Kenapa AC Mobil Tidak Dingin?
Bagaimana Cara Memperbaiki AC Mobil yang Tidak Dingin? 

Punya kendaraan sendiri adalah impian dari banyak orang. Bagaimana tidak, kendaraan adalah suatu kebanggaan yang bisa menaikkan harga diri seseorang. Misalnya saja mobil. Saat ini, mobil tidak lagi dianggap seperti barang mahal. Tidak seperti dulu, dimana mobil hanya dimiliki oleh orang-orang tertentu saja. Kalau sekarang, semua orang bisa punya mobil. Yang terpenting adalah “ada uang”.

Di Indonesia sendiri, jumlah permintaan akan mobil semakin bertambah dari tahun ke tahun. Mengapa? Karena semua orang membutuhkan kendaraan yang satu ini. Tidak hanya orang tua saja, namun juga anak muda. Bahkan anak sekolah saja sudah ada yang punya mobil. Menarik, bukan? Tuntutan zaman membuat semuanya berubah dalam sekejap mata.

Ada banyak merek mobil yang ada di Indonesia.  Merk tersebut pun datang dari brand luar negeri maupun brand lokal. Brand lokal seperti Komodo, Maleo, GEA, Timor S2, Gang Car, Esemka Digdaya, dan Tawon. Merk tersebut memang masih asing di telinga kita. Untuk itu, kita boleh memakai salah satu merk tersebut. Sekalian dukung produksi dalam negeri juga.

Masalah desain dan ketangguhan mesin perlu diperhatikan waktu beli mobil. Jadi, jangan asal beli saja ya.

Masalah Apa Sajakah yang Sering Terjadi Pada Mobil?

Kalau dipandang dari sisi positif, mengemudikan mobil sangatlah enak. Selain nyaman dan terlindungi dari panas maupun hujan, harga dirimu juga naik secepat kilat. Namun, ada juga sisi negatif yang muncul. Apa itu? Mobil membutuhkan perawatan yang intens. Kamu harus rela merogoh kocek yang dalam ketika mobilmu dalam masa perbaikan. Kamu juga harus  rajin membawa mobil ke bengkel untuk dicuci dan dilakukan pengecekan. Selain itu, kamu juga sering mengalami kerusakan pada filter kabin AC mobil dan evaporator AC mobil.

Saat ini, AC adalah suatu fasilitas yang wajib dimiliki di dalam mobil. Manfaat yang didapatkan saat menggunakan AC mobil, antara lain:

  • Adanya sirkulasi udara di dalam mobil. Sehingga udara di mobil bisa berputar hingga ke bagian belakang kabin.
  • Dapat menghilangkan kelembaban.
  • Adanya AC membuat pengemudi alias supir merasa nyaman saat mengendarai mobil.

Adanya AC juga bisa menghilangkan suntuk, apalagi ketika kamu terjebak macet. Selain AC, banyak orang yang memilih untuk membuka kaca mobil untuk menghilangkan rasa gerah. Hal ini dilakukan bukan karena tidak punya AC, melainkan untuk menghemat bensin. Namun, polusi udara menjadi hal yang sangat disayangkan. Bagaimana kamu bisa mengemudi dengan nyaman kalau debu bertebaran dimana-mana?

AC memang menjadi solusi yang paling tepat. Aman, mudah, dan praktis. Tapi, bagian AC sangat mudah rusak, berbeda dengan bagian lainnya yang bisa tahan lama. Kalau AC sudah rusak, sirkulasi udara dan kabin mobil tidak lagi terasa dingin. Maka dari itu, kamu yang punya mobil wajib mengenal tipe AC pada mobil pribadimu. Kamu juga harus rajin melakukan perawatan agar AC awet.

Kenapa AC Mobil Tidak Dingin?

Kalau kamu ingin mobil terasa adem alias dingin, kamu perlu menyetel AC secara maksimal. Namun apa jadinya jika hal tersebut tidak berfungsi? Pastilah suasana berkendara kamu menjadi tidak nyaman. Jumlah penumpang yang sangat banyak mempengaruhi tingkat keademan mobil. Coba kamu bandingkan mobil yang diisi oleh 5 orang dengan 8 orang. Adakah perbedaannya? Tentu saja “ada”. Jumlah penumpang yang terlalu banyak memperkecil sirkulasi AC mobil. Karena jumlah orang yang membutuhkan AC menjadi lebih banyak, sementara kapasitas AC hanya satu.

Filter kabin AC mobil dan evaporator AC mobil sering slami masalah ini. Selain jumlah penumpang, hal lain yang menjadi penyebab AC tidak dingin adalah:

1. Coil yang Rusak atau Putus

Kalau AC mobil mulai tidak dingin, berarti ada yang salah dengan coilnya. Coil yang putus atau mati membuat AC tidak dapat berfungsi dengan baik. Kerusakan bisa kamu ketahui saat kamu menghidupkan mesin mobil. Salah satu ciri-ciri kerusakan coil adalah kompresor AC tidak berputar saat mesin dihidupkan. Kalau sudah begini, segera bawa ke bengkel untuk ditindaklanjuti.

2. Freon yang Sudah Habis

Apakah kamu sudah mengikuti aturan berkendara dengan baik? Apakah kamu berkendara dengan teratur? Sebagian mungkin sudah, namun sisanya belum. Tahukah kamu, kebiasaan menurunkan kaca mobil pada saat AC menyala membuat AC tidak awet dan cepat rusak. AC mobil yang dihidupkan saat berkendara juga menyebabkan freon nya cepat habis.

Mengapa freon cepat habis? Ada dua kemungkinan, yaitu karena waktu pakainya sudah lama dan adanya kebocoran. Untuk mengetahui apakah freon sudah habis tidaklah sulit. Jika AC dalam keadaan on, namun tidak menghasilkan dingin, maka freon sudah habis. Bisa juga karena kompresornya rusak sehingga AC sama sekali tidak berfungsi dengan semestinya.

3. Kompresor AC Aus

Kompresor menjadi komponen yang paling penting pada mobil. Apabila kompresor rusak, maka kebanyakan bagian mobil tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Untuk mengatasinya, kamu perlu melakukan perawatan rutin pada mobil. Misalnya servis dan pembersihan mobil. Kompresor AC yang aus biasanya dialami oleh mobil yang sudah tua. Tanda-tandanya adalah terdengar suara berisik pada saat mobil dikendarai.

4. Masalah Pada Cooling Fan

Cooling fan yang bermasalah akan membuat kondensor tidak mampu membuang panas dengan baik. Hal inilah yang menyebabkan AC tidak bisa mengeluarkan sejuk. Kalau cooling fan sudah mati atau hidup, namun putarannya lemah, kamu bisa segera membawa mobilmu ke bengkel.

5. Putusnya Drive Belt

Drive belt sering disebut sebagai fan belt. Kalau ini sudah putus, maka AC tidak dapat berfungsi dengan baik. Alhasil, udara yang dihasilkan juga tidak dingin. Fungsi utama dari fan belt ini sendiri adalah menyalurkan putaran mesin ke kompresor mobil.

6. Kerusakan Pada Thermostat

Jika AC dihidupkan namun kabin AC mobil tidak dingin secara maksimal, maka kamu perlu mencurigai adanya kerusakan pada bagian mobil. Ya. Thermostat adalah komponen yang perlu kamu curigai.

7. Mesin AC Terlalu Panas

AC yang terlalu panas bisa membuat dingin yang dikeluarkan tidak maksimal. Tekanan yang terlalu besar bisa membuat arus listrik menuju field coil terputus. Hal ini akan langsung berpengaruh pada kompresor, sehingga tidak bekerja secara maksimal.

8. Temperatur Mesin yang Terlalu Tinggi

Berkendara selama beratur-ratus kilometer membuat temperatur mobil cepat panas. Kalau mesin sudah panas, ini akan berpengaruh pada AC mobil. Overheating akan membuat AC tidak dapat mengeluarkan dingin yang sama seperti saat pertama kali menghidupkan mobil.

9. Evaporator Tidak Pernah Dibersihkan

Setiap evaporator AC mobil memiliki blower. Blower ini berfungsi untuk menyedot debu dan kotoran. Penyedotan debu terus menerus akan membuat debu menumpuk di permukaan. Alhasil, evaporator tidak dapat berfungsi dengan baik. Dampak yang paling buruk adalah terputusnya aliran udara sehingga kinerja AC tidak maksimal. Jika evaporatorI mobilmu sudah tersumbat, cobalah untuk membersihkannya secara perlahan.

10. Radiator Mobil Terlalu Kotor

Saat berkendara, kamu tidak bisa menghindari debu yang bertebaran dimana-mana. Bukan hanya berbahaya untuk pernapasan saja, namun, debu juga tidak baik untuk radiator dan kondensor mobil. Kotoran-kotoran yang lengket membuat mesin AC berkarat. Alhasil, mesin AC tidak dapat berfungsi dengan baik. Kalau sudah begini, AC mobil pun terasa tidak dingin.

Jika AC mobil sudah mulai tidak dingin, kamu perlu melakukan pengecekan pada komponen-komponen di dalamnya. Bisa saja ada masalah pada evaporator AC mobil sehingga filter kabin AC mobil tidak lagi sedingin biasanya.

Bagaimana Cara Memperbaiki AC Mobil yang Tidak Dingin?

Setelah menemukan penyebab AC mobil tidak dingin, kamu juga perlu tahu bagaimana cara mengatasinya. Tujuannya tak lain agar AC mobil dapat berfungsi lagi dengan baik. Berikut adalah cara merawat evaporator AC mobil:

1. Rajin Membersihkan Kabin Mobil

Langkah awal yang paling penting adalah rajin membersihkan kabin mobil. Debu yang menumpuk di dalam evaporator, membuatnya tidak bisa bekerja dengan maksimal. Kalau kamu mendapati kabin mobil kotor, ayo segera dibersihkan. Gunakan vacuum cleaner sebagai alat bantu untuk membersihkan kabin. Dashboard, karpet depan, dan jok mobil adalah bagian yang sering kotor. Membersihkan kabin secra rutin bisa memperpanjang umur dari kendaraan itu sendiri.

Jika filter kabin AC mobil kamu sudah rusak, kamu bisa membelinya di berbagai toko online, seperti Tokopedia.com, rotarybintaro.co.id. Kedua situs tersebut menyediakan spare part mobil yang lengkap. Tentu saja dengan harga yang bersaing. Harga filter kabin AC mobil dipatok seharga Rp 45,000 hingga Rp 170,000. Harga filter kabin AC mobil ini tentu saja tergantung pada merek dari mobil kamu.

2. Bersihkan Evaporator Secara Rutin

Kamu tidak melulu memperhatiakn kebersihan kabin, namun juga perlu memperhatikan kebersihan evaporator AC. Evaporator mobil kerap kali bersentuhan dengan debu dan kotoran, sehingga debu bisa menumpuk di permukaan. Alhasil, terjadi penyumbatan pada filter AC yang menyebabkan AC tidak dingin. Rajinlah membersihkan evaporator agar kerusakan pada AC bisa diminimalisir.

Evaporator AC mobil kamu rusak? Bingung cari tempat jual evaporator AC mobil? Jangan khawatir. Kamu bisa mencarinya di acmobilindonesia.com. Harga evaporator AC mobil biasanya dibanderol seharga Rp 1,200,000/buah. Mahal, kan? Kalau kamu tidak mau evaporator terus-terus diganti, bersihkanlah evaporatornya secara rutin.

3. Melakukan Pengecekan Pada Expansion Valve.

Sudahkah kamu melihat expansion valve? Tahukah kamu apa manfaatnya? Expansion valve adalah alat untuk mengubah suhu tinggi menjadi suhu yang lebih rendah pada freon cair. Perubahan suhu ini terjadi sebelum freon  masuk ke dalam evaporator. Kalau kamu mengalami masalah dengan suhu AC, kamu bisa mengecek bagian expansion valve untuk memastikan ada tidaknya kerusakan.

4. Lakukan Pemeriksaan Pada Freon

Jika freon sudah habis, AC tidak akan bekerja secara maksimal. Hal ini membuat suhu AC tidak dingin. Apakah kamu mau hal tersebut terjadi terus-menerus? Kalau tidak, lakukanlah pemeriksaan pada freon AC mobilmu. Pengecekan kondisi freon tidak hanya pada mobil yang sering digunakan saja. Namun, juga pada mobil yang jarang digunakan. Freon yang jarang bersikulasi biasanya akan mengendap di dalam evaporator lalu memuai. Pemuaian inilah yang perlu kamu waspadai. Proses pemuaian bisa membuat evaporator cepat kropos.

5. Cek Kondisi Thermostat Secara Berkala

Tahukah kamu apa fungsi dari thermostat? Ya, thermostat berfungsi untuk memompa freon. Cara kerjanya dengan mengirimkan kode kepada kompresor agar freon bisa berhenti untuk sementara. Pengiriman kode bergantung pada berapa suhu thermostat yang diukur. Proses pengukuran yang kacau akan menyebabkan proses pengiriman kode juga kacau. Evaporator yang tidak mendapat kiriman dari freon akan membuat evaporator sering mengalami masalah. Untuk itu, kamu perlu melakukan pengecekan thermostat secara berkala.

6. Mengurangi Jumlah Pembukaan Jendela Mobil

Untuk menghemat bensin, kamu kerap kali membuka jendela untuk mendapatkan angin segar.Secara tidak langsung, kebiasaan ini berdampak buruk bagi AC mobilmu. Walaupun AC dalam keadaan hidup ataupun mati, kamu disarankan agar tidak terlalu sering membuka jendela. Debu dan kotoran yang ada di luar bisa masuk secara bebas ke dalam mobilmu. Alhasil, mobil pun menjadi kotor. Nah, sewaktu AC dinyalakan, evaporator akan menyerap debu yang lengket di kabin mobil. Endapan debu di dalam evaporator membuat AC mobil tidak awet.

7. Mengganti Filter Kabin AC dan Evaporator yang Sudah Kotor

Langkah terakhir adalah dengan mengganti kabin AC dan Evaporatornya. Kamu bisa mengganti spare part mobilmu di toko-toko online. Bisa juga dengan mengunjungi tempat menjual spare part terdekat. Untuk harga filter kabin AC mobil dan harga evaporator AC mobil, sangatlah tergantung pada merek mobil itu sendiri.

Aktivitas Apa Saja yang Perlu Dihindari di Dalam Mobil?

AC yang tidak dingin tentu saja mengesalkan, apalagi jika cuaca lagi gerah. Kamu ingin tahu cara mengatasinya? Baca langkah-langkahnya di bawah ini:

1. Jangan Pernah Merokok di Dalam Mobil

Hal ini dikhususkan bagi kamu yang suka merokok. Perokok berat biasanya tidak sanggup jika tidak merokok dalam sehari. Berkendara dengan jarak tempuh yang jauh membuatmu cepat bosan. Untuk menghilangkan rasa bosan, kamu sering memilih untuk merokok di dalam mobil. Padahal hal tersebut tidak baik. Bau dari asap rokok nantinya akan lengket pada kabin mobil. Belum lagi jika kamu membuka kaca jendela. Jumlah debu dan kotoran yang masuk akan semakin menumpuk. Asap rokok yang sudah lama mengendap akan sulit dibersihkan pada evaporator. Mau AC mobilmu cepat rusak?

2. Jangan Menggunakan Pengharum yang Terlalu Menyengat

Bepergian ke suatu tempat rasanya tidak lengkap tanpa menyemprotkan minyak wangi. Kebanyakan memakai minyak wangi juga tidak bagus. Sama halnya dengan menggunakan pengharum mobil. Memang, kabin mobil akan wangi, namun terlalu banyak menggunakan pengharum bisa membuatmu merasa sesak. Selain itu, bahan kimia yang terdapat pada bahan pembuatan pengharum juga tidak baik bagi evaporator.Bahan kimia yang menempel di evaporator sangat sulit dibersihkan. Alhasil, bahan kimia tersebut menumpuk lalu mengendap di evaporator. Jadilah, AC mobil tidak dingin.

3. Kurangi Makan dan Minum di Dalam Mobil

Mobil itu ibaratkan rumah kedua bagi pemiliknya. Kamu bisa menjadikannya sebagai lemari kecil, tempat berdandan, tempat makan, dan tempat untuk tidur. Sangat multifungsi. Selama kamu makan atau minum, pernahkah makanan atau minuman tersebut tumpah? Kalau kamu orangnya ceroboh, mungkin hal ini terjadi beberapa kali. Alhasil, mobilmu menjadi kotor. Jika hal ini kamu biarkan dan tidak segera dibersihkan, umur evaporator akan pendek. Jika kamu membawa anakmu berkendara, katakanlah padanya supaya makan dan minum dengan hati-hati.

Setelah membaca masalah yang sering terjadi pada AC mobil secara lengkap, diharapkan kamu dapat menghindari kesalahan kecil yang justru membuat AC mobilmu cepat rusak. Rawatlah mobilmu seperti kamu merawat dirimu sendiri. Dengan demikian, kamu juga bisa menghemat pengeluaran.

Semoga berguna.

Senang bisa berbagi.