Penumpukan Debu dan Kotoran Sering Terjadi Pada Filter Kabin AC Mobil
Kebocoran Salah Satu Masalah Pada Pemakaian Evaporator AC Mobil

Apa yang anda lakukan ketika mobil mengalami masalah? Kebanyakan orang tentu akan menjawab dibawa ke bengkel. Cara ini memang dipandang sebagai solusi yang cepat dan tepat. Namun anda juga perlu mempersiapkan biaya yang mungkin tidak sedikit. Terkadang kerusakan yang tidak diprediksi dapat membuat anda kebingungan.

Jika masalah pada mobil terjadi, tetap tenang dan jangan panik. Hal pertama yang harus anda lakukan ketika mobil bermasalah adalah pahami masalahnya. Baru kemudian temukan solusi yang tepat. Jangan sampai anda terburu-buru untuk memutuskan dan hasilnya tidak baik.

Memahami masalah mobil memang tidak bisa instan. Ada cara mudah yang bisa anda lakukan. Salah satunya adalah mengumpulkan informasi mengenai hal tersebut. Nah, kali ini kita akan membahas masalah yang terjadi pada bagian AC mobil.

AC mobil tentu menjadi faktor yang penting demi kenyamanan anda saat berkendara. Tanpa adanya AC yang berfungsi dengan baik, anda akan merasa gerah dan pengap di dalam mobil. Terlebih untuk anda yang tinggal di kota besar. Panas dan polusi udara dapat menjadi penyebab stres dan ketidaklancaran aktivitas sehari-hari.

Lalu bagian mana dari AC yang sering bermasalah? Filter kabin AC mobil dan evaporator AC mobil merupakan komponen yang paling rawan bermasalah. Bahasan kali ini berfokus pada kedua hal tersebut. Jadi apa saja masalah yang sering terjadi pada filter kabin AC mobil dan evaporator AC mobil?

1. Masalah yang sering terjadi pada filter kabin AC mobil

Apakah yang anda ketahui dari filter kabin AC mobil? Kebanyak orang belum mengetahui bahwa pada AC mobilnya terdapat komponen ini. Padahal filter kabin AC mobil memiliki fungsi yang fatal. Tanpa adanya komponen ini, AC mobil akan bekerja dengan lebih keras dan bisa cepat rusak.

Tidak semua kendaraan roda 4 terpasang filter kabin AC mobil. Filter kabin AC mobil tergolong dalam teknologi tambahan. Di Indonesia, bagian ini umumnya hanya dimiliki oleh mobil yang diproduksi di atas tahun 2005. Mobil-mobil generasi sebelumnya, tidak dilengkapi dengan filter kabin AC mobil. Namun secara umum di dunia, teknologi ini sudah mulai diterapkan beberapa tahun lebih awal. Lebih tepatnya pada tahun 2002.

Fungsi dari filter kabin AC mobil adalah untuk menyaring udara sebelum masuk ke evaporator. Sebagai penyaring udara, bagian ini terletak di antara evaporator dan blower. Umumnya, untuk merk mobil buatan Korea dan Jepang seperti Suzuki, Honda, Toyota, dan Hyundai, anda bisa menemukan komponen tersebut pada belakang laci dashboard.

Mengingat peran pentingnya, sudah seharusnya setiap mobil menggunakan filter kabin AC. Sebelum mengetahui lebih jauh, sebaiknya anda juga perlu memahami masalah-masalah yang sering terjadi pada komponen ini. Lalu apa saja masalah yang dapat dialami filter kabin AC mobil?

a. Penumpukan debu dan kotoran

Karena fungsi dari filter kabin adalah untuk menyaring udara, salah satu masalahnya adalah adanya penumpukan debu dan kotoran. Hal ini tentu tidak dapat dihindari. Langkah tepat yang harus anda lakukan adalah dengan membersihkannya secara rutin. Jika anda sering berkendara di wilayah berdebu, lakukan pembersihan setiap 1 bulan sekali.

Udara yang disaring oleh filter kabin dapat berasal dari 2 tempat yang berbeda yaitu di dalam kabin dan di luar mobil anda. Kedua sumber udara ini dapat mengandung polusi yang berupa debu dan kotoran. Jika anda termasuk penduduk di wilayah perkotaan, tingkat polusinya akan lebih tinggi daripada di pedesaan. Maka intensitas pembersihan perlu ditingkatkan.

Umumnya, terdapat 2 tipe filter kabin AC mobil. Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Kedua tipe tersebut antara lain:

1. Filter kabin non woven

Filter jenis ini dapat menyaring kotoran seperti debu dan partikel-partikel kecil lainnya. Ciri dari produk ini umumnya berwarna putih. Filter kabin non woven tidak secanggih produk filter kabin karbon aktif. Filter ini hanya terdiri dari 1 lapis saja. Namun kelebihan dari filter ini adalah lebih awet daripada filter kabin dengan karbon aktif.

2. Filter kabin karbon aktif

Filter kabin jenis ini memiliki fungsi yang sama seperti filter kabin pada umumnya. Namun ada kelebihan yang tidak dimiliki oleh produk lain. Kelebihan tersebut yaitu adanya karbon aktif (zeolit) yang dapat membunuh bakteri penyebab bau dan virus-virus penyakit tertentu. Jadi jika mobil anda menggunakan filter jenis ini, anda dan keluarga akan merasa lebih aman dan terjaga kesehatannya.

Filter kabin karbon aktif umumnya berwarna hitam dan terdiri dari 2 lapisan yang disebut fiber dan serat karbon. Bagi anda yang mudah terserang alergi seperti bersin atau gatal-gatal, ada baiknya untuk memasang filter kabin AC mobil jenis ini karena dapat membantu anda menghilangkan bakteri penyebab alergi.

Kedua jenis filter kabin AC mobil ini dapat dibersihkan. Namun filter kabin karbon aktif memiliki kekurangan. Kekurangannya adalah filter harus lebih sering diganti daripada filter kabin non woven. Hal ini karena adanya 2 lapis filter sehingga menyebabkan kotoran dapat menempel lebih banyak.

b. Kualitas filter kabin kurang baik

Kapan terakhir kali anda mengganti filter kabin AC mobil anda? Jika sudah lewat 6 bulan, sebaiknya lakukan pemeriksaan apakah kondisinya masih layak atau tidak. Filter kabin AC mobil tidak hanya perlu dibersihkan tetapi juga perlu diganti paling tidak setiap 6 bulan sekali atau ketika kondisinya sudah tidak bagus.

Indikator yang bisa dijadikan acuan bahwa filter kabin sudah dalam kondisi yang tidak baik adalah adanya bau yang tidak sedap. Selain itu juga bisa ditandai dengan aliran udara yang keluar dari AC tidak lagi sejuk seperti biasanya.

Jika anda menemukan masalah pada filter kabin AC mobil anda, segera ambil tindakan untuk mencegah masalah yang lebih jauh lagi. Hal ini tentu karena begitu fatalnya peranan filter kabin AC mobil itu sendiri.

Lalu berapa lamakah waktu yang dibutuhkan untuk mengganti sebuah filter kabin AC mobil? Sebenarnya, waktu yang diperlukan bervariasi. Namun umumnya tidak memakan waktu yang lama.

Jika anda ingin mengganti filter kabin AC mobil anda, siapkan dana yang cukup. Harga untuk sebuah filter kabin AC mobil di pasaran berkisar antara 70 hingga 200 ribuan. Tergantung merk dari produknya dan kesesuai dengan merk mobilnya.

Akibat tidak mengganti filter kabin AC mobil

Terdapat beberapa akibat yang bisa anda alami jika tidak mengganti filter kabin AC mobil. Salah satunya adalah terjadinya kerusakan pada komponen-komponen AC lainnya sepeti blower dan evaporator. Jika hal itu sampai terjadi, maka anda akan mendapatkan masalah yang lebih serius lagi.

Beberapa mobil tidak dilengkapi dengan filter kabin AC. Jika mobil anda juga termasuk salah satunya, sebaiknya segera ambil tindakan. Mungkin anda tidak akan merasakan akibatnya dalam jangka pendek. Namun jika dalam penggunaan jangka panjang tanpa adanya filter kabin AC, anda bisa mengalami masalah-masalah seperti gangguan kesehatan dan alergi.

Inilah bahaya yang paling mengancam. Gangguan kesehatan dapat anda alami karena tidak adanya penyaring udara yang anda hirup di dalam mobil. Jadi kemungkinan kontaminasi bakteri dan virus menjadi lebih besar.

2. Masalah yang sering terjadi pada evaporator AC mobil

Apa yang anda ketahui tentang evaporator? Pada setiap AC terdapat komponen evaporator. Termasuk juga pada AC mobil. Evaporator adalah termasuk bagian AC yang vital. Umumnya satu kendaraan memiliki satu evaporator. Kecuali pada kendaraan-kendaraan besar. Kendaraan yang lebih besar bisa memiliki lebih dari 1 evaporator.

Bentuk dari evaporator AC mobil mirip dengan radiator namun lebih kecil. Bahan peyusunnya terbuat dari alumunium.

Evaporator merupakan bagian AC mobil yang memiliki fungsi menurunkan suhu. Cara kerjanya adalah dengan menyerap panas dari kabin mobil. Inilah mengapa anda bisa mendapatkan udara yang lebih sejuk ketika AC menyala.

Ada beberapa masalah yang bisa terjadi pada bagian evaporator AC mobil ini. Beberapa masalah tersebut antara lain:

a. Evaporator kotor

Mengapa evaporator bisa menjadi kotor? Hal ini karena adanya debu dan kotoran yang menempel. Sebenarnya, debu dan kotoran yang menumpuk merupakan faktor utama dari berbagai masalah evaporator AC mobil lainnya.

Debu dan kotoran di evaporator dapat menyebabkan bau tidak sedap. Hal ini terjadi karena tumbuhnya jamur. Jika anda pernah mengalami mencium bau yang tidak sedap ketika baru masuk ke dalam mobil, mungkin hal ini menjadi salah satu penyebabnya.

Bukan hanya debu saja yang dapat mengotori evaporator. Penggunaan pengharus mobil dengan bahan kimia yang kuat juga tidak baik bagi kondisi evaporator. Bahan kimia tersebut akan menempel di evaporator dan dapat mengganggu kinerjanya.

Lalu apa yang bisa dilakukan? Sebenarnya anda tidak perlu ke bengkel untuk mengatasinya. Anda bisa membersihkan bagian evaporator dengan mengikuti panduan-panduan yang banyak tersedia di internet. Membersihkan evaporator AC mobil secara rutin dapat menjadi salah satu langkah untuk menghemat biaya servis ke bengkel.

b. Evaporator beku

Masalah lainnya yang seringkali merupakan masalah turunan dari evaporator yang kotor adalah adanya pembekuan. Karena debu-debu yang menempel, freon (cairan yang menyerap panas di suhu rendah) dari hasil pompaan kompresor tertahan di evaporator dan membeku. Selama AC menyala, kompresor bekerja secara terus menerus untuk memompa freon ke evaporator. Jika evaporator terhalang debu dan kotoran, maka akan terjadi pembekuan.

Fakta menariknya di luar itu, freon juga merupakan sebuah merk dagang. Nama ini merupakan sebutan sebuah senyawa yang berhasil ditemukan pada tahun 1928 oleh Thomas Midgley. Jadi sebenarnya cara kerja AC mobil adalah bukan mendinginkan tetapi menyerap suhu panas dan kelembaban dari kabin mobil anda.

Kembali kepada permasalahan, evaporator beku ini dapat menyebabkan performa AC menjadi tidak maksimal. Jika anda merasa AC tidak lagi sejuk, mungkin anda sudah saatnya membersihkan evaporator. Menjaga kebersihan evaporator dapat membantu mencegah kerusakan pada AC.

c. Evaporator bocor

Pernahkan anda mendapati air pada bagian lantai mobil atau di bawah mobil? Mungkin penyebabnya adalah masalah yang satu ini.

Evaporator memang harus diganti paling tidak setiap 1 tahun sekali. Penggantian ini untuk mencegah adanya kebocoran. Jika anda pernah menemukan tetesan air di lantai mobil, ada kemungkinan hal tersebut karena bocornya evaporator.

Sebenarnya apa yang menyebabkan evaporator bocor? Pertama karena freon yang menumpuk di evaporator dan tidak ada sirkulasi sehingga dapat menyebabkan bagian evaporator mengalami korosi. Jika sudah begitu, evaporator dapat menjadi keropos. Biasanya hal ini terjadi ketika anda jarang menggunakan mobil. Maka jangan pernah lupa untuk memeriksa kondisi freon meski mobil tidak dipakai.

Masalah kedua adalah karena evaporator yang sudah berusia tua dan butuh diganti secepatnya. Jika memang terjadi hal tersebut, anda harus segera mengganti dengan evaporator yang baru. Mulai sekarang lakukanlah kebiasaan penggantian rutin sesuai dengan peroide yang disarankan agar masalah-masalah di atas tidak terjadi kembali.

Ketika evaporator sudah tidak dalam kondisi baik, membersihkan saja tidak cukup mengatasi masalah. Tidak ada yang bisa dilakukan selain melakukan penggantian dengan yang baru. Sebenarnya, harga evaporator AC mobil tidak terlalu mahal untuk jangka waktu pemakaian dalam hitungan tahun. Namun anda perlu biaya tambahan untuk mengupah montirnya.

Upah servis penggantian yang lumayan dikarenakan letak evaporator yang berada di dalam sehingga sulit dijangkau. Namun lebih baik mobil anda mendapatkan servis yang baik untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Pastikan untuk membawa kendaraan anda ke bengkel yang terpercaya. Ada baiknya anda juga turut mengawasi ketika dilakukan penggantian. Selain memastikan pengerjaannya, anda juga bisa mempelajarinya untuk menambah pemahaman.

Harga dari sebuah evaporator berkisar antara 1-2 juta. Tergantung dari merk mobilnya. Jika anda ingin melakukan penggantian, kurang lebih anda harus merogoh saku sebanyak nominal tersebut. Jika evaporator terlanjur rusak, memang biayanya akan lebih mahal daripada hanya membersihkannya saja. Hal ini wajar mengingat fungsi dari evaporator yang sangat penting untuk kenyamanan berkendara anda.

Lakukan hal ini untuk mencegah masalah pada filter kabin AC mobil dan evaporator AC mobil

Masalah-masalah pada filter kabin dan evaporator AC mobil tidak akan terjadi jika anda tahu cara mencegahnya. Tindakan pencegahan memang ampuh diterapkan untuk meminimalkan biaya dan waktu sevis kendaraan anda. Terdapat cara untuk mencegah masalah pada filter kabin dan evaporator AC mobil.

Salah satu tindakan pencegahan yang bisa anda lakukan adalah dengan membersihkan kabin secara rutin dari debu dan kotoran. Jika memungkinkan, anda bisa memasang penjernih udara sebagai tambahan untuk mencegah kontaminasi virus dan bakteri sehingga kualitas udara yang anda hirup dalam mobil menjadi lebih baik.

Sebenarnya, awet dan tidaknya filter kabin dan evaporator AC mobil adalah tergantung pada kebiasaan penggunanya. Kebiasaan buruk seperti merokok dan makan di dalam mobil dapat menyebabkan AC bekerja lebih keras. Tentu hal ini akan menyebabkan setiap bagian pada AC lebih cepat rusak.

Tips perawatan rutin pada AC mobil dapat anda baca pada artikel sebelumnya mengenai Perawatan Rutin adalah Kunci Hemat Biaya Bengkel Filter Kabin AC Mobil dan Evaporator AC Mobil.

Nah, itulah pembahasan mengenai masalah yang sering terjadi pada filter kabin AC mobil dan evaporator AC mobil. Hal rumit tentu menjadi lebih mudah jika kita memahaminya. Dengan menjadi paham, anda juga akan terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan.

Senang bisa berbagi.

Semoga berguna.