fbpx

#RBCegahCorona : Kalau Blower Bermasalah Apa Dampaknya Pada AC Mobil?


Hai #SahabatRotary, blower AC mobil bermasalah?

Sebelum membahas tentang blower AC mobil bermasalah.

Sudah pastikan kesehatan mobil Anda membuat keluarge aman dari Virus Corona.

Ada beberapa info menarik soal AC nih khususnya AC mobil.

Ternyata …

AC Bisa Menjadi Tempat Berkembang Biak Virus Corona

Virus corona (Covid-19) kini telah menjangkit lebih dari 1 juta orang di dunia. Disebut-sebut, virus corona bisa berkembang biak di suhu dingin dan keadaan lembap.

Oleh karena itu, beredar kabar bahwa air conditioner (AC) yang memberikan udara sejuk di ruangan dapat meningkatkan perkembangbiakan virus corona tersebut.

Dalam sebuah pesan berantai yang diterima GridHEALTH.id, seorang akademisi Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. dr. Madarina Julia, Sp.A(K), MPH., Ph.D membagikan sebuah jurnal yanh dia temukan tentang AC dan virus corona.

“Saya ingin men-share suatu paper yang saya temukan. Meskipun belum peer-reviewed, isinya sangat menarik. Paper tersebut mengatakan bahwa berdasarkan penelitian di China dan pengamatan di seluruh dunia, high temperature and high relative humidity reduce the transmission of COVID-19,” tuturnya.

Wanita yang merupakan istri seorang dokter spesialis bedah ortopedi konsultan, dr. Sugeng Yuwana, Sp.OT(K), FICS ini menjelaskan tentang sebagian besar korban Covid-19 adalah orang dengan status sosial menengah ke atas.

“Saya menduga, mereka adalah orang yang terbiasa hidup di lingkungan yang menggunakan AC (rumah ber-AC, mobil ber-AC) disertai jendela yang tertutup rapat,” ucapnya.

Diduga AC dapat menurunkan suhu ruangan dan mengurangi kelembaban.

Dua hal yang sangat menguntungkan transmisi virus Covid-19, apalagi disertai dengan sirkulasi udara yang tertutup.

Hal ini tak ubahnya dengan penelitian yang dilakukan Mohammad Sajadi, seorang profesor di Institut Virologi Universitas Maryland.

Sajadi menyatakan bahwa virus dapat menyebar di mana saja, ia mentransmisikan paling efektif di antara manusia ketika kelembaban rendah dan suhu antara 5 °C dan 11 °C.

Bahkan sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Advanced in Virology di tahun 2011, virus kering pada permukaan halus mempertahankan viabilitasnya selama lebih dari 5 hari pada suhu 22–25 °C dan kelembaban relatif 40–50%, yaitu, lingkungan ber-AC yang khas.

Meski demikian, penelitian tersebut melaporkan bahwa infektivitas virus corona hilang setelah pemanasan pada suhu 56 °C selama 15 menit dalam kondisi stabil selama setidaknya 2 hari setelah pengeringan pada plastik.

Terlepas dari itu, Madarina mengimbau untuk meminimalkan penggunaan AC di rumah. Bahkan ia menilai bahwa social distancing dan physical distancing tetap perlu dilakukan demi meminimalisir terjadinya penularan virus corona (Covid-19).

Pendapat ahli lainnya …

Namun, praktisi kesehatan Ari Fahrial Syam, menyebut penyebaran virus Corona COVID-19 tidak berpengaruh pada ruangan yang ber-AC. Menurut Ari, penyebaran virus ini tidak terpengaruh dengan sirkulasi udara yang disebabkan AC.

Virus Corona tidak ada (menyebar) di udara atau airborne. Jadi, tidak terpengaruh dengan sirkulasi AC.

1. Bertahan di Udara Dingin

Namun begitu, kata Ari, virus memang lebih senang hidup pada udara dingin. Itu membuat mereka bisa bertahan lama.

“Hanya saja, masalahnya virus lebih nyaman (hidup) pada udara dingin dan droplet yang menempel pada benda-benda, sehingga membuat virus bertahan lama,” ujarnya.

2. Menyebar Lewat Percikan

Ari juga menambahkan, virus Corona menular dari satu orang kepada orang lain melalui droplet (percikan). Virus bisa menular langsung dari orang yang bicara keras, batuk atau bersin di depan kita dalam jarak 1 meter.

“Selain itu, secara tidak langsung jika droplet yang mengandung virus jatuh ke meja, saklar lampu, gagang telepon, gagang pintu, atau lokasi yang biasa disentuh orang, maka hal ini juga bisa jadi sumber penularan,” tambahnya.

3. Perhatikan Tangan

Oleh karena itu, kita harus memerhatikan, tangan kita tidak menyentuh tempat-tempat yang orang lain juga menyentuh di luar rumah. Hindari menyentuh mulut, hidung, dan mata.

Yang paling penting juga mencuci tangan dengan sabun di air yang mengalir.

“Salah satu penelitian yang dilakukan di China yang disampaikan di edaran WHO bahwa dari 75.465 pasien COVID-19 tidak ada yang melaporkan penularan melalui udara,” lanjut Ari, yang juga Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Menggunakan kendaraan pribadi mungkin menurunkan potensi tertular corona ketimbang angkutan umum.

Tapi ada beberapa hal yang tetap harus diperhatikan.


Setelah membahas permasalahannya

Maka begini cara #CegahCorona pada mobil kita

Dua warga Indonesia positif terkena virus Corona (SARS-CoV-2), yang menjadi penyebab penyakit COVID-19. Keduanya kini tengah dirawat secara intensif di Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Prof. Dr. Sulianti Saroso.
Selain harus menjaga kebersihan, bagi Anda yang setiap hari menggunakan mobil pribadi rasanya penting untuk menjaga sirkulasi udara di kabin tetap bersih dan bebas virus.
“Intinya yang pertama, barang-barang yang masuk ke dalam kabin harus bersih terlebih dahulu. Bila sudah bersih maka, udara dari sistem penyejuk kabin juga akan bersih dari virus.
Setelah memastikan ruang kabin bersih dari sisa-sisa makanan, kotoran, dan benda-benda lainnya, hal yang selanjutnya bisa dilakukan yaitu membersihkan beberapa komponen AC.

1. Saringan udara AC

Komponen ini biasanya terletak pada dasbor mobil sebelah kiri (tergantung model), dekat kompartemen penyimpanan. Tugasnya untuk menyaring udara kabin yang masuk ke evaporator.
“Bagian ini biasanya diperiksa setiap 20.000 km sekali dan diganti tiap 40.000 km. Namun bila pemilik kendaraan berinisiatif untuk membersihkannya tidak masalah, apalagi ketika ada wabah seperti ini,” ucapnya.
Meski bisa dilakukan sendiri pembersihannya, Bambang lebih menganjurkan untuk dilakukan di bengkel, entah resmi atau yang dipercaya. Karena khawatirnya ada salah penanganan, sehingga menimbulkan masalah baru.
“Kalau filter ini kotor, kemungkinan besar udara yang masuk untuk disirkulasi lagi ke dalam kabin juga kotor. Karena itu perlu pembersihan,” tuturnya.
Otomotif, tips otomotif, corona, evaporator, sirkulasi AC,

2. Evaporator

Lalu yang penting lagi adalah pembersihan bagian evaporator. Komponen ini berpotensi untuk menyimpan jamur-jamur dan kotoran yang gagal disaring oleh filter udara kabin.
“Nanti udara kabin yang disedot masuk dari melalui saringan udara AC, akan melalui sirip-sirip evaporator, sehingga udara yang dihembuskan lagi ke kabin akan dingin. Karena ini bagian ini juga harus bersih,” tutur Bambang.
Bambang menyebut, berbicara virus sebenarnya banyak ragamnya dan tak hanya corona saja. Jadi memang sudah semestinya kita mengantisipasi.

3. Biaya

Terkait dengan pembersihan saluran AC di bengkel resmi seperti salah satunya Daihatsu, biayanya berkisar Rp 400 ribuan.
“Iya itu untuk pembersihan saluran-saluran AC mobil, sementara untuk freonnya sekitar Rp 200 ribuan.

Disampaikan Instruktur dan Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu, ada beberapa langkah yang harus diperhatikan untuk menghindari penularan virus corona di mobil pribadi.

Meski tak menjamin 100% bebas dari virus corona, naik kendaraan pribadi lebih aman dibanding transportasi publik.

Jusri menyarankan orang-orang mengurangi aktifitas luar ruangan.

Tidak berpergian merupakan keputusan paling bijak saat ini, bahkan jika menggunakan kendaraan pribadi sekalipun.

Namun jika harus terpaksa berpergian, proteksi diri sendiri menjadi hal utama untuk mencegah terinfeksi virus corona. Atau paling tidak mencegah penularnya.

“Mengendarai mobil pribadi itu memang private, mungkin bisa lebih mengurangi penularan. Meski demikian, proteksi diri tetap harus diutamakan,” kata Jusri.

“Salah satunya adalah pastikan siapapun yang ingin menumpang itu harus sehat jangan sakit. Karena kalau teman atau siapa saja yang ingin menumpang dalam mobil itu sakit, itu masih bisa berpotensi ke sana (penularan virus corona-Red),” ujar Jusri.

“Selanjutnya pastikan kabin dalam mobil selalu bersih. Selain itu jangan lupa, untuk pastikan air conditioner (AC) tetap bersih sehingga bisa terhindar dari virus.

Karena membersihkan AC salah satu bentuk proteksi, memang pasti ada biaya (service AC) tapi ini akan membantu, membuat AC mobil lebih awet dan bersih.

Bagaimana kita mensterilkan diri kita, saat situasi saat saat ini, kita keluar dari rumah juga sangat perlu menjaga kebersihan kita meski di dalam mobil,” ujar Jusri.

Selain itu setelah berkendara untuk tetap jaga jarak saat keluar dari mobil.


Itu dia pencegahan Virus Corona, Saat Mobil Berhenti

Berikut Cara Pencegahan Virus Corona Saat Mengemudi 

Masyarakat diimbau tidak panik asalkan bisa mencegah tertularnya virus. Pengguna kendaraan bermotor juga bisa mencegah penyebaran virus.

1. Pastikan kondisi tubuh sebelum berkendara.

Sebaiknya hindari berkendara saat kondisi tubuh tidak fit, misalnya saat sedang flu, batuk, sakit kepala dan lain-lain.

Selanjutnya, pemilik kendaraan khususnya mobil diimbau agar selalu menjaga kebersihan di dalam mobil. Pastikan ada tempat sampah yang memiliki penutup.

Siapkan tisu basah atau hand sanitizer beralkohol.

2. Selalu menjaga kebersihan tangan.

Cuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer setelah batuk dan bersin, sebelum makan, setelah ke toilet, setelah memegang uang, dan saat tangan terlihat kotor.

Pengendara juga bisa melakukan olahraga dengan rutin. Misalnya dengan memastikan aktif bergerak selama 30 menit per hari setidaknya 5 kali seminggu.

Lakukan peregangan setiap 2 jam untuk menghindari nyeri punggung dan pinggang. Terakhir, minum air mineral secukupnya. Siapkan 2 liter air mineral tersedia di dalam mobil.


Akhirnya mari kita lanjut pembahasan Blower AC bermasalah …

Kalau Blower Bermasalah Apa Dampaknya Pada AC Mobil

Mobil merupakan sebuah alat transportasi yang memiliki beberapa bagian penting yang fungsinya bermacam-macam. Salah satu bagian yang juga harus diperhatikan namun kadang dilupakan adalah AC mobil. AC mobil memiliki beberapa bagian penting seperti condensor, compressor, ekspansi valve, filter dryer, dan evaporator. Selain itu ada satu bagian lagi yang harus diketahui yaitu blower.

Kalau Blower Bermasalah Apa Dampaknya Pada AC Mobil

Keberadaan blower kadang dianggap sepele namun sebenarnya blower sangat penting untuk AC mobil. Tanpa adanya blower maka AC mobil tidak akan berfungsi dengan baik dan udara pada kabin mobil akan terasa panas.

Apa Itu Blower AC Mobil?

Sudah disebutkan jika blower merupakan salah satu bagian penting pada mobil. Lalu, apa itu blower AC mobil? Blower AC mobil merupakan suatu alat berbentuk motor dinamo beserta daun kipas.

Keberadaan blower sering dihubungkan dengan kipas AC yang juga memiliki peran penting dalam sistem AC mobil. Biasanya kipas AC ini disebut dengan kipas kondensor yang pada umumnya diparalel dengan magnetic clucth sehingga saat AC mobil digunakan maka kipas AC akan berputar.

Baca juga : Bagaimana Cara Memperbaiki Evaporator AC Mobil Bermasalah?

Jika kipas AC tidak berputar maka akan berdampak pada AC mobil yang tidak dingin. Tak hanya itu saja, hal tersebut juga bisa membuat tekanan refrigerant menjadi terlalu tinggi. Terdapat beberapa hal yang bisa membuat kipas AC tidak berputar, seperti motor kipas AC rusak, sekring putus, kabel putus atau korsleting, dan masih banyak penyebab yang lainnya.

Kalau Blower Bermasalah Apa Dampaknya Pada AC Mobil

Apa Fungsinya Blower AC Mobil?

Setelah mengetahui apa itu blower AC mobil, ketahui juga fungsi yang dimiliki oleh blower AC mobil. Blower memiliki fungsi untuk menghembuskan udara ke arah evaporator yang kemudian akan dihembuskan oleh blower untuk melewati evaporator. Ketika AC mobil dalam keadaan normal maka udara yang melewati blower suhu panasnya akan diserap oleh freon sehingga suhu akan dingin dan dikeluarkan menuju kabin. Dengan kata lain, blower AC mobil berfungsi sebagai sumber penghasil angin hembusan pada grill atau kisi-kisi AC.

Sedangkan untuk kipas AC atau kipas condensor berfungsi untuk menghembuskan udara ke arah condensor untuk mendinginkan refrigerant. Dengan begini maka refrigerant akan mengalami kondensasi dan berubah dari gas menjadi cair.

Kalau Blower Bermasalah Apa Dampaknya Pada AC Mobil?

Saat AC mobil terasa tidak nyaman ketika digunakan maka bisa saja penyebabnya datang dari blower yang bermasalah. Blower bermasalah dampaknya pada AC mobil adalah AC mobil tidak dingin dan hembusan angin menjadi lebih kecil. Selain itu, AC mobil juga tidak dingin karena angin tidak keluar.

Rawat Blower dengan Service Rutin

Masalah blower seharusnya tidak terjadi karena masalah yang ada bisa membuat fungsi AC mobil tidak maksimal. Fungsi AC mobil yang terganggu bisa membuat penumpang tidak nyaman ketika melakukan perjalanan di siang hari karena udara yang panas. Tentunya tidak akan terlalu bermasalah jika perjalanan yang dilakukan tidak terlalu jauh. Namun jika perjalanan memakan waktu berjam-jam maka penumpang akan merasa kepanasan.

Kalau Blower Bermasalah Apa Dampaknya Pada AC Mobil

Sumber gambar riccardo annandale

Baca juga : Penyebab AC Mobil Bau Apek dan Cara Mengatasinya

Untuk menghindari adanya kerusakan pada blower, rawat blower dengan service rutin ke bengkel AC mobil. Dengan melakukan service secara rutin maka banyak sekali manfaat yang akan didapatkan, salah satunya adalah bisa mengetahui lebih cepat kerusakan yang terjadi pada blower sehingga kerusakan tidak melebar ke bagian yang lainnya. Dengan begini maka biaya yang dikeluarkan untuk service tidak akan banyak.

Itulah sedikit ulasan tentang blower bermasalah yang berdampak pada AC mobil.

AC mobil mu sudah dingin, nyaman, dan sehat?Booking Service
Yakin sudah bebas dari bakteri / virus?
Sudah atau belum tahu, silahkan klik disini untuk kita bantu.
Seneng bisa berbagi.
Pasti bermanfaat.

Blog

Blower AC mobilBlower AC Mobil BermasalahBlower AC Mobil rusakservice Blower AC Mobilspare parts AC Blower AC Mobil

Leave a Reply