Hai #SahabatRotary

Akhir-akhir ini ramai sekali info tentang mobil listrik.  Jenis mobil listrik memang lebih unggul daripada mobil konvensional biasa karena bisa membuat kita hemat 40% dibanding pake mobil berbahan bakar premium.  Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan, sendiri yang menyampaikan informasi penghematan ini.

Jadi, pemerintah akan memberikan diskon 30% tarif listrik buat para pemilik mobil listrik.  Dengan catatan, mobil di cas pada pukul 22.00 WIB sampai 06.00 WIB.  Lumayan, kan, 30% dari tarif listrik Rp 1.467/kWh untuk pengguna berdaya 1.300 VA. Artinya kita hanya perlu membayar Rp1.026/kWH nya saja.

Kalau dari sisi mobil listriknya, penghematan tergantung dari kapasitas bateri mobil.  Tidak heran kalau perusahaan produsen mobil listrik saling bersaing memproduksi mobil dengan kapasitas baterai yang besar.

Salah satu merek mobil listrik yang kapasitas baterainya besar adalah Nissan Leaf.  Mobil ini menggunakan baterai tipe Li-ion yang kapasitasnya mencapai 40 kWH.  Dalam satu kali pengisian daya, Nissan Leaf bisa dipakai untuk perjalanan sejauh 400 km.  Sangat jauh sekali, kalau dibandingkan dengan jarak tempuh mobil konvesional dengan kondisi bensin full.

Dengan keungulan seperti ini, mobil listrik memang dibandrol dengan harga yang lebih mahal.  Di awal, kesannya membuat kita lebih boros, karena memang harga jauh lebih mahal dibandingkan mobil bahan bakar fosil.  Hanya saja , sebenarnya ini cuma masalah persepsi, karena setelah dihitung-hitung berdasarkan pengurangan biaya listrik di atas, dan kapasitas baterai yang ditawarkan hingga 400km, kita akan jauh lebih hemat ke depannya.

Lalu, bagaimana jika kita masih terbatas budget dan belum bisa untuk membeli mobil listrik? Tenang, ada tips jitu buat menghemat bensin, kok.  Bisa bayangkan sendiri jalanan Ibukota, apalagi sekitaran Pondok Indah, memang lebih banyak macetnya, daripadalancar.  Kalau nggak pinter-pinter, bisa jebol nih kantong hanya untuk membeli bensin.

bengel ac mobil pondok indah

Baca Juga: Mau Beli Mobil Baru? Tunggu Dulu! Ini 17 Tips Membeli Mobil Baru Untuk Kamu

Tips ini juga bisa menghemat budget ketika kita sedang jalan-jalan akhir pekan.  Semua orang ingin refreshing keluar, jadi volume kendaraan di jalanan pasti meningkat.  Tentu saja hal ini akan mengundang macet. Pasti.

So, ini dia tips jitu dari owner bengkel AC mobil Pondok Indah yang bisa kita terapkan untuk menghemat bensin kalau pas lagi kena macet:

  1. Biasakan Tune-Up
    Kita harus rajin tune-up mesin, karena rutinitas ini bisa menghemat bahan bakar sampai 4%. Kalau rajin tune-up, kita bisa antisipasi masalah kerusakan sensor oksigen di mobil kita. Karena kerusakan sensor oksigen bisa mengurasi jarak tempuh sampe 40%. Wah, lumayan sekali, bukan? Hampir separuhnya, loh.  Satu lagi yang penting, jangan pernah abaikan saat indikator pengecekan mesin menyala.  Segera periksa masalah apa yang sedang dialami mobil kita. Di  bengkel AC mobil Pondok Indah juga kita bisa sering-sering mengecek ac mobil kita, agar bisa diketahui lebih dini kalau freon AC bocor.
  2. Rajin-Rajin Membersihkan Filter
    Sama seperti pembuluh darah, kalau banyak plak (kotoran) pasti darah susah lewat dan mesin pemompa darah (jantung) jadi bekerja lebih keras. Begitu juga mobil, kalau saringan udara mobil terdapat banyak kotoran, mesin harus kerja lebih keras. Hal ini lah yang membuat mobil semakin boros bahan bakar.

Gawatnya lagi, ternyata kotoran bisa masuk ke dalam mesin.  Ribet, deh, kalau sampai mesin sudah kotor.  Padahal, rajin membersihkan filter bisa membuat kita hemat bahan bakar sampai 14% loh. Kondisi AC juga mesti rajin dicek, kalau kotor dan sudah mulai terasa kurang dingin, segera bawa ke bengkel AC mobil Pondok Indah supaya tidak sampai rusak parah.

  1. Gunakan Pelumas Paling OK
    Faktor lain yang bikin mesin kerja lebih keras adalah gesekan. Hanya pelumas yang bisa mengurangi gaya gesekan itu. Nah, kita harus tahu untuk memilih pelumas yang paling OK.  Kalau kita bisa melakukan ini, kita bisa menghemat bahan bakar sekitar 1-2%, loh!
  2. Rutin Cek Tutup Tangki
    Tahu tidak kalau sifat bensin itu menguap? Nah, mengecek tutup bensin dengan rutin juga bisa bikin kita lebih hemat, sebab mencegah jutaan liter yang hilang sia-sia, hanya karena menguap. Jangan sampai tutup tangki bensinnya kurang pas atau longgar.  Selain memang bahaya, bisa bikin boros bensin sampe 2%.
  3. Gaya Boleh, Tapi Jangan Oversizing
    Banyak yang suka otak-atik alias modif mobil, terutama di bagian pelek dan ban mobil. Pelek berukuran besar memang terlihat cakep. Ban super tipis juga bikin mobil tampil kece.  Sayangnya, modifikasi itu bikin boros bahan bakar.

Jadi, pelek berukuran diatas normal bisa menyebabkan ketahanan ban menjadi lebih lemah.  Selain itu, berpengaruh juga ke aerodinamis mobil, sehingga memperbesar resiko dalam berkendara karena mengurangi kualitas pengereman.  Ujung-ujungnya, pelek berukuran nggak normal ini juga akan membuat konsumsi bahan bakar kita semakin besar.

  1. Jangan Ngebut, Santai Aja
    Saat kita ngebut dan melakukan rem mendadak, efisiensi bahan bakar bisa turun sampe 33% untuk di jalan tol, turun 5% kalau di jalanan tengah kota. Jadi,  walau di jalan tol, tetaplah menyetir kendaraan kita dengan santai.  Kecuali kita mau melakukan pemborosan besar, sampai tiga puluh persen.

Fun fact yah, ternyata bawa mobil dengan kecepatan 90 km/jam malah bisa ningkatin jarak tempuh 10-15% dibanding kecepatan 104 km/jam, loh.

  1. Jangan Porsir Mesin Mobil Saat Macet

Macet memang bikin sumpek, apalagi kalau panas. Biasanya kita akan tetap menghidupkan mesin mobil agar suasana tetap dingin. Jadi, biar tetap bisa menghidupkan AC.  Padahal saran dari bengkel AC mobil Pondok Indah,  lebih baik kita mematikan mesin mobilnya kalau suasana gak terlalu panad.  Karena kebiasaan ini memang bikin boros banget.

Hal lain yang bikin kamu boros bensin adalah kebiasaan menyalakan mobil saat berhenti.  Dalam posisi ini, mobil menghabiskan bensin lebih banyak dibandingkan saat bergerak.  So, lebih baik kita tetap jalan pelan-pelan di sekitar persimpangan jalan yang jauh dari lampu lalu lintas.

Secara prinsip, mesin dalam kondisi idle memang tetap menghabiskan bahan bakar walaupun tidak menambah jarak tempuh.  Ternyata selama 15 menit mesin idle (diam) bisa menghabiskan hampir 1 liter bahan bakar.  Boros sekali, bukan.

  1. Jangan Gunakan Modus D

Saat berhenti karena macet, untuk pemilik mobil dengan transmisi otomatis, sebaiknya jangan pake modus D.  Posisi ini akan menyebabkan laju mobil bakal tertahan saat kita menginjak pedal rem. Mobil dipaksa berhenti padahal mesin tetap bekerja dan mendapat ‘perintah’ untuk jalan dari modus D.

Kondisi ini yang membuat kerja mesin semakin berat, tentu saja berujung pada borosnya bahan bakar.  Lebih baik gunakan modus N, saat kira-kira mobil akan berhenti.  Pada posisi N, mobil tidak akan menerima beban lebih sehingga distribusi bahan bakar lebih hemat. Atau kita dapat menggunakan modus P, apabila memang kondisi macet membuat mobil berhenti cukup lama. Jadi, mobil bisa idle, tanpa kita harus khawatir akan bergerak mundur, seperti jika kita menggunakan modus N.

  1. Atur Suhu Kabin

Suhu rendah emang menjadikan suasana yang lebih sejuk dan nyaman, tapi jangan kebiasaan memposisikan suhu kabin di temperature terendah ya.  Atur secukupnya. Artinya, kalau suhu udah mulai terasa nyaman, naikkan lagi temperature supaya kompresor AC gak bekerja terlalu berat.  Kalau kompresor berhenti, beban mesin berkurang, dan jadi lebih hemat bahan bakar.

Itu dia tips-tips mengantisipasi borosnya bahan bakar ketika kita menghadapi macet di jalanan.  Perhatikan kondisi mobil dengan teliti, ya.  Kalau AC mulai terasa eror atau panas, segera bawa ke bengkel AC mobil Pondok Indah saja.  Cari yang terpercaya dan benar-benar terjamin kualitasnya, ya!