Hai #SahabatRotary!

Kita pasti tahu berita yang mengatakan kalau beberapa waktu belakangan ini pernah terjadi kecelakaan beruntun yang melibatkan sekitar 20an kendaraan di jalan tol Cipularang yang sangat fatal, menyebabkan beberapa mobil terbakar dan banyak korban jiwa.

Dan dugaan penyebab utama kecelakaan tersebut yaitu sebuah truk yang mengalami masalah dengan remnya yang blong sehingga menabrak mobil lain di depannya. Melihat fakta ini, tentu saja membuat kita berpikir bahwa wajib sekali untuk melakukan perawatan rutin mobil agar performanya selalu terjaga serta melindungi kita, misalnya perawatan di bengkel AC mobil Margonda.

Berbicara tentang rem mobil, kita semua pasti paham mengenai fungsi dari alat yang satu ini. Selain untuk memperlambat kecepatan kendaraan tapi juga agar dapat menghentikan putaran roda pada kendaraan bermotor, oleh karena itu rem harus selalu diperhatikan agar dapat bekerja dengan maksimal.

Makanya, kita sebagai seorang pemilik kendaraan yang baik tentu saja akan merawat mobil yang kita miliki. Bukannya kenapa-kenapa, tapi merawat kendaraan kita secara rutin bisa membantu kita terhindar dari pengeluaran yang lebih besar, jika mobilnya lebih rusak, dan juga terhindar dari marabahaya.

Kali ini kita akan membahas mengenai hal apa saja yang harus kita perhatikan dalam merawat rem mobil kita. So, langsung saja keep scrolling down untuk tahu tips-tipsnya, yah!

bengkel ac mobil margonda

  • Kampas Rem
    Sekalipun nampaknya kecil, tapi rem menjadi salah satu komponen paling penting, sehingga kita sebaiknya selalu memperhatikan kondisi kampas rem, karena pergantiannya itu tidak bisa ditentukan dengan menggunakan panduan jarak tempuh.

Kampas rem bisa saja lebih cepat habis dan juga lebih awet. Tentu saja hal ini tergantung dari gaya berkendara kita dan kondisi jalan yang kita lalui.

Kalau begitu, bagaimana caranya agar kita bisa tahu kapan waktu yang tepat untuk mengganti kampas rem?

Nah, untuk kampas rem depan, kita bisa lihat posisi kampas rem yang menjepit piringanny. Apakah masih lebar atau sudah tidak.

Kalau masih lebar kita tidak perlu menggantinya karena artinya, kondisi kampas remnya masih bagus. Tapi, kalau sudah tipis alangkah baiknya untuk segera diganti.

Selain dengan mengecek menggunakan cara tersebut, kita juga bisa mengecek kondisi kampas remnya ketika kita mengendarai kendaraannya. Kalau terdengar suara yang timbul di area cakram pas tuas remnya ditekan, itu berarti komponen ini harus kita ganti.

Apa yang akan terjadi kalau kampas rem depan menipis dan tidak segera diganti?

Hal ini akan menyebabkan dampak buruk terhadap piringan cakramnya, lho! Dan kalau dibiarkan dalam jangka waktu yang cukup lama, maka akan mengakibatkan piringan cakramnya terkikis dan bisa pecah.

Berkaitan sama penggantian rutin, kampas rem untuk mobil transmisi otomatis umumnya pada angka 20.000 km sekali, sedangkan untuk transmisi manual di angka 40.000 km. Tapi hal ini tidak bisa dijadikan patokan, karena tergantung dari pemakaiannya kita.

  • Menghindari daerah yang berlumpur
    Usahakanlah agar ketika kita melewati jalan berlumpur. Hal ini bertujuan agar mencegah komponennya kotor dan terendam lumpur.
  • Memakai suku cadang asli
    Agar rem mobil kita tetap terpelihara dengan baik, gunakanlah suku cadang yang asli, ya, karena spesifikasinya sesuai dengan kebutuhan si mobil. Karena kalau kita tidak menggunakan yang asli, maka akan mengakibatkan bunyi maupun disc brake nya terkikis.
  • Jangan sering menekan pedal rem dan gas bersamaan
    Sekalipun tentu saja hal ini sering terjadi pada mobil yang bertransmisi otomatis di tengah kemacetan. Hmm, daripada lelah menghadapi macet, mungkin kita bisa melipir sebentar ke bengkel AC mobil Margonda untuk sekadar ngecek, atau service AC mobil kita.
  • Minyak rem
    Kita harus selalu memastikan tentang kualitas dan kuantitas minyak rem dari mobil tersebut. Hal ini agar efektifitas dan efisiensi pengeremannya tetap baik.

Selain itu, periksalah level minyak rem di dalam tabung penyimpanan, paling tidak minimal sebulan sekali, atau ketika sedang mencuci mobil. Kalau sudah berkurang, tambahkan dengan minyak rem yang sesuai dengan rekomendasi pabrikannya, ya.

Oh iya, periksa juga sekitar tabung minyak rem, apakah akan berpotensi mengalami kebocoran atau tidak, terutama di bagian sekitar sambungan selang. Apalagi kalau frekuensi isi ulang minyak rem cukup sering dilakukan.

Tahukah bahwa formula kimia dalam minyak rem juga ada masa pakainya? Oleh karena itu kalau dipaksakan dipakai, bisa jadi kemampuannya dalam bekerja dan melepas panas akan jadi melemah. Sehingga mengakibatkan, tekanannya hilang dan rem mobil blong. Oleh sebab itu, ada baiknya minyak rem dikuras dan diganti seluruhnya setiap 40.000 km sekali agar tetap bisa menjaga kualitas kandungan kimia yang ada di dalamnya.

Baca juga: Prosedur Pengecekan AC Mobil di Rotary Bintaro

  • Kuras tabung minyak rem
    Mungkin sebagian dari kita kurang peduli dengan kondisi tabung minyak rem. Selama minyak remnya tidak habis, maka kita merasa tidak perlu untuk memperhatikan kondisi tabung penyimpannya.

Padahal, sekalipun tutup tabung selalu ditutup rapat, tetap saja ada kemungkinan uap air akan masuk dan membuat minyak rem ‘kembung’.

Kalau hal ini dibiarkan, hal ini akan mengakibatkan remnya jadi blong, karena rem kehilangan tekanan. Selain itu, kalau kita tidak memperhatikan kondisinya di dasar tabung, mungkin saja timbul endapan lumpur bahkan bisa juga lumut. Hal ini juga bisa membuat rem blong.

Karenanya, lakukanlah pembersihan tabung minyak rem secara bersamaan dengan pengurasan minyak rem di kisaran angka 40.000 km. Jangan lupa juga, ya untuk membuang angin yang terjebak di dalam sistem rem ketika proses pembersihannya sudah selesai. Pastikan juga bahwa selang dan pipa minyak rem agar dicek ulang, termasuk klem sambungan. Ganti selangnya kalau sudah getas dan ganti pipa jika ada risiko berkarat.

  • Periksa piston pada sistem rem
    Fungsi dari piston pada rem mobil yaitu untuk menggerakkan kaliper penjepit kampas rem ke piringan rem. Sehingga kalau terjadi kemacetan pada piston, maka kaliper tidak bisa digerakkan.

Hal ini tentu saja berbahaya karena rem dapat terkunci seketika. Kemacetan pada piston ini dapat diakibatkan oleh karatan yang terjadi disekitar piston rem atau kerusakan di bagian karet–karet piston.

  • Mengatur ketinggian rem tangan dengan tepat
    Rem tangan dapat berfungsi sebagai rem darurat saat rem utama mobil kita mengalami malfungsi atau blong yang diakibatkan mekanisme kerjanya tidak mengandalkan sistem yang sama dengan rem mobil.

Masalahnya itu, kalau posisi rem tangan yang terlalu rendah bisa menimbulkan kemacetan di sistem rem mobil kita. Nah, pada umumnya, ketinggian rem tangan itu hanya diperbolehkan hingga 5 kali klik.Semakin rendah posisi rem tangan, maka jarak kampas rem dengan piringan atau teromol rem akan menjadi terlalu dekat. Hal ini dapat mengakibatkan kemacetan pada sistem rem mobil kita.

  • Rasakan ketika mengerem
    Kondisi terjadinya rem blong tidak akan terjadi begitu saja. Pasti ada tanda awal yang bisa kita rasakan sebelumnya, seperti titik pengeremannya yang makin bertambah jauh. Atau mungkin kita merasa tekanan pedal rem lebih dalam dari biasanya.Kalau kita merasakan hal tersebut, segera tepikan mobil kalau lampu indikator rem di panel instrumennya menyala. Jangan dipaksakan untuk mengemudikan mobil kalau ternyata benar remnya bermasalah.
  • Melakukan servis secara berkala
    Langkah yang paling mudah dan efektif untuk bisa mencegah rem mobil kita blong adalah dengan melakukan servis berkala di bengkel yang ada agar para teknisi bisa mengecek kondisi sistem rem secara keseluruhan. Ada banyak kok bengkel mobil yang tersebar di seluruh Jakarta.

Tinggal ketik di kolom search Google, bengkel mobil Thamrin, Sudirman, Cijantung, Margonda, Bintaro dan sebagainya. Maka akan keluar beragam jenis bengkel yang sesuai dengan kebutuhan kita.

Jangan ragu untuk mengajak diskusi para service adviser yang bertugas kalau kita merasa ada yang tidak beres dengan sistem pengereman mobil. Lebih baik di cek sekarang daripada timbul masalah di kemudian hari.

Oya, for your information, kalau lagi mampir ke daerah Depok, ada juga loh bengkel AC mobil Margonda yang bisa membantu kita untuk mengurus AC mobil kita agar tetap semriwing udara di dalam mobil, ketika melaju di bawah panasnya terik matahari ibukota.