Hati-Hati Hujan Deras, Waspada Mobil Rewel Tersambar Petir


Share :

Hai #SahabatRotary

Jedhuarr! Suara petir menggelegar tandanya musim hujan udah datang. Musim hujan emang menyenangkan untuk sebagian orang, bahkan jadi berkah buat saudara kita para petani. Tapi bisa juga jadi malapetaka. Apalagi kalo kamu tinggal di daerah rawan banjir. Hm.., mari berharap semoga semua baik-baik aja, ya.

Di musim hujan kaya gini ada beberapa hal yang perlu kamu waspadai. Terutama kalian para pengguna kendaraan pribadi yang doyan mondar-mandir di jalanan pas hujan lebat. Bagi penumpang mobil seperti kamu pastinya bakal terbebas dari yang namanya basah kuyup, nggak seperti mereka yang naik motor.

Tapi jangan keburu terlena sama privilege yang kamu punya itu. Kamu harus tetap hati-hati. Pasalnya di musim hujan, cuaca bisa mendadak berubah menjadi buruk. Hujan lebat disertai angin kencang dan gemuruh petir, kejadian kaya adegan klimaks di film-film thriller itu bisa muncul kapan aja, loh.

Oke, kamu nggak basah kena air hujan. Tapi gimana dengan sambaran petir?

Atau kemungkinan terburuknya, badai angin kencang?

Meski berada di dalam mobil, bukan berarti kamu akan aman di tengah cuaca buruk semacam itu. Kamu pasti kaget waktu dengerin suara petir yang dahsyat. Apalagi kalo sampai mobil yang kamu kendarai itu tersambar petir. Pasti ngeri banget, bukan?

Dari Mana Datangnya Petir?

Kekuatan petir bukanlah rahasia lagi, menakutkan. Dahsyatnya nggak bisa dibandingin sama senyuman doi waktu noleh ke arahmu (heyaa). Banyak peristiwa buruk terjadi disebabkan keganasan petir yang menyambar sampai memakan korban jiwa. Sungguh disayangkan sekali.

Kamu tentu pernah sesekali melihat sekelebat cahaya turun dari langit ke bumi pas hujan turun. Itulah petir, kilat, halilintar, atau guntur. Secara kasat mata tampak sebagai kilatan cahaya putih yang super cepat, lalu diiringi suara menggelegar dan bergemuruh. Cahaya dan suara itu sebenarnya muncul berbarengan. Tapi karena kecepatannya berbeda, maka biasanya kamu bakal ngeliat kilatannya dulu, baru gemuruhnya belakangan. Sedikit bocoran, kecepatan cahaya itu sekitar 300.000 km/detik dan kecepatan suara kira-kira 350 m/detik.

Fenomena alam ini sendiri terjadi karena awan membuang muatan listriknya ke bumi. Lebih banyak muncul pada musim hujan karena waktu itu kadar air dalam udara terlalu banyak, sehingga arus listrik dapat mengalir lebih mudah dan cepat.

Di langit sana, awan bergerak terus menerus dan saling berinteraksi satu sama lain. Setiap volume awan mengandung muatan listrik yang saling memengaruhi. Interaksi antara awan-awan ini menyebabkan muatan listrik positif negatif berkumpul sesuai jenisnya masing-masing. Positif berkumpul dengan positif, dan yang negatif berkumpul dengan muatan sejenis.

Sementara itu di bawah, sebagian unsur bumi terdiri dari tanah yang merupakan kapasitor. Kalo kamu pernah belajar ilmu elektro, kapasitor adalah elemen yang dapat berfungsi untuk menyimpan energi listrik. Dan bumi juga mengandung unsur proton atau muatan listrik positif.

Muatan listrik positif dan negatif akan saling tarik menarik. Untuk itu harus ada mekanisme khusus agar keduanya bisa seimbang. Nah, pada saat itulah elektron (muatan listrik negatif) akan mencari cara untuk melepaskan energi. Salah satunya dengan menjalar ke Bumi yang bermuatan positif. Di sinilah munculnya kilatan cahaya putih bersuara menggelegar itu. Dan biasanya kilatan petir juga terjadi di antara awan-awan di atas sana.

Petir yang turun dari awan harus melewati lapisan udara pada atmosfer Bumi. Karena udara bukan merupakan konduktor (penghantar listrik) yang baik, maka energi listrik sebagian hilang dan berubah menjadi energi panas. Suhunya sendiri bisa mencapai 28000 C. Kalo kamu mau masak barbekyu dengan suhu panggangan segitu panasnya, dijamin kompor panggangmu juga akan ikut matang.

Dampak Sambaran Petir

Sambaran petir selama ini lebih banyak dampak negatif daripada positifnya. Ini karena manusia belum menemukan teknologi untuk memanfaatkan energi petir. Adanya penangkal petir atau sistem regulator listrik hanyalah salah satu cara untuk mengurangi dampak buruk dari sambaran petir.

Menurut teori, ada tiga efek samping sambaran petir, yaitu efek listrik, efek tegangan tembus, dan efek thermal. Efek yang pertama berarti petir menghasilkan tegangan listrik sangat tinggi di titik yang dikenainya, juga di area yang berada di sekitarnya.

Sementara efek tegangan tembus muncul karena sambaran listrik mengenai media logam. Tegangan ini meningkat, jauh lebih tinggi daripada semula. Kalo efek yang ketiga, yaitu efek thermal, adalah suhu udara yang naik karena petir turun ke Bumi melewati udara yang mengubah energi listrik menjadi energi panas.

Tegangan listrik petir sangat tinggi sehingga berisiko merusak. Sambarannya begitu menakutkan, bisa menjadi penyebab korsleting listrik di rumah atau kantor, gangguan sinyal, sampai memicu kebakaran. Banyak berita pohon tumbang atau hewan ternak mati disambar petir. Nggak sedikit pula korban jiwa manusia yang bernasib sama.

Malah belum lama ini ada berita bahwa seorang remaja meninggal dunia diduga akibat terkena sambaran petir di Tegal. Waktu itu korban sedang main handphone yang dicharge, dan di luar hujan lebat sekali.

Meskipun nggak ada yang tahu pasti gimana kronologis peristiwa menyedihkan itu, tetapi polisi menemukan adanya luka bakar didada korban. Itu indikasi kuat bahwa sambaran petir telah membuat remaja itu tewas seketika. Dan kalo handphone yang dicharge aja bisa sebegitu bahayanya, gimana dengan mobil, ya?

Bahaya Mobil Tersambar Petir

mobil rewel

Menurut keterangan seorang profesor peneliti petir sekaligus guru besar ITB, Reynaldo Zoro, petir cenderung menyambar struktur-struktur yang tinggi. Tapi nggak menutup kemungkinan hal itu juga bisa terjadi pada mobil yang lagi meluncur di jalanan. Terutama kalo samping kiri kanan jalan raya masih berupa lahan kosong, nggak ada bangunan, tiang listrik, atau pohon yang tinggi.

Mobil-mobil terparkir di lantai atas pusat perbelanjaan juga berisiko tersambar petir. Ini karena posisinya lebih tinggi daripada struktur lain di sekitarnya. Apalagi badan mobil terbuat dari logam, yang pastinya bakal jadi sasaran empuk petir. Kalau ini sampai terjadi maka mobil rewel sudah menjadi jatah.

Buat pengendara mobil yang melaju di jalan layang saat hujan lebat, kalian juga harus siap menghadapi risiko ini. Tapi untungnya di bahu jalan tol umumnya dipasangi tiang listrik untuk lampu jalanan. Maka kemungkinan besar petir akan lebih memilih tiang listrik tersebut, karena lebih tinggi posisinya. Jadi sudah dipikirkan pencegahannya memang agar mobil rewel karena sambaran petir.

Jadi jangan sedih ya. Ini bukan soal gebetan yang nggak jadi milih kamu, kok. Malah kamu harusnya bersyukur karena petir nggak jadi nyamber mobilmu.

Tapi gimana kalo mobil tiba-tiba terkena sambaran petir? Hm.. Kamu mungkin pernah nggak sengaja kesetrum saat menyentuh instalasi listrik di rumah atau di perangkat gadget-mu. Rasanya kaget dan nyelekit, bukan? (kaget kayak baru dapet rejeki nomplok).

Sekarang coba bayangkan kalo daya listrik yang menyetrummu itu sebesar 20000 ampere. Jumlah itu cukup untuk menyalakan sepuluh lampu rumahan yang masing-masing punya daya 10 watt selama 3 bulan. Kalo begini, kayanya mendingan nggak usah dibayangin deh, ngeri.

Kalo boleh mengutip fakta yang dikutip dari GridOto, sebenarnya kasus mobil tersambar petir cukup jarang terjadi, terutama di Indonesia. Seringnya berita kasus semacam ini datang dari negerinya Paman Trump. Terutama di wilayah bergurun yang lapang tanpa pohon-pohon tinggi apalagi bangunan besar.

Tapi kalo itu sampai terjadi, mobil yang tersambar petir bisa diidentifikasi dari kerusakan yang muncul. Mobil rewel bisa diatasi. Pertama dimulai dari bagian permukaan bodinya. Kalo ada goresan atau gosong akibat panas tinggi, bisa jadi mobil itu tersambar secara langsung.

Kemudian baru ditinjau lebih jauh di setiap komponen mesin dan kelistrikannya. Tapi kalo nggak ada bekas pada bodi, besar kemungkinan kalo mobil itu cuma terkena efek samping, karena berada di dekat titik sambaran petir.

Pada mobil yang tersambar langsung, pasti ada komponen kelistrikan yang meleleh atau lumer, biasanya kalo bukan kabel ya sekring. Di beberapa kasus yang terjadi di luar negeri, imbas sambaran petir umumnya membuat ban meledak.

Sambaran petir bakal paling merusak komponen kelistrikan. Kalo tegangannya nggak terlalu besar, komponen kelistrikan nggak bakal mati seluruhnya. Meski ada kemungkinan mobil rewel. Pasti masih ada satu dua yang bisa berfungsi. Tapi sebaliknya, sambaran petir yang sangat dahsyat bisa membuat ban meletus, mesin mobil langsung mati bahkan nggak bisa nyala lagi. Alhasil penumpang harus rela becek-becek nunggu ojek kayak Cinta Laura karena mobilnya terpaksa harus diderek ke bengkel.

Dan seperti kamu ketahui, banyak fitur pelengkap mobil yang juga sangat tergantung pada komponen kelistrikan. Di sektor mesin, sistem pengapian membutuhkan pemicu yang bersumber dari daya listrik. Kalo komponen ini rusak, tentu saja mobil gagal menyala. Mobil rewel jadinya.

Petir juga bisa memengaruhi kemampuan mesin untuk meningkatkan daya pacunya. Mobilmu memang bisa nyala dan jalan, tetapi kecepatannya kaya kura-kura galapogos. Asik sih, bisa jalan-jalan santai ala karnaval tujuh-belasan, tapi kapan bisa sampai tujuan? Biarlah waktu yang akan menjawabnya.

Selain itu, fitur mobil modern kebanyakan memanfaatkan komponen kelistrikan untuk bisa berfungsi. Kalo sudah tersambar petir, jangan harap bisa muter playlist favorit kamu di mobil, hidupin AC, apalagi mainan jendela buat tebar pesona.

Lalu Gimana Penumpangnya?

mobil rewel

Untungnya, desain mobil memang benar-benar dibuat untuk melindungi penumpang, salah satunya kalo terkena sambaran petir. Masih menurut Profesor Zoro, guru besar ITB itu, seperti dikutip dari Kompas, petir yang menyambar mobil nggak membahayakan penumpang. Jadi selama penumpang tetap berada di dalam mobil pada waktu petir menyambar, maka nggak ada yang perlu dikhawatirkan.

Kalo kamu sempat melalui pengalaman mengerikan ini, berterima-kasihlah sama ban mobilmu. Jangan lupa juga bilang, “Selamat datang kembali.”

Ban mobil berfungsi sebagai penetral arus listrik. Sambaran petir yang mengenai bodi mobil akan turun sampai melewati ban. Posisi ban berada di bawah dan melekat dengan tanah. Jadi arus tegangan tinggi itu bisa sampai ke tujuan tanpa menimbulkan efek membahayakan bagi nyawa penumpang mobil. Seperti udah disampaikan tadi, mungkin yang terjadi adalah ban mobilmu meletus karena kepanasan.

Dari sudut pandang ini, kayanya mobil yang tersambar petir itu nggak mungkin mengakibatkan korban jiwa. Eits! Lagi-lagi jangan keburu terlena. Masih ada satu lagi yang perlu diperhatikan terkait soal kasus mobil tersambar petir ini. Terutama buat kamu yang doyan ngebut di jalanan, nggak peduli hujan angin atau badai sekalipun.

Kamu yang berperilaku seperti ini harus lebih hati-hati lagi. Sistem perlindungan mobil masih bisa menyelamatkanmu dari sengatan listrik halilintar. Nyawamu selamat. Tapi ketika sedang melaju kencang dan tiba-tiba mobilmu oleng, mesinmu mati, atau ban mendadak pecah, kamu hanya bisa berdoa, sambil mengandalkan skill nyetir yang kamu punya. Kalo kamu emang jago berkelit menghindari kecelakaan dan sedang beruntung, selamatlah kamu. Lah, gimana kalo nggak? Aduh, bro. Nggak kebayang gimana jadinya. Jangan sampai lah, ya.

Makanya, pengemudi kendaraan disarankan berkendara secara bijak. Ini berlaku buat semua, bukan cuma yang nyetir mobil. Tapi juga buat pemotor, apalagi yang bergaya ala sinetron An*k Langit. Aturan batas kecepatan berlaku di segala musim dan nggak memandang jenis kendaraan bermotor yang dipakai. Jadi masbro dan mbakbro semua wajib mematuhinya, demi kebaikan dan keselamatan bersama.

Tips Menghindari Dampak Negatif Mobil Tersambar Petir

Desain mobil memang sengaja dibuat untuk memberikan perlindungan, termasuk terhadap sambaran petir. Tapi tak ada salahnya melakukan kiat-kiat khusus untuk menghindari kemungkinan buruk yang bisa terjadi kalo mobilmu disambar petir. Nah, di poin terakhir ini ada beberapa tips buat kamu penumpang mobil yang menghadapi cuaca buruk waktu berkendara.

Batasi Kecepatan

Waktu hujan lebat dan petir bergemuruh, sedang kamu masih melaju dengan mobilmu, sebaiknya jangan ngebut. Kecepatan maksimal yang disarankan untuk berkendara saat hujan adalah 60 km/jam. Lebih lambat dari itu, lebih baik. Ini untuk menghindari efek buruk kalo mobil tersambar petir dan susah dikendalikan.

Tutup Semua Panel Terbuka

Pemilik mobil convertible nggak perlu kuatir tersambar petir, kecuali mereka lupa menutup atap mobilnya. Mobil convertible juga dilengkapi sistem penangkal petir, biar nggak membahayakan penumpang. Kalo hujannya mulai nggak bersahabat, sebaiknya tutup atap mobil, segera tarik antena, dan tutup jendela rapat-rapat. Di dalam mobil, usahakan kamu nggak menyentuh komponen apapun dari interior yang terbuat dari logam dan terhubung langsung dengan bodi mobil.

Berhenti dan Menepi

Kalo hujannya terlalu lebat dan petirnya makin dahsyat, lebih baik hentikan laju mobil. Cari lokasi paling cocok untuk parkir dan tunggulah sampai intensitas hujan memungkinkanmu untuk jalan lagi. Jangan lupa nyalakan lampu hazard. Kemungkinan hujan lebat masih akan lama, jadi kamu bisa memilih pemberhentian yang lebih aman. Memungkinkan kamu bisa keluar dari mobil dan mengamankan diri. Jika sewaktu-waktu mobilmu mengalami sesuatu, senggaknya kamu masih selamat. Pilih rest area atau mall, restoran, kafe, atau tempat perlindungan lain yang kondusif.

Pilih Area Parkir yang Tepat

Mencegah mobil rewel karena kelistrikannya bermasalah akibat dari petir.

Jadi …

Ingat baik-baik, hujan lebat bisa turun sewaktu-waktu. Jadi kalo kamu berencana bepergian, usahakan memilih lokasi parkir dengan bijak di tempat tujuan. Pastikan kamu parkir di tempat yang teduh atau tertutup. Hindari area parkir luas yang terbuka lebar, seperti lapangan kosong atau area parkir di puncak gedung bertingkat. Usahakan jangan parkir di dekat pohon besar. Karena kalo pohon itu disambar petir, dahannya akan patah dan jatuh di atas mobilmu.

Saat Mobil Tersambar Petir

Mungkin rasanya mengerikan kalo kamu melihat cahaya kilat menyambar mobilmu dengan mata telanjang. Lebih mengerikan dari mobil rewel karena tersambar petir. Tapi kamu harus tetap tenang. Jangan panik, apalagi sampai membuka pintu mobil dan keluar. Sekali lagi, semua mobil memiliki fitur penangkal petir. Jadi kamu akan lebih aman di dalam mobil.

Sejauh ini, kamu bisa cukup tenang. Karena penumpang masih aman meskipun mobilmu tersambar petir. Syukurlah kalo cuma mobilnya yang rusak, mobil rewel jadinya. Lagipula kan masih bisa diperbaiki. Tapi kalo pemiliknya yang kena?

aduh bahaya! Jangan sampai deh, ya. Semoga kamu tetap berkendara dengan aman dan bijaksana. Dan mendapat informasi berguna setelah baca artikel ini.

Senang bisa beragi.

Pasti bermanfaat.

Share :

No comment

Leave a Reply