Hai #SahabatRotary… Setiap pemilik mobil pasti ingin melihat kendaraannya selalu tampil prima.  Tak heran jika kita melakukan banyak hal untuk mobil kesayangan.  Seperti misalnya melakukan perawatan rutin di bengkel AC mobil Lenteng Agung, menambahkan aksesoris, dan melakukan modifikasi.

Perawatan yang kurang tepat tentu akan menimbulkan dampak buruk.  Meski tidak langsung terlihat, biasanya efek kesalahan dalam perawatan akan menimbulkan masalah di kemudian hari.  Seperti misalnya karat pada body mobil yang merusak tampilan hingga menurunkan nilai jual.

Merawat mobil memang tidak mudah, namun tidak pula cukup sulit dilakukan.  Masalahnya seringkali pemilik mobil menggampangkan beberapa cara perawatan yang bisa menyebabkan kerusakan pada mobil.  Hal ini terjadi akibat kita tidak memiliki pengetahuan tentang hal-hal yang tidak boleh dilakukan saat melakukan perawatan mobil.  Sembari menunggu proses servis di bengkel AC mobil Lenteng Agung, yuk, simak ulasan tentang daftar kesalahan yang harus dihindari dalam proses perawatan mobil!

bengkel ac mobil lenteng agung

Baca juga: Heii, Perhatikan 9 Hal Ini Biar Tidak Kena Mogok Saat Macet di Kuningan

  1. Menggunakan Deterjen Saat Mencuci Mobil

Efek penggunaan deterjen pada saat mencuci mobil tidak akan langsung terlihat.  Jika digunakan terus menerus, detergen bisa menyebabkan warna mobil kita memudar, loh.  Pada awalnya, mobil memang akan terlihat bersih dan mengkilap.  Padahal penggunaan detergen akan merusak warna eksterior mobil kita.

Kesalahan ini sering dilakukan oleh pemilik mobil.  Sebaiknya gunakan cairan khusus pencuci mobil atau shampoo jika mencuci mobil sendiri di rumah.  Saat mencuci mobil di tempat cuci steam pastikan mereka tidak menggunakan detergen sebagai bahan pembersihnya, ya.

  1. Mencuci Lantai Kabin dengan Air

Menurut teknisi bengkel AC mobil Lenteng Agung, kesalahan ini kerap dilakukan oleh pemilik mobil.  Pastikan kita tidak melakukannya lagi sebab dapat menyebabkan kerusakan serius pada mobil.  Salah satunya gangguan pada sistem audio.

Masalah akan timbul komponen listrik pada sistem audio terkena air.  Efek paling parah dari kebiasaan ini adalah bodi bagian bawah mobil menjadi berkarat.  Lalu bagaimana cara membersihkan lantai kabin mobil? Cukup gunakan kain lap lembab untuk membersihkannya.

  1. Tidak Rutin Melakukan Servis

Perawatan mobil tidak cukup hanya dengan mengganti oli, garden, dan perseneling saja.  Perawatan seperti itu hanya bersifat sebagian.  Padahal seharusnya dilakukan secara menyeluruh dan rutin, meskipun membutuhkan budget  yang cukup banyak.

Perawatan yang hanya dilakukan sebagian dan tidak rutin adalah penyebab mesin cepat rusak.  Jika sudah terlanjur rusak biasanya biaya perbaikan yang dibutuhkan juga lebih besar.  Demikian juga jika kita tidak rutin melakukan servis di bengkel AC mobil Lenteng Agung.  Biaya yang diperlukan untuk mengganti AC mobil tentu akan lebih besar.

  1. Pembersih Kaca digunakan Untuk Membersihkan Kaca Mobil Belakang

Saat ingin membersihkan kaca mobil bagian belakang, cukup gunakan kain basah saja.  Sebab cairan pembersih kaca dapat merusak komponen kabel pemanas defogger  atau antenna di bagian kaca belakang.  Agar lebih aman, basahi kain dengan air hangat lalu usap perlahan pada bagian kaca belakang.

Bersihkan kaca secara bertahap dengan cara mengusapkan kain lembab tersebut.  Usapkan secara paralel ke arah kabel.  Sudah jelas kan, kenapa kita tidak boleh menggunakan cairan pembersih untuk kaca belakang mobil?

  1. Membersihkan Jok Mobil dengan Cairan Khusus

Penggunaan cairan khusus untuk  membersihkan jok kerap dilakukan sebab setiap orang pasti ingin melihat kulit jok yang bersih dan mengkilap.  Boleh saja kita rajin mengelap jok.  Namun, sebaiknya tidak menggunakan cairan pembersih.

Sebab, cairan tersebut akan menyebabkan kulit jok menjadi licin dan terkadang menimbulkan bau tak enak.  Kulit jok yang licin cukup berbahaya saat kondisi mengerem tiba-tiba karena tubuh kita kemungkinan besar akan terdorong ke depan.

  1. Membersihkan Embun Kaca dengan Lap, Bahkan Tangan

Embun yang menempel pada kaca mobil tidak boleh dibersihkan dengan tangan ataupun lap.  Karena embun akan menghilang dengan sendirinya tanpa kita bersihkan.  Kesalahan ini cukup sepele namun bisa membahayakan pengemudi.

Konsentrasi pengemudi tentu berkurang jika tangan turut sibuk membersihkan embun di kaca.  Embun sering muncul data musim hujan dan di pagi hari.  Cara termudah untuk mengatasinya adalah dengan menghidupkan AC mobil.  Inilah sebabnya kita harus rutin melakukan servis di bengkel AC mobil Lenteng AgungKetekunan dalam perawatan tidak hanya membuat mobil lebih awet, tetapi juga menjaga keselamatan diri kita sendiri.

  1. Menggunakan BBM Oktan 88 Untuk Mesin Mobil Berkompresi Tinggi

Jika mobil kita berkompresi tinggi dengan rasio 11:1 ke atas, maka wajib bagi kita untuk menggunakan bahan bakar 90 oktan.  Bahan bakar dengan oktan lebih rendah akan menyebabkan aus pada dudukan dan kepala katup mesin mobil.  Efek lebih lanjut yang akan terjadi berupa penumpukan kerak karbon yang akan membuat mesin mobil rusak.

  1. Terbiasa Menghidupkan AC Mobil Saat Angka RPM Tinggi

Tidak dianjurkan untuk menghidupkan AC saat angka RPM (Rotation Per Minute) tinggi, artinya saat kita mobil sedang berjalan.  Upayakan AC hidup saat angka RPM rendah, yakni sejak mobil belum berjalan atau pedal gas belum diinjak.

Saat kita menghidupkan AC mobil dalam kondisi RPM rendah, sama halnya kita meringankan beban kerja mesin.  Sebab gesekan antara pressure plate dan pullyer  pada kompresor AC akan terminimalisir.  Dengan demikian beban mesin tidak bertambah.  Gesekan yang terjadi pada kompresor AC bisa menyebabkan kerusakan pada sistem pendingin.  Jika alami hal ini, segera bawa mobil kita ke bengkel AC mobil Lenteng Agung untuk dilakukan perbaikan, ya.

  1. Jarang Melakukan Spooring dan Balancing

Mayoritas pemilik mobil hanya melakukan spooring dan balancing saat mobil mengalami kendala.  Kebiasaan ini harus diubah. Sebab kedua kebiasaan tersebut sangat perlu dilakukan secara rutin.

Terutama jika sering melakukan perjalanan jauh.  Sebaiknya lakukan spooring dan balancing setiap jarak 10.000 atau 20.000 km.  Rutininitas ini dapat menghemat bahan bakar dan menjaga ban mobil agar tidak cepat gundul.  Melakukan spooring dan balancing hanya pada saat perbaikan justru akan menyebabkan mobil rentan rusak.

  1. Memanaskan Mesin Sambil Menginjak Pedal Gas

Hindari menginjak pedal gas saat memaaskan mesin di pagi hari.  Kebiasaan ini dapat menimbulkan efek buruk dan menyebabkan kerusakan.  Sayangnya hal ini sering dilakukan oleh mayoritas pemilik mobil.

Saat mesin baru saja dihidupkan, perlu waktu agar oli melumasi seluruh bagian mesin.  Jika pedal gas diinjak saat mesin belum terlumasi seluruhnya maka akan terjadi gesekan secara mendadak.  Hal inilah yang menyebabkan mesin mobil tidak berumur panjang.

Daftar kesalahan diatas adalah hal yang sering dilakukan oleh para pemilik mobil.  Beberapa terlihat sepele, padahal bisa menyebabkan kerusakan fatal.  Ternyata cukup banyak kesalahan yang harus diwaspadai dalam proses perawatan mobil.

Sayang kan kalau mobil kesayangan yang kita beli dengan penuh upaya harus rusak karena kesalahan sepele seperti di atas?  Sebab pada akhirnya tentu akan menimbulkan kerugian. So, kita harus pelajari dengan baik hal-hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan dalam hal perawatan mobil.  Jika selama ini kita melakukan kebiasaan yang salah, segera ubah dan lakukan cara-cara perawatan yang benar, yuk!