Performa mobil Avanza berkurang. Mobil yang bermasalah sudah selayaknya dibawa ke bengkel mobil untuk mendapatkan perawatan dan perbaikan yang lebih intens. Penanganan secara cepat dipercaya bisa mengembalikan performa mobil dengan cepat tanpa harus menunggu lama. Meningkatnya jumlah kerusakan yang terjadi pada mobil membuat bengkel mobil kian laku keras di Indonesia.

Salah satu jenis mobil yang tidak luput dari kerusakan adalah Toyota Avanza. Mobil yang dijuluki “mobil sejuta umat’ dan mobil yang memiliki fakta unik ini sangat rentan terhadap kerusakan, misalnya kerusakan pada kipas (fan) mobil yang sering dialami Toyota Avanza tahun 2010. Itulah kenapa fan (kipas) mobil ini perlu diganti secara berkala, terutama saat penggunaannya sudah lebih dari 5 tahun dan jarak tempuhnya sudah mencapai 130.000 km.

Adapun penyebab performa mobil Avanza berkurang antara lain:

1. Kondisi Mesin Terlalu Panas / Overheating

Kasus overheating terjadi pada mobil manapun tanpa terkecuali. Overheating terjadi karena komponen mobil yang berfungsi dalam proses pendinginan tidak dapat bekerja dengan baik, sehingga komponen lain pada mesin (khususnya yang berbahan metal dan besi) akan memuai dan panas.

Pemuaian pada komponen mesin sering dijumpai pada bagian piston atau silinder mobil itu sendiri. Pada saat piston memuai, maka gesekan yang terjadi pada bagian silinder akan meningkat sehingga beban yang ditanggung oleh piston untuk dapat bergerak pun semakin berat. Kalau sudah begini, wajar ya kalau performa mesin mobil menurun secara perlahan.

2. Kurang Telaten Menjaga Kebersihan Filter Udara

Filter udara dalam mobil memiliki peran yang cukup besar dalam mendukung kinerja mobil itu sendiri. Bagian filter berguna untuk menyaring kotoran yang masuk ke bagian pembakaran sehingga proses pembakaran pun jadi lebih sempurna.

Pada dasarnya, filter udara membutuhkan pasokan oksigen yang besar untuk menyempurnakan proses pembakaran. Apabila filter udara tidak bersih alias kotor, ruang untuk menyaring kotoran yang masuk pun lebih sempit, besarnya oksigen yang bisa masuk ke komponen pembakaran pun menjadi lebih kecil.

3. Penggunaan Bahan Bakar yang Tidak Sesuai

Ada empat bahan bakar yang umumnya digunakan untuk mobil, antara lain: solar, remium, pertamax, dan pertalite. Mobil yang dijual di pasar otomotif menggunakan bahan bakar yang berbeda-beda. Jadi penting bagi Anda untuk mengetahui tipe bahan bakar yang diperlukan oleh mobil agar kinerjanya pun semakin oke.

Sayangnya, pemilik mobil sering kali kurang memperhatikan jenis bahan bakar yang dibutuhkan oleh mobil. Alhasil pengisian bahan bakar pun dilakukan secara asal-asalan. Mobil yang tadinya menggunakan bahan bakar pertamax tiba-tiba diganti menjadi pertalite, ataupun sebaliknya. Kondisi ini jelas akan mengurangi performa mobil karena “makanan” yang diberikan ke bagian mesin tidak sesuai dengan “makanan” yang dibutuhkan.

4. Penyaringan Bahan Bakar Mulai Kotor

Bahan bakar yang dijual di SPBU tidak selamanya bersih. Oleh sebab itu, bahan bakar tersebut perlu disaring terlebih dahulu sebelum dicerna oleh mesin mobil. Nah, ketika filter untuk menyaring bahan bakar mulai kotor, proses penyaringan ke ruang bahan bakar pun akan terhambat. Kotoran yang lengket di filter tersebut pun bisa saja ikut masuk ke ruang bahan bakar sehingga bensin yang dibakar tidak murni lagi. Hal ini pun akan berdampak langsung bagi performa dan kinerja mobil.

5. Bagian Pengapian Bermasalah

Proses pengapian juga penting diperhatikan. Apabila pengapian mengalami masalah, maka proses pembakaran pun menjadi tidak sempurna. Dampak langsung yang bisa dirasakan oleh pengemudi adalah performa mobil yang perlahan-lahan akan menurun sehingga tarikannya tidak lagi semulus seperti biasanya.

Apabila Mobil Avanza kesayangan mulai membandel, Anda perlu memeriksa mobil tersebut ke bengkel mobil terdekat. Lakukan servis secara rutin. Apabila terjadi kerusakan pada sparepart, Anda pun dapat langsung mengganti sparepart Toyota Avanza yang rusak dengan sparepart baru.

Semoga berguna.

Senang bisa berbagi.