satu bulan sekali.

Selain cek tekanan udara pada ban, yang wajib rutin dicek juga kondisi AC mobil kita, nih. Bukan hanya ban yang berdampak pada suhu, kenyamanan kita juga sangat ditentukan oleh suhu di dalam mobil. Untuk itu, kita bisa melakukan pengecekan ban sekaligus AC mobil kita di bengkel ac mobil Kalideres.

2.  Hindarkan membawa muatan yang berlebihan

Pecah ban juga bisa disebabkan oleh muatan yang berlebih. Jelas memang, apabila kita memuat beban berlebih, tentu saja hal ini dapat membuat ban bekerja lebih ekstra di luar batas kemampuannya. Jika sudah tidak kuat menahan batas berat muatan, ban dapat meledak mendadak.

Karenanya, usahakan selalu memastikan bobot yang kita bawa sesuai dengan bobot yang dianjurkan untuk mobil. Hal ini teretera di buku manual mobil kita.

Jika mengacu pada jumlah penumpang, umumnya mobil hatchback berukuran sedang hanya bisa memuat 5orang dewasa, sementara MPV maksimal bisa tujuh hingga 8 penumpang.

3. Selalu periksa kondisi fisik ban

Mobil yang sering dipakai, membuat kondisi ban juga semakin buruk. Seringnya ban bergesekan dengan berbagai medan jalan tentu membuat karet ban cepat aus dan mengalami kebotakan dan kerusakan. Hal ini wajib untuk kita antisipasi  dengan melakukan pengecekan ban. Dengan rutin mengecek, kita bisa tahu apakah terdapat cacat berupa sobekan atau retakan pada ban kita atau tidak.

Mengetahui sejak awal kerusakan ban akan lebih baik, sehingga kita bisa langsung mengambil tindakan dengan cepat. Kita juga bisa melakukan penggantian atau bisa mengemudi lebih hati-hati lagi.

4. Cek kembangan ban

Biasanya kalau kita melakukan pengecekan rutin, baik body mobil, mesin, ataupun AC mobil, pasti yang akan selalu dicek pertama kali adalah kebersihannya, seperti di bengkel AC mobil Kalideres. Begitu juga dengan pengecekan ban mobil.

Perhatikan kebersihan dari kembangan atau alur ban. Saat mengecek kebersihan sela-sela ban, bersihkan benda-benda asing yang biasanya terselip di alur ban, seperti batu kerikil atau benda asing lainnya yang tanpa disadari, bisa saja menempel ketika berkendara.

Jika dibiarkan, benda-benda asing ini bisa membuat ban menjadi bocor. Selain itu, benda-benda asing ini pun bisa menutup permukaan dari alur ban, yang bisa menurunkan kemampuan cengkraman ban pada permukaan jalan.

Melakukan pengecekan kembangan ban merupakan hal yang sepele. Namun, bila kita rutin melakukannya, hal ini berdampak besar. Kita bisa terhindar dari kecelakaan yang dapat membahayakan nyawa.

4. Hindari melewati jalan rusak

Jika kita sering berkendara di jalanan yang rusak, maka mulai sekarang hindarilah jalan tersebut. Salah satu penyebab ban meletus adalah seringnya berkendara di jalanan yang rusak. Apalagi rusak parah.

Benturan keras antara ban dengan jalan berlubang dan rusak menyebabkan rajutan kawat baja pada ban rusak, bahkan bisa jadi putus.

Ban yang rusak, jika dipaksakan di jalan tol, kemungkinan mengalami pecah ban menjadi sangat besar. Karena kawat yang melindungi dinding dan tapak ban sudah tidak berfungsi dengan sempurna.

5. Jangan membeli ban kedaluwarsa

Banyak orang yang tergiur oleh harga murah yang ditawarkan oleh pedagang yang menjual ban. Bagaimana tidak? Tidak jarang bahkan ban yang mempunyai merek terkenal sekalipun dapat dijual dengan harga miring. Bukan berarti harus curiga atau menghakimi bahwa ban tersebut berkualitas jelek, namun ada baiknya kita lebih berhati-hati dalam memilih.

Sebelum membelinya, pastikan ban tersebut tidak kedaluwarsa alias sudah tidak layak pakai. Caranya, jika kita tidak paham dengan tanggal dan tahun pembuatan, coba tanyakan pada ahli yang paham. Biarkan mereka membantu kita untuk mengetahui bagaimana cara membaca kode tahun pembuatan ban.

Bahkan, bila kita tidak yakin, jangan ragu untuk meminta garansi ke toko tempat kita membeli, bahwa ban tersebut memang tidak kedaluwarsa. Perlu diingat, meski belum pernah dipakai, ban yang telah lama disimpan dengan suhu yang tidak menentu akan menyebabkan ban menjadi kering dan getas. Dinding karet yang getas dan rajutan kawat pun demikian.

Ban seperti itu sangat rentan pecah bila digunakan. Jadi, jangan tergiur dengan harga yang murah saja. Kita harus memperhatikan kualitas dari ban yang kita beli. Ingat, nyawa kita dalam bahaya jika tidak teliti dalam hal ini

6. Pastikan kelengkapan dongkrak dan alat penunjang kondisi darurat lainnya

Ingatlah selalu membawa perlengkapan untuk kendaraan seperti dongkrak, ban serep, kunci-kunci untuk membuka roda dan segitiga pengaman. Jika terjadi sesuatu dengan ban mobil, maka kita bisa menggantinya di jalan dan melanjutkan perjalanan.

Lalu, apa yang harus dilakukan apabila pecah ban telah terjadi?

Yang jelas dan yang terutama adalah jangan panik dan usahakan bisa mengendalikan mobil dalam kondisi normal.

Apabila mobil  yang kita kendarai mengalami pecah ban, jangan secara mendadak langsung menginjak pedal rem, karena dengan melakukan hard braking, mobil menjadi sulit seimbang untuk dijaga atau dikendalikan.

Alangkah baiknya, kita lakukan pengereman dengan bantuan engine brake. Cara untuk melakukan engine brake adalah dengam menurunkan posisi perseneling.

Misal kita sedang melaju dengan posisi berada di gigi empat, bisa diturunkan ke tiga, agar laju mobil sedikit tertahan. Dengan bantuan engine brake itu, laju kendaraan bisa lebih mudah dikendalikan. Sehingga, tidak akan terguling meskipun sedang melaju dengan kecepatan tinggi.

Untuk transmisi otomatis, secara perlahan-lahan kurangi kecepatan mobil diiringi dengan pemindahan tuas perseneling ke gigi lebih rendah.

Setelah itu, kita bisa langsung membawa mobil ke tepi jalan yang aman dari kendaraan lain di sekitar lokasi kejadian.

Harus diingat, yang paling penting jangan langsung mengambil langkah mengerem secara mendadak saat terjadi pecah ban. Biarkan mobil berjalan dan kendalikan kemudi seperti biasa.

Hal ini dilakukan agar mobil tidak melaju ke kanan atau ke kiri yang bisa menyebabkan kendaraan terguling hingga menimbulkan kecelakaan lalu lintas. Jika kita membanting stir ke kanan maupun ke kiri, tak hanya membahayakan diri sendiri, namun pengendara lain pun bisa menjadi korbannya, loh!

Semoga bermanfaat.

Senang bisa berbagi.