Hai #SahabatRotary,

Merawat Suzuki Carry Extra warisan orang tua saya yang sudah lebih dari 20 tahun usianya ini memang butuh bengkel spesialis. Ada 2 bagian penting dengan 2 bengkel spesialis yang menjadi langganan saya yaitu bengkel yang ahli untuk aki dan listrik, bengkel yang ahli AC. Mobil tua yang terawat listriknya akan aman dari resiko mogok, sedangkan yang terawat AC nya akan nyaman untuk diajak jalan-jalan.

Waktu itu saya habis mengantar anak ke Bekasi dari Jakarta. jalan bareng keluarga 21 Desember 2018. Saya mengalami gangguan yang saya rasakan pertama kali saat menyalakan AC. Biasanya AC dingin, kini tidak terasa dingin lagi dan hanya terasa hembusan angin saja. Namun setelah mobil jalan beberapa menit kemudian AC terasa dingin dan normal.Saya mulai curiga, tampaknya harus service AC nih.. apalagi sudah setahun lebih AC belum diservis. Mobil tua normalnya paling lama service AC setahun sekali, minimal untuk diganti filternya saja.

Pas turun dari Jakarta ke Bekasi, kondisi AC normal dan tidak ada yang aneh dengan kelainan AC ini. Perjalanan ditempuh mulai dari jam 06.00 hingga Jam 08.00 sudah sampai di Tol Bekasi Timur. Demi efisiensi biaya, saya keluar masuk tol yang penting jangan sampai kena macet saja. Sampai di tujuan jam 09.00. Setelah urusan selesai, saya kembali ke Jakarta jam 11.00. Suzuki Carry Merah saya meluncur ke Jakarta dengan gejala yang sama, dan saya anggap bukan masalah besar.

Akhirnya saya baca-baca referensi yang saya dapat dari internet, gangguan tersebut bisa jadi disebabkan karena extra fan AC yang lemah. ROTARY BINTARO, bengkel spesialis AC langganan saya selama ini memang mengatakan bahwa motor fan mobil ini sudah lemah. Itu diungkapkan sudah beberapa bulan yang lalu saat melakukan service AC rutin.

Sempat nyari yang praktis, saya service di bengkel sebelah rumah. Waktu itu motor fan diketuk pake palu oleh tukang bengkel dan nyala lagi saat gangguan itu muncul. Keluhan seperti ini pernah muncul sebelumnya, dan sayapun ikutan praktek seperti itu dan ajaib, fan bisa jalan lagi. Tapi saat AC di matikan dan dihidupkan fan tidak jalan dan saya coba pukul kembali. Kondisi yang terbaru pulang dari Bekasi ini, fan tetap tidak nyala walaupun sudah dipukul, heheh.

Ya sudah, saya bawa ke ahlinya ahli AC di ROTARY BINTARO. Petugas layanan di Rotary Bintaro segera melakukan pendafaran administrasi, cek riwayat service dan akhirnya melakukan pengecekan kerusakan AC. Solusinya ganti motor fan. Di bengkel ROTARY BINTARO, extrafan AC mobil saya langsung dibongkar untuk dilakukan pergantian komponen itu. Tidak mahal, karena kondisi baling-baling atau kipasnya masih oke, yang di ganti hanya motornya saja. Untuk biaya service tersebut, kurang lebihnya hanya ratusan ribu saja dan AC mobil saya sudah kembali dingin menggigil.

Saya puas dengan layanan Rotary Bintaro ini. Di rotary bintaro, semua mobil harus melewati proses administrasi terlebih dahulu baru mobil dicek/ditangani, terlepas nantinya ditagih biaya ataupun tidak, semua masuk administrasi karena berkaitan dengan history service dan pekerjaan. Awalnya saya meminta untuk di repair saja motor fan yang rusak tersebut. Tetapi menurut penjelasan dari service advisor kondisi motor fan sudah tidak memungkinkan untuk di repair. Kalau dipaksakan,  justru riskan dan bisa menimbulkan masalah baru. Bisa-bisa niat saya ngirit malah jadi ngorot kalau dipaksakan repair. Service advisor Rotary Bintaro memberikan penjelasan panjang lebar yang membuat saya mengerti bahwa langkah mengganti motor fan adalah yang terbaik. Analisa mekanik yang tepat, penggantian part tidak ngasal, dan yang diganti benar-benar sumber masalahnya. Oleh karena itu gunakan saja jasa service Rotary Bintaro. Jadi kesimpulannya, bengkel AC Mobil ROTARY BINTARO: Recommended.

booking service