Bengkel AC Mobil Panglima Polim: Mobil Masih BBM, Kapan Hijrah ke Mobil Listrik?

bengkel ac mobil panglima polim

Share :

Hai #SahabatRotary

Mobil listrik berkembang dengan cepat di berbagai negara maju dunia, seperti Jepang, Swedia, dan Norwegia.  Mobil ini menggunakan motor listrik sebagai penggerak utama. Sehingga diperlukan perlengkapan infrastruktur yang memadai untuk mendukung penggunaannya di suatu negara.  

Di negara kita, Indonesia, pemerintah telah berupaya menggalakkan pemakaian mobil listrik yang didukung dengan terbitnya Perpres tentang percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai Untuk Transportasi Jalan.  Penggunaan jenis mobil yang diketahui ramah lingkungan ini juga diatur dalam PP terbaru mengenai Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM).

Peraturan terbaru PPnBM diputuskan sebesar 0% untuk kendaraan listrik, alias bebas pajak.  Sementara ini Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor untuk mobil listrik pun diusulkan menjadi 0%. Wah, siapa yang tidak akan tergiur, ya?  

Pengguna mobil listrik memang sedang benar-benar dimanjakan di Indonesia.  Kira-kira, kapan, yah, kita bisa beralih ke mobil listrik? Tawaran kemudahan dari pemerintah sangat menggiurkan, loh.  Belum lagi pengaruhnya ke lingkungan. Karena, sadar tidak sadar, ternyata saat menggunakan mobil listrik sebenarnya kita turut berkontribusi dalam upaya penyelamatan lingkungan.

Keuntungan yang ditawarkan pemerintah ternyata tidak hanya untuk konsumen.  Tetapi juga untuk produsen dan distributor yang memasarkan mobil listrik. Kementerian Keuangan akan memberikan keringanan terkait insentif impor kendaraan listrik dalam jangka waktu tertentu.  Sedangkan bagi industri suku cadang, akan diberikan tax allowance

bengkel ac mobil panglima polim

Masih ada lagi kemudahan lain yang ditawarkan oleh Pemda DKI Jakarta.  Direncanakan, pengguna mobil listrik akan mendapatkan fasilitas gratis parkir dan dibebaskan dari aturan genap ganjil.  Bahkan, PLN pun menawarkan diskon tarif listrik pada jam charging di rumah, yang berlaku pada malam hari, dan diskon penambahan daya listrik.  Benar-benar diberikan banyak kemudahan, deh, untuk pengguna mobil listrik.  

Namun pemerintah berupaya mengatur penggunaan komponen mobil dengan material lokal hingga 80%.  Pernyataan ini disampaikan oleh Menteri Peindustrian, Airlangga Hartanto bahwa keputusan tersebut merupakan turunan dari Perpres yang mengatur Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) produk kendaraan bermotor listrik (KBL).  

Salah satu komponen mobil yang dimaksud adalah battery electric vehicle (BEV).

Menanggapi peraturan terkait TKDN tersebut, Direktur Marketing PT Toyota Astra Motor Indonesia mengaku tidak mengalami kesulitan untuk meningkatkan persentase komponen lokal di dalam produk mobilnya.  Tetapi memang perlu penyesuaian. Di masa awal, hanya berkisar 35% bagian yang menggunakan komponen lokal, hingga nanti genap 80% pada tahun 2035. Masih lama, sekali! Kabar ‘buruk’ lainnya, sayangnya, hingga saat ini, belum ada pabrik baterai mobil listrik di Indonesia.  

Jenis-jenis mobil listrik yang telah dirilis di Indonesia adalah Audi, Nissan, Tesla.  Yang terbaru dan sedang hype keluaran Volkswagen model ID 3.

Sebenarnya apa saja sih hebatnya mobil listrik ini? Hari ini kita akan membahas tentang mobil listrik keluaran Volkswagen (VW), ya. 

Jadi, pada launching perdananya, VW berhasil meraih 30.000 pre-orders, bahkan dalam sehari sudah ada pemesan sebanyak 10.000.  Bagi pengguna VW diberikan alternatif baterai 45kWH, 58kWH, dan 77kWH. Masing-masing daya baterai dapat digunakan untuk menempuh jarak sejauh 330 km, 420 km, dan 550 km.  Jaminan ketahanan baterai dijanjikan sebesar 70% dari kapasitasnya setelah pemakaian 8 tahun, atau setara dengan 160.000 km.  

Tidak hanya smartphone, fitur fast charging pun tersedia hingga 125kW DC yang bisa digunakan untuk mengecas hingga 260 km dalam waktu 30 menit.  Soal top speed nya? Tentu saja tidak kalah dengan jenis lain. Kecepatan VW bisa dipacu hingga 180 km/jam.  

Mobil listrik VW limited edition dibanderol dengan harga Rp 624 juta atau 40.000 euro.  Versi selanjutnya bisa didapatkan dengan harga Rp 468 juta atau 30.000 euro.  VW akan memulai debutnya di Frankurt Motor Show pada Oktober 2019 dan mulai launching di tahun berikutnya.  Nggak sabar, deh, ingin menyusuri jalan bersama VW.

Ditengah maraknya mobil listrik dan segala kemudahan yang ditawarkan oleh pemerintah, ternyata, ada kekhawatiran yang dialami oleh industri after sales (purna jual).  Bisnis after sales adalah salah satu bisnis andalan di dunia industri otomotif.  Tidak dapat dipungkiri bahwa bisnis ini terus berjalan akibat penggunaan mesin mobil konvensional.

Mobil mana yang seumur hidup penggunanya tidak pernah di servis atau tidak pernah bermasalah? Memang jenis mesin ini membutuhkan perawatan secara berkala karena perlu dilakukan penggantian oli mesin, filter oli, oli transmisi, dan lain-lain.  

Seiring dengan hadirnya kendaraan motor listrik yang ramah lingkungan, bermunculan persepsi yang mengasumsikan bahwa bisnis after sales seperti bengkel mobil AC Panglima Polim akan berakhir.  Sebab kendaraan bermotor listrik terdiri dari sedikit komponen mekanikal yang tidak memerlukan perawatan rutin.  Sehingga tidak perlu melakukan kunjungan berkala ke bengkel mobil.  

Ronald Reagan, Head of After Sales Marketing and Development Dept. MMKSI, menjawab kekhawatiran tersebut. Ia menyatakan bahwa industri after sales akan tetap eksis dan bertahan di era kendaraan listrik.  Perbedaan mobil listrik dan konvensional hanya terletak pada sumber tenaga penggerak mobil.  Soal proses maintenance dan periode servis, tetap seperti industri mobil saat ini, sehingga penggerak usaha after sales seperti bengkel AC mobil Panglima Polim tidak perlu khawatir.  

Mobil listrik tetap membutuhkan sparepart dan maintenance.  Tidak semua mobil listrik full menggunakan baterai (EV).  Ada juga tipe mobil yang PHEV dan Hybrid, yang masih memiliki komponen mesin konvensional.  Sehingga tetap membutuhkan oli mesin dan filter oli.         

Demikian pula dengan komponen lain seperti AC mobil.  Industri perbengkelan, termasuk bengkel AC mobil Panglima Polim akan menyesuaikan seiring dengan meningkatknya jumlah pengguna mobil listrik.  

Pada dasarnya, perawatan AC mobil konvensional dan listrik hampir sama, sebab yang membedakan hanyalah sumber energi listriknya.  Kinerja AC mobil ditunjang oleh lima komponen yaitu kompresor, evaporator, expansi valve, kondensor, dan receiver dryer. Jika salah satu saja komponen tersebut rusak maka kerja AC mobil tidak akan maksimal.  

Seperti halnya mesin, AC mobil memiliki jadwal tersendiri untuk dibawa ke bengkel AC mobil Panglima Polim.  Ada dua jenis tipe pengerjaan AC mobil, yakni basic service dan advance service.  Idealnya, basic service kita lakukan setelah mobil menempuh jarak 10.000-20.000 km, yakni setelah sekitar satu tahun pemakaian.  

Bagi pengguna mobil perkotaan yang selalu menggunakan AC, disarankan untuk segera melakukan servis saat jarak tempuh sudah mencapai 10.000 km.

Pada proses basic service akan dilakukan pemeriksaan dan perawatan kompresor.  Seperti membersihkan kotoran yang menempel, mengganti filter kabin dan receiver dryer.    

Tipe servis kedua adalah advance service, dilakukan setelah memasuki masa dua tahun pemakaian.  Komponen yang akan diservis tentu lebih banyak. Selain filter, kabin dan receiver dryer, dilakukan juga penggantian expansi valve.  Proses servis ini memerlukan waktu hingga 4 jam. Untuk biaya servis, rata-rata bengkel termasuk bengkel AC mobil Panglima Polim mematok harga lebih murah untuk mobil produksi Jepang dibanding keluaran Eropa.  Jika mobil buatan Jepang berkisar Rp 300.000-an, untuk mobil keluaran Eropa memerlukan biaya servis mulai 1,2 sampai 2 juta rupiah.    

Untuk informasi mengenai AC Mobil, kamu bisa baca di sini.

Share :

No comment

Leave a Reply

WeCreativez WhatsApp Support
Tim Support kami disini untuk menjawab pertanyaan Anda, Silahkan bertanya :)
👋 Hi, Apa yang bisa kami bantu?