Pandemi Corona, Jangan Panik! Jaga Kebersihan Mobil mu…

Pandemi Corona, Jangan Panik! Jaga Kebersihan Mobil mu...

Share :

Hai #SahabatRotary,

Sudah cek kebersihan mobil Anda supaya aman dari Virus Corona?

Kebersihan mobil #SahabatRotary adalah hal yang penting supaya Anda aman dari virus Corona. Sebagai pengendara atau pekerja diluar rumah yang masih membutuhkan kendaraan khususnya mobil, maka menjaga kebersihan mobil tentu wajib diperhatikan supaya aman di tengah pandemi virus Corona yang menyorot perhatian dunia saat ini. Dalam situasi ini, kita ga perlu kuatir karena untuk menjaga kebersihan mobil supaya aman dari tersebarnya virus corona ini, ada beberapa cara praktis yang mudah dilakukan. Virus Corona yang dikenal sebagai COVID-19 pertama kali muncul di Provinsi Hubei, Cina merupakan virus yang menginfeksi organ pernafasan manusia dengan penyebarannya melalui percikan (droplets) yang tentu bisa menempel pada beberapa bagian mobil. Nah, karena itulah sangat penting untuk menjaga kebersihan mobil #SahabatRotary supaya aman dari virus Corona tersebut.

Langkah pencegahan utama dari tertular virus corona ini, yaitu dengan tidak banyak bepergian ke tempat-tempat yang berpotensi. Namun, jika tidak memungkinkan dan Anda harus berkendara, setidaknya terdapat beberapa tindakan pencegahan yang dapat dilakukan untuk menjaga kebersihan mobil atau kendaraan Anda supaya tetap aman dari tertular virus corona ini.

Jadi, tujuan dari menjaga kebersihan mobil adalah agar penumpang didalam mobil tidak saling menularkan atau tertular. Mobil sebagai salah satu kendaraan #SahabatRotary penting untuk dibersihkan agar terbebas dari pandemi virus corona ini.

Berikut ini, merupakan saran sebagai langkah preventif sesuai anjuran dari Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO yang dapat dilakukan untuk menjaga kebersihan mobil atau kendaraan Anda, diantaranya:

1. Jaga kebersihan Tangan saat di Mobil

World Health Organization (WHO) menyarakan untuk selalu menjaga kebersihan tangan lewat mencuci tangan menggunakan sabun. Air dan sabun dapat membunuh virus corona yang bersarang di tangan. Organisasi dunia ini juga menyarakankan agar tidak memegang area wajah karena virus ditularkan lewat cairan tubuh (droplets). Bila terkontaminasi dan menyentuh area seperti hidung, mata, atau mulut dikhawatirkan akan tertular.

Akan tetapi, mencuci tangan dengan air sabun jelas merepotkan untuk dilakukan di dalam mobil. Maka dari itu, menyediakan cairan antiseptic atau hand sanitizer adalah jalan paling masuk akal dalam menjaga kebersihan mobil dan juga penumpang Anda agar terhindar dari penyebaran virus ini. Simpan saja di laci dasbor atau di kompartemen belakang bangku depan agar tidak terpapar sinar matahari secara langsung sebagaimana dalam anjuran penyimpanan.

kebersihan mobil

Cuci tangan atau Gunakan hand sanitizer untuk menjaga kebersihan mobil

2. Perhatikan Sampah 

Senjata penting lainnya untuk menjaga kebersihan mobil adalah sediain tisu dan wadah sampah tertutup. Siapin di tempat yang mudah dijangkau. Dalam melakukan etika batuk dan bersin pakai anjuran dari WHO. Bila terasa akan batuk atau bersin segeralah tutup dengan tisu kemudian buang ke tempat sampah, karena virus corona ini bisa tersebar melalui percikan . Semua penumpang dalam mobil jelas tidak ada yang mau tertular bukan? Nah, bila ternyata tidak memungkinkan pakai tisu, anjuran lain adalah menutup mulut dan hidung saat batuk atau bersin menggunakan lengan baju bukan telapak tangan. Ini dapat meminimalisir transfer virus lewat sentuhan permukaan di dalam kabin. Misal sehabis bersin dan menutup dengan tangan lalu menyentuh tuas laci dasbor, penumpang lain bisa saja memegang tuas yang sama sehingga mengakibatkan penularan dan mengancam kebersihan mobil Anda.

Baca Juga :  11 Masalah yang bisa Terjadi Kalau Mobil Tanpa Perawatan AC Mobil Berkala

Ada baiknya juga sembari mengarahkan ke luar jendela karena disarankan dalam menjaga jarak minimal satu meter dengan siapapun yang sedang batuk atau bersin. Hal ini lantaran jarak tiap penumpang tentu sangat dekat apalagi berkendara dalam sebuah city car. Sirkulasi udara dalam kabin pun akan berganti dengan udara baru dari luar sehingga kebersihan mobil Anda akan tetap terjaga.

Dengan begini, kebersihan mobil dan keselamatan penumpang juga akan sama – sama terjaga dari virus corona ini.

kebersihan mobil

Jaga kebersihan mobil agar aman dari virus Corona

3. Menjaga Kualitas Udara dan Kebersihan Mobil

Biasanya mobil baru disematkan filter AC guna menyaring udara masuk dari luar. Setelah filter AC digunakan sekian lama untuk  menyaring udara kotor dari luar kemungkinan kesegaran kabin menjadi berkurang, sebenarnya cukup masuk akal bila perangkat ini perlu diganti secara berkala, meskipun tidak menjamin partikel virus Corona turut tersaring. Anda dapat melakukannya di bengkel atau tempat servis SUV terdekat. Setidaknya ada upaya dalam menjaga kebersihan mobil Anda pada udara kabin
dan kondisi mobil di bengkel. Tidak hanya itu, dapat juga servis atau membeli air purifier atau penjernih udara tambahan sebagai tindakan preventif lewat penyaringan udara.

Yup, menjaga kualitas udara dalam kabin dan kebersihan mobil #SahabatRotary perlu dilakukan. Sebab, kotoran bisa saja masuk ke dalam kabin, yang biasanya memiliki sirkulasi tertutup. Hal itu membahayakan bila dibiarkan, karena penumpang beresiko menghirupnya. Belum lagi bahaya COVID-19 yang belakangan ini sedang mewabah diseluruh dunia.

Sebenarnya menjaga kualitas udara sebagai langkah kebersihan mobil Anda bukanlah tindakan sulit. Bila tidak dapat dilakukan sendiri Anda bisa mendatangi bengkel atau tempat servis SUV mobil terdekat. Bila tidak memungkinkan bisa menghubungi jasa dari bengkel atau tempat servis SUV untuk datang ke rumah Anda. Berikut beberapa trik dan tips dari PT. Primes Asia, distributor resmi Ferrox di Indonesia.

1. Hindari sering membuka jendela dan merokok

Perlu diingat ya #SahabatRotary kalau kegiatan kita sering membuka jendela dan merokok di dalam kabin dapat menurunkan kualitas udara dalam kabin. Hal ini dapat mengizinkan udara kotor dari luar masuk ke dalam. Apalagi bila pengemudi atau penumpang lainnya merokok. Bahan kimia dalam asap rokok atau kotoran dari luar, bisa saja masuk dan menempel di interior dan ke sistem pendingin kabin atau evaporator. Bila sampai terjadi, jamur dan alga bisa terbentuk sehingga menghasilkan bau yang tidak sedap. Nah, tentu saja hal ini akan mengurangi kebersihan mobil Anda.

“Pertama tentu tidak merokok dalam kabin. Lalu, sebaiknya tidak sering-sering membuka jendela apalagi saat berkendara di tengah kemacetan,” ucap Andy Hastenm Sales Manager PT Primes Asia dalam pesan elektronik yang diterima Oto.com (08/07).

2. Hindari memasang parfum mobil

Pengharum kabin memang dapat menghilangkan bau tak sedap. Tapi Anda pasti tidak tahu kalau ternyata hal ini justru bisa menjadi penyebab munculnya bau itu? Kasusnya mirip dengan kotoran dari luar dan merokok. Parfum yang khususnya ditaruh di kisi-kisi AC (Air Conditioner), malah beresiko masuk ke dalam evaporator. Parfum yang masuk ke evaporator ini kemudian akan berubah menjadi embun, lalu alga dan jamur muncul menghasilkan bau yang mengganggu. Kalau udah begini, tentu saja kebersihan mobil sudah tidak terjaga.

“Tidak dianjurkan pakai parfum. Dari hasil studi, ternyata ditemukan kalau wangi parfum bisa mengganggu saluran AC,” terangnya.

3. Rutin membersihkan kabin

Bayangkan makanan atau minuman yang tumpah, kemudian tidak dibersihkan dalam waktu yang lama. Ini bisa penyebab munculnya bau tak sedap. Kalau sudah begini, pasti Anda juga tidak akan nyaman berkendara.

Karena itulah, membersihkan kabin secara rutin adalah hal wajib yang harus Anda lakukan untuk menjaga kebersihan mobil. Bila perlu lakukan detailing, agar lebih menyeluruh di bengkel atau tempat servis SUV. Soalnya risiko remahan makanan terselip di sela-sela kursi atau area yang tidak terlihat bisa saja terjadi.

Baca Juga :  Mengungkap Rahasia Tentang Logo-Logo Pada Mobil Terlaris di Dunia

4. Lakukan perawatan sistem pendingin kabin berkala

Rutin melakukan servis sistem pendingin kabin perlu dilaksanakan. Tidak hanya untuk menjaga kualitas udara, tetapi juga ketahanan perangkat itu. Periode servis pendingin yang direkomendasikan adalah tiap 10 ribu km atau sesuai jadwal servis mesin. Setelah itu, cobalah untuk periksa filter kabin yang terpasang di dalam blower mobil. Beberapa kendaraan modern sudah mengaplikasikannya. Namun, biasanya model filter kabin yang digunakan terbuat dari busa atau kertas, yang mana bahan ini tidak bisa dibersihkan sehingga gimanapun juga harus tetap diganti baru. Penggantian filter AC saat melakukan servis evaporator dan saluran pada mobil, dianjurkan untuk dilakukan agar udara AC tetap dingin dan bersih.

Langkah ini juga hal yang penting untuk menjaga kebersihan mobil Anda.

5. Ganti filter kabin yang lebih andal

Ukuran kotoran beragam, paling kecil yang diketahui 2,5 mikrometer (mikron) atau kurang lebih 3 persen dari diameter rambut manusia. Nah, cara yang harus dilakukan untuk menjaga kebersihan mobil Anda dari kotoran dengan ukuran sekecil ini adalah dengan penyaringan kotoran dari filter kabin. Sayangnya, pada beberapa merek filter kabin tidak bisa melakukan penyaringan kotoran ini.

Oleh karena itu, perlu ada penggantian filter. Salah satu merek yang menarik untuk dipakai adalah Ferrox PM2.5. Bahan yang terbuat dari Double-sided Zorflex Carbon Fibre Composite dengan tambahan penggunaan teknologi Electrostatic Spraying. Anda dapat membelinya di bengkel atau tempat servis SUV.

Manfaat dari perangkat ini secara aktif dapat menyaring partikel ukuran 2,5 mikron sekaligus juga sebagai filter dari bau tak sedap. Menariknya, tak seperti filter busa atau kertas yang harus diganti bila sudah terlalu kotor, Ferrox PM 2.5 dapat dibersihkan menggunakan air.
Dibutuhkan minimalnya sampai jarak sudah mencapai 15000 km atau selama satu tahun, sebelum penggantian karena material karbon yang mulai habis.

Nah, selain menjaga kebersihan mobil dan kualitas udara. Jangan lupa untuk periksa kondisi mobil Anda di bengkel atau tempat servis SUV. Nah, sama seperti pentingnya menjaga kebersihan mobil, Anda juga wajib untuk menjaga kesehatan tubuh supaya aman dari virus Corona atau COVID-19.

Gejala ringan dan klinis virus corona yang menyerang manusia ini diantaranya batuk, pilek, nyeri tenggorokan, nyeri otot, sakit kepala hingga demam. Kalau seseorang sudah mengalami gejala – gejala ringan tersebut, maka diimbau untuk segera periksa ke rumah sakit, terutama jika memiliki riwayat, yaitu pernah bepergian ke luar negeri atau mungkin bersentuhan langsung dengan orang yang sudah terinfeksi virus corona atau COVID-19. Namun demikian, guna mencegah terinfeksi virus ini bisa dilakukan dari diri sendiri, berdasar pada rilis yang dikeluarkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO).

Berikut beberapa tips dan panduan dari WHO yang dapat diterapkan guna melindungi diri dan mencegah penularan virus corona :

1. Rajin Cuci Tangan

Mencuci tangan rutin menjadi salah satu cara terbaik dalam melindungi diri dari virus corona, kebiasaan ini bisa membantu membunuh kuman dari virus corona yang mungkin menempel di tangan. Biasakan mencuci tangan secara teratur hingga menyeluruh, pakai air bersih dengan sabun dan cairan berbahan alkohol. Mencuci tangan dengan sabun menjadi salah satu cara paling efektif untuk mencegah penyebaran atau penularan virus ini. Awali dengan membasahi kedua telapak tangan menggunakan air mengalir. Lalu sabuni telapak tangan dan gosok semua permukaan kulit tangan, termasuk telapak dan punggung tangan, sela-sela jari minimal selama 20 detik. Lalu, bilas tangan yang sudah disabuni sampai bersih dengan air mengalir dan keringkan menggunakan kain yang bersih atau tisu.

Usahakan sesering mungkin mencuci tangan dengan sabun contohnya: waktu sebelum makan, setelah batuk atau bersin, setelah memegang barang di tempat umum seperti pegangan pintu, tangga, dll. Kita juga wajib mencuci tangan setelah kita keluar dari rumah.

2. Menjaga Jarak

Jaga jarak terutama dengan seseorang yang sedang batuk atau bersin guna membantu menghindari penularan penyakit. Setidaknya jarak satu meter untuk menghindari penularan virus, kemudian tidak disarankan untuk menghabiskan waktu di luar rumah jika tidak ada kepentingan.

Bagi yang tengah dalam kondisi batuk dan bersin, pastikan untuk mengetahui etika di tempat umum dan gunakan selalu masker. Usahakan untuk biasa menutup mulut dan hidung dengan tisu saat batuk, setelah itu buang tisu ke tempat sampah. Kemudian cuci tangan dengan aur bersih dengan menggunakan sabun setiap setelah batuk, bisa menggunakan hand sanitizer atau pembersih tangan lain.

Baca Juga :  Home Service : Service AC Mobil Panggilan Kedoya

 

3. Jangan Sering Menyentuh Wajah

Ini sepele tapi sulit, karena dikutip dari CNN Indonesia, Maret 2020, penelitian Sydney University tahun 2015 menyatakan seseorang menyentuh wajah rata-rata 23 kali per jam. WHO menyebutkan virus corona bisa masuk ke tubuh manusia melalui mulut, hidung, dan mata. Oleh karena itu, cara menjaga kesehatan tubuh saat ini, kita harus berlatih untuk mendiamkan tangan agar tidak menyentuh wajah selama minimal satu menit. Kalau kita sudah berhasil selama 1 menit, maka coba tambahin jadi 5 menit, dan latih terus sampai kita bisa benar-benar meminimalkan kebiasaan menyentuh wajah.

Alasan kenapa disarankan untuk tidak menyentuh wajah karena telapak tangan merupakan salah satu bagian tubuh yang paling rentan menjadi ‘sarang’ virus, makanya kita disarankan untuk selalu menjaganya. Menjaga dalam artian disarankan sangat menghindari menyentuh mata, hidung, dan mulut terlalu sering dengan menggunakan tangan. Hal ini dikarenakan, virus bisa dengan cepat berpindah masuk ke dalam tubuh.

4. Siap Sedia Hand Sanitizer

Jika tidak ada tempat untuk cuci tangan, kita bisa menggantikannya dengan hand sanitizer. Ada banyak ragam produk hand sanitizer di pasar dengan kandungan alkohol mulai dari 30%. WHO merekomendasikan masyarakat menggunakan hand sanitizer yang mengandung alkohol minimal 60%. Sebab, kandungan alkohol sebesar 60% atau lebih bisa membunuh virus COVID-19 yang punya ukuran cukup besar, yakni 400-500 mikrometer. Jika kandungan alkohol pada hand sanitizer tidak sampai 60% maka ini hanya efektif membunuh bakteri yang berukuran lebih kecil, yakni 0,5-5 mikrometer. Nah, karena itu kalau kita akan bepergian, jangan lupa untuk selalu bawa sebotol kecil hand sanitizer dengan alkohol 60% atau lebih.

5. Konsumsi Makanan Bergizi

Sebenernya, minum vitamin atau suplemen emang bisa meningkatkan daya tahan tubuh guna mencegah paparan virus corona. Namun, kata para ahli gizi, kita lebih baik dapetin vitamin dan mineral langsung dari sumbernya daripada konsumsi dari obat atau cairan olahan.

Vitamin C berperan penting untuk meningkatkan daya tahan tubuh karena bisa memacu produksi sel darah putih yang berguna melawan infeksi. Sayuran yang kaya vitamin C antara lain brokoli (dalam semangkuk) sebanyak 50 miligram (mg), 1 buah paprika seberat 45 gram (g) mengandung 109.1 mg, bayam sebanyak 28 mg per 100 g. Kamu juga bisa menentukan vitamin C di buah-buahan seperti jeruk dengan kandungan 59-83 mg vitamin C per buahnya, jambu biji dengan kandungan 200 mg, pepaya 94 mg, kiwi 84 mg, stroberi 52 mg, dan nanas 39-49 mg. Konsumsi minuman berbahan rempah-rempah seperti jahe merah juga bisa meningkatkan daya tahan tubuh manusia.

6. Jaga Kebersihan Lingkungan 

Membersihkan rumah dan sekitar meja kerja di kantor bisa meminimalkan paparan virus corona. Gunakan disinfektan untuk membersihkan permukaan benda yang sering disentuh, seperti gagang pintu, keyboard dan mouse, alat dapur, sakelar lampu, gagang laci, pegangan tangga. Untuk mendisinfeksi gunakan air dan sabun atau cairan yang mengandung alkohol. Oya, jangan sampai lupa untuk pakai sarung tangan sekali pakai waktu kita bersih-bersih dan mendisinfeksi.

7. Bawa Alat Makan Sendiri

Bawalah selalu alat makan sendiri. Pastikan alat makan dicuci dengan sabun sampai bersih, karena virus corona ini punya daya tahan yang kuat ketika berada di permukaan logam. Kalau kita bawa alat makan sendiri, maka kita  akan lebih tahu kebersihan peralatan tersebut. Pastikan jangan sampai terjadi penggunaan alat makan bersama-sama. Karena virus corona bisa menyebar lewat percikan air liur yang menempel di sendok.

8. Konsultasi ke Dokter

Jika mengalami gejala ringan yang telah disebutkan sebelumnya hingga kesulitan dalam bernapas segera lakukan pemeriksaan ke dokter. Di Indonesia, Pemerintah telah menunjuk sejumlah rumah sakit rujukan untuk pemeriksaan dan tes virus corona atau COVID-19. Disarankan untuk melakukan panggilan telepon terlebih dahulu guna mencari tahu informasi terkait rumah sakit yang dituju. Sementara itu, setelah pemeriksaan dilakukan dan hasilnya negatif, maka menjaga kesehatan dan kebersihan tetap perlu dilakukan sesuai anjuran tenaga medis.

 

AC mobil mu sudah dingin, nyaman, dan sehat?
Yakin sudah bebas dari bakteri/virus?
Sudah atau belum tahu, silahkan klik disini untuk kita bantu
Seneng bisa berbagi
Pasti bermanfaatBooking Service

Share :

No comment

Leave a Reply