Berbagai merek busi dijual secara online dengan harga yang sangat bervariasi.  Kondisi ini sebenarnya bersifat plus minus bagi konsumen seperti kita.  Para pemilik kendaraan yang sedang berkunjung ke bengkel AC mobil Pondok Labu bisa menunggu proses servis sembari memilih-milih busi di berbagai toko online.  Banyak alternatif pilihan yang tersedia untuk kita.

Sayangnya, busi yang dijual secara online tersebut rentan dengan aktivitas pemalsuan.  Tidak hanya uang palsu, dewasa ini peredaran busi palsu juga semakin marak.  Karenanya kita memang harus lebih cermat dalam memilih.  Banyak dibeli oleh masyarakat belum tentu produknya busi asli loh.

Busi palsu akan memberikan dampak buruk sebab perbedaan kualitas bahan yang mencolok.  Jika busi adli terbuat dari nikel atau tembaga, busi palsu terdiri dari bahan yang memiliki kandungan besi (Fe) sangat tinggi.  “Busi berbahan besi mungkin saja terlihat lebih awet, padahal tidak”, ujar  Diko Otaviano, Technical Support Product Specialist NGK Busi Indonesia.

bengkel ac mobil pondok labu

Diko mengungkapkan bahwa material penghantar panas pada busi palsu tidak terbuat dari bahan ceramic alumina sehingga pelepasan panas kurang optimal.  Kondisi ini akan menyebabkan potensi pecah di bagian keramik semakin tinggi.  Umur busi palsu tidak akan mampu bertahan lama sebab lelehan material penyusun busi (Fe) akan memasuki ruang bakar mesin.  Hal inilah yang akan menyebabkan kerusakan mesin.

Lebih detil Diko menjelaskan bahwa saat terjadi pemanasan dan unsur besi meleleh, akan dihasilkan residu yang disebut dengan debu besi.  Residu ini tidka benar-benar terbakar namun justru menempel di permukaan kepala piston atau liner silinder.  Selanjutnya akan terjadi pengapian dini dan knocking di ruang bakar.  Mayoritas produsen busi palsu tidak memahami hal ini sehingga main asal temple tanpa memperhatikan jenis material dan daya tahan busi tersebut.

Saking maraknya, peredaran busi palsu di Australia mendominasi pasar hingga 60% loh.  Di Indonesia sendiri peredararan busi palsu memang ada tetapi belum pasti berapa jumlahnya.  Lantas, bagaimana ya caranya membedakan antara busi asli dan busi palsu?

Diko Oktaviano kembali menjelaskan sebenarnya membedakan antara busi asli dan palsu tidaklah sulit.  Secara umum masyarakat pasti bisa membedakannya.  Berikut ini daftar perbedaan busi asli dan palsu berdasarkan penjelasan Diko:

  1. Kondisi Ulir Pada Insulator

Ciri pertama ini membutuhkan kepekaan indera peraba kita.  Busi asli memiliki ulir yang lebih halus dibanding busi palsu.  Bentuk busi asli juga lebih rapih.  “Marking laser busi yang terdapat pada insulator harus jelas dan tanpa cacat sedikitpun”, ujar Diko.

  1. Busi Tidak Bisa Dilepas Pasang dengan Mudah

Busi asli memiliki ring yang telah dirancang agar sulit lepas.  Bahkan ada jaminan jika ring busi asli telah terlepas maka akan sangat sulit dipasangkan kembali.  Diko menjelaskan bahwa ring gasket tidak akan bisa dilepas paksa menggunakan tangan kosong sebab busi tersebut bertipe lock ring.  Sebaliknya pada busi palsu,ring atau gasket sangat mudah dilepas atau dipasang kembali.

  1. Kode Produksi

Pada busi asli, kode produksi atau pembuatan tercantum dengan jelas.  Karakter kode dapat dilihat secara umum, dicetak rapih, dan tidak terasa terlalu tebal.  Busi yang diproduksi NGK mencantumkan kode produksi di bagian hexagon.  Kode tersebut berupa campuran huruf dan angka.

Berbeda dengan kode yang tertulis di busi palsu.  Biasanya tulisan kode tersebut sangat tebal, berwarna hitam, dan tidak tersusun dengan rapi.  Perbedaan yang paling mencolok adalah tidak terdapat nomor lot produksi di bagian hexagonal busi palsu.

  1. Proses Pembuatan Material Busi

Busi asli dibuat dari baja kuat yang tahan panas serta diproses menggunakan plating Cr3.  Karenanya busi asli tahan proses korosi dan berwarna lebih cerah dibanding busi palsu.  Warna cerahnya juga tahan lama.  Busi palsu warnanya akan lebih cepat pudar.  Metal shell busi palsu cenderung mudah buram serta berkarat.

  1. Kondisi Sambungan Pada Elektroda

Sambungan yang dimaksud adalah bagian dari ujung elektroda .  Tepatnya di bagian penyambung dan gap elektroda.  Pada busi asli, sambungannya terlihat sangat rapi.  Sebaliknya pada busi palsu, sambungan terlihat tidak rapi.

Alasan penting kenapa kita harus menggunakan busi berkualitas adalah pengaruhnya terhadap tenaga mesin mobil.  Dalam kondisi tertentu, busi mesin mobil yang bermasalah dapat mengakibatkan tenaga mesin menghilang.  Kondisi mesin yang tidak seimbang disebabkan oleh perbedaan tenaga yang keluar dari tiap silinder mesin.

Dampak paling fatal yang akan kita peroleh akibat mengabaikan kondisi busi adalah mesin mobil tidak berfungsi alias mati.  Sebelum terjadi kondisi fatal tersebut, kita pelajari yuk tanda-tanda kerusakan busi pada mobil:

  1. Tanda Kerusakan Saat Mesin Idle

Kita bisa mendeteksi kerusakan busi saat mobil berada dalam kondisi idle.  Jika terdapat masalah, putaran mesin mobil akan terasa kasar.  Kita bisa merasakannya saat berada di dalam kabin.  Busi yang bermasalah akan menyebabkan getarran-getaran mobil dalam keadaan idle.  Ciri lain yang bisa menjadi tanda bahwa terjadi masalah pada busi adalah tarikan tuas gas terasa berat.  Jangan ragu untuk segera melakukan servis mobil saat merasakan kedua ciri tersebut.  Demikian juga saat terdeteksi masalah pada sistem pendingin, segera bawa mobil kita ke bengkel AC mobil Pondok Labu

  1. Tanda Kerusakan Saat Mobil Berjalan

Saat mobil berjalan, kita juga bisa mendeteksi masalah pada busi.  Ciri yang terasa adalah proses akselerasi tidak berlangsung secara optimal.  Hambatan dalam proses akselerasi diakibatkan oleh berkurangnya tenaga pada mesin mobil.  Jangan memaksakan akselerasi mobil jika menemui kondisi ini karena dapat menyebabkan mogok ditengah perjalanan.  Kemungkinan besar busi mobil kita memang sudah waktunya untuk diganti dengan yang baru.

  1. Tanda Kerusakan Saat Mobil Mati

Kondisi busi mobil dapat diperiksa secara kasat mata saat mesin mati.  Caranya dengan mengecek warna busi, jika berwarna kecoklatan berarti busi harus segera diganti dengan yang baru.  Sebab usia penggunaan busi tersebut akan berakhir.

Jika busi berwarna kuning atau kemerahan,  kita harus memeriksakan bagian mesin sebab telah terjadi pemanasan yang berlebihan.  Biasanya bagian pendingin yang bermasalah.  Busi yang berwarna hitam gosong menyiratkan bahwa terdapat masalah pada setelan bahan bakar mobil.  Sedangkan jika busi terlihat meleleh, itu artinya kompresi mobil kita mengalami kebocoran dan harus segera dibawa ke bengkel.  Periksakan juga kondisi busi setelah kita melakukan servis di bengkel AC mobil Pondok Labu

  1. Kesulitan Starter Mobil

Fungsi penting busi dalam sebuah sistem mesin kendaraan adalah sebagai pemicu pembakaran di ruang mesin.  Busi akan memercikan bunga api untuk memulai proses pembakaran tersebut.  Karenanya jika mobil kita mogok atau sulit di starter, komponen busi yang akan pertama kali diperiksa.  Jika busi masih jauh dari batas akhir masa pakai, mungkin saja kabel busi yang mengalami masalah.  Jangan lupa untuk memeriksa juga kondisi aki mobil.

Pemeriksaan kondisi busi biasanya dilakukan setelah perjalanan mobil mencapai 60-80 ribu kilometer.  Namun, busi bisa saja lebih cepat rusak sebelum itu.  Apalagi jika yang kita gunakan adalah busi palsu.  Oleh sebab itu lebih aman jika kita memahami ciri-ciri kerusakan busi yang telah dijelaskan oleh teknisi bengkel AC mobil Pondok Labu

Wajar kok jika kita merasa waspada dan sering memeriksa kondisi busi.  Sebuah laporan dari National Institute for Automotive Service Excellence menyatakan ternyata masalah pada busi sangat berpengaruh pada tingkat efisiensi bahan bakar.  Busi yang rusak akan mengakibatkan pemborosan BBM hingga 30%.  Ternyata efeknya sama dengan kerusakan pada AC yang bisa menyebabkan pemborosan BBM.  Ayo segera bawa mobil kita ke bengkel AC mobil Pondok Labu agar bisa lebih hemat BBM!