Salam #SahabatRotary

Berkendara sudah jadi kegiatan sehari-hari masyarakat Indonesia. Terutama bagi mereka yang tinggal di ibukota. Keseharian yang padat menuntut masyarakat Jakarta untuk jadi serba cepat. Bepergian dengan kendaraan sendiri menjadi salah satu pilihan yang paling efisien. Namun, tahukah kamu bahwa Jakarta sebagai ibukota menduduki peringkat tertinggi terjadinya kasus-kasus pencurian. Beberapa daerah bahkan sudah terkenal dengan situasi rawan pencurian.

Beberapa lokasi yang mungkin familiar di telinga kita yang rawan pencurian justru berada di pusat-pusat kota Jakarta. Menurut data kepolisian, Jakarta Pusat menjadi wilayah dengan tingkat kriminal pencurian tertinggi di Jakarta. Biasanya, tempat-tempat padat penduduk adalah wilayah yang rawan tindak pencurian. Namun, tidak semua daerah yang padat penduduk adalah wilayah yang rawan pencurian. Nilai dan norma yang tedapat pada lingkungan sekitarlah yang menjadi salah satu unsur tindak pencurian.

Pihak kepolisian Indonesia membagi kejahatan pencurian kedalam beberapa jenis, diantaranya adalah pencurian dengan pemberatan, pencurian kendaraan bermotor dan pencurian dengan kekerasan. FYI, nih, pencurian dengan pemberatan bisa didefinisikan sebagai pencurian yang disertai oleh keadaan tertentu. Keadaan-keadaan ini meliputi pencurian padaa saat terjadi bencana, pada saat rumah sedang kosong, dilakukan berdua atau lebih, dan dilakukan dengan cara membongkar, memecah atau memanjat. Pencurian kendaraan bermotor ini pun dibagi dalam dua jenis, yaitu pencurian kendaraan bermotor penuh dan pencurian kendaraan bermotor parsial.

bengkel ac mobil pondok gede

Pada pencurian kendaraan bermotor penuh, yang dicuri adalah keseluruhan mobil kita. Berbeda dengan pencurian kendaraan bermotor parsial. Pencurian kendaraan bermotor parsial adalah pencurian pada sebagian dari kendaraan. Misalnya seperti kaca spion, busi, radio mobil, ac mobil dan lain sebagainya. Ngomon-ngomong, jangan lupa untuk tetap merawat bagian-bagian dari mobil kita, misalnya untuk ac mobil, kita bisa mampir ke bengkel ac mobil Pondok Gede.

Satu-satunya cara yang dapat kamu lakukan setelah terjadi pencurian adalah melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian. Selanjutnya pihak kepolisian akan membantu mengungkap pelaku, dan kalau mujur barang yang dicuri akan kembali kepada kita. Tapi, tidak pernah ada jaminan bahwa ketika pencurinya ditemukan oleh pihak kepolisian, kita akan mendapatkan kembali barang-barang tersebut. Namun, kita bisa melakukan tindakan pencegahan untuk meminimalisir terjadinya kasus pencurian. Hal-hal inilah yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya kasus pencurian.

  1. Letakkan barang-barang berharga di tempat yang tepat

Kita sering berpikir bahwa meletakkan barang di dalam mobil dengan keadaan terkunci akan aman. Sayangnya, hal tersebut tidak menjadi jaminan, loh. Ternyata meletakkan barangΒ  di dalam mobil yang terkunci tidak sepenuhnya aman. Belum bisa terbilang aman jika kita masih meletakkan barang berharga begitu saja di jok mobil. Bahkan jika barang tersebut dimasukkan ke dalam tas ataupun ditutupi oleh kain. Hal-hal mencolok seperti itu justru akan memancing pelaku kejahatan untuk melakukan pencurian.

Lebih baik meletakkan barang-barang berharga di dalam bagasi mobil. Akan lebih baik lagi jika kita membawa barang-barang tersebut ketika turun dari mobil, terutama barang-barang elektronik. Namun, jika memang sulit untuk membawa terlalu banyak barang, maka lebih baik memasukkannya ke dalam satu tas lalu letakkan pada bagasi mobil. Selain bagasi mobil, ada satu tempat lagi yang aman untuk menyembunyikan barang-barang berharga kita, terutama barang-barang yang berbentuk dokumen, yaitu di bawah jok mobil. Sebagian besar pencuri tidak akan mengambil resiko mencari barang-barang di tempat yang tersembunyi, seperti di bawah jok mobil.

2. Parkir sesuai aturan

Tidak semua tempat bisa jadi tempat yang aman untuk parkir. Di lapangan parkir sendiri kitaΒ  harus pandai-pandai memilih tempat yang biasanya tidak dijadikan sasaran oleh pencuri. Parkirlah di tempat yang mempunyai pencahayaan yang cukup dan berada di tempat ramai. Usahakan untuk parkir di dekat pintu masuk, sehingga lebih sulit bagi pencuri untuk melakukan tindak kejahatan pada kendaraan kita.

Jika di rumah, ada baiknya juga untuk selalu memarkirkan mobil di dalam garasi. Tentu saja karena garasi menjadi tempat paling aman untuk meletakkan mobil. Jangan pernah memarkirkan kendaraan kita di pinggir jalan, bahkan walaupun itu di depan rumah. Lebih baik carilah tempat penyewaan parkir yang dekat dengan daerah rumah. Jika kita memang terpaksa harus memarkirkan mobil di pinggir jalan, carilah tempat yang memiliki penerangan paling baik. Berada di bawah lampu sorot akan jauh lebih baik dan akan jauh lebih aman juga kalau kita memasang kaca film yang cukup gelap pada kaca mobil. Penggunaan kaca film gelap akan menghindarkan kita dari pencurian karena pencuri tidak bisa melihat isi di dalam mobil.

3. Pasang alat keamanan tambahan

Pencuri tidak hanya mengincar barang-barang berharga yang kita bawa di mobil. Mereka bahkan mengincar aksesoris yang menempel di mobil, seperti AC mobil dan radio mobil. Untuk menghindari hal itu kita bisa datang ke bengkel AC mobil Pondok Gede untuk menyiasati agar aksesoris kendaraan kita aman dan terhindar dari pencurian. Selain itu, di bengkel AC mobil Pondok Gede juga kita bisa melakukan service AC mobil, loh.

Menambahkan aksesoris keamanan pada mobil juga bisa menjadi salah satu cara pencegahan yang baik. Selalu gunakan kunci ganda pada mobil. Sudah wajib hukumnya memiliki kunci ganda untuk dipasangkan. Jangan menyepelekan kegunaan dari kunci ganda.

Hal ini dapat menghindarkan kita dari tindak pencurian yang tidak diinginkan. Aksesoris lain yang bisa kamu gunakan untuk menambahkan keamanan mobil adalah alarm. Perangkat yang akan sangat membantu untuk menghindari pencurian. Seperti yang sudah kita ketahui, bahwa alarm akan berbunyi dengan nyaring ketika kendaraan kita dibuka secara paksa. Bahkan, ada beberapa alarm yang sangat sensitif sehingga akan lansung berbunyi nyaring hanya dengan sentuhan pada titik-titik tertentu.

Aksesoris tambahan lain yang bisa kamu gunakan untuk membuat mobil menjadi lebih aman adalah immobilizer. Immobilizer adalah sebuah perangkat yang dipasang pada kunci mobil. Alat ini memiliki sebuah sensor khusus yang akan tersambung pada mobil. Cara kerjanya sederhana, mesin mobil hanya akan hidup hanya jika dinyalakan menggunakan kunci yang memiliki sensor. Bahkan saat ini terdapat beberapa perangkat yang sudah dilengkapi oleh sidik jari, sehingga mobil hanya akan menyala jika kunci dapat mendeteksi sidik jari penggunanya. Jika tidak terdeteksi, mobil akan mati total dan tidak bisa digunakan.

GPS tracker juga bisa jadi salah satu pilihan yang bisa dipertimbangkan. Hal ini akan memungkinkan kita untuk melacak keberadaan mobil secara real time. Bahkan saat ini GPS Tracker memiliki teknologi yang tidak main-main. Kita bahkan bisa mematikan mobil hanya dengan sekali telepon.

4. Periksa dengan teliti

Jangan pernah meninggalkan mobil dalam keadaan tidak terkunci. Bahkan jika kita hanya meninggalkan mobil untuk waktu yang sangat singkat. Biasakanlah untuk mengunci pintu mobil di mana pun dan kapan pun tidak ada orang di dalam mobil. Apalagi sampai meninggalkan mobil dalam keadaan tidak terkunci dan menyala. Hal ini sangat berbahaya, walaupun dilakukan dalam waktu singkat. Membiarkan mobil tetap menyala dan tidak terkunci akan sangat memudahkan pencuri untuk melakukan tindak kejahatan.

5. Bepergian bersama

Usahakan untuk tidak bepergian sendiri. Tidak di setiap kesempatan memang kita dapat memiliki teman dalam perjalanan. Namun, usahakanlah pergi bersama dengan beberapa teman untuk menghindari kejahatan. Terutama bagi para wanita. Usahakan untuk mengajak paling tidak satu orang teman.Β 

Terpaksa harus pergi sendiri? Tidak apa. Kalau begitu, usahakan untuk melalui jalan-jalan besar yang ramai dan tidak pula terlalu malam. Kamu juga bisa memilih beberapa jalur alternatif untuk menghindari daerah-daerah yang rawan akan tindak kejahatan.

Baca Juga: Heii, Perhatikan 9 Hal Ini Biar Tidak Kena Mogok Saat Macet di Kuningan