Rotary Bintaro

Rotary Bintaro

Evaporator Berlendir: Mengapa Bisa Terjadi dan Apakah Harus Diganti?

Evaporator berlendir adalah kondisi ketika permukaan kisi-kisi evaporator tertutup lapisan lendir atau biofilm yang terbentuk dari campuran debu, kelembapan, bakteri, jamur, dan kontaminan lainnya.

Saat AC bekerja, evaporator selalu berada dalam kondisi dingin dan lembap karena proses kondensasi. Lingkungan yang lembap inilah yang membuat berbagai mikroorganisme lebih mudah berkembang apabila terdapat kotoran yang menempel dalam waktu lama.

Berbeda dengan debu biasa, lendir pada evaporator biasanya memiliki tekstur lebih lengket dan sulit dibersihkan hanya dengan hembusan udara.

Mengapa Kurang Perawatan AC Bisa Mempercepat Evaporator Berlendir?

Evaporator Berlendir (2)

Kurangnya perawatan AC membuat debu dan kelembapan terus menumpuk hingga menjadi media ideal bagi pertumbuhan bakteri dan jamur.

Setiap kali AC digunakan, evaporator menghasilkan embun akibat proses pendinginan. Jika debu terus menempel pada permukaan evaporator, debu tersebut akan bercampur dengan kelembapan dan membentuk lapisan yang semakin tebal.

Semakin lama tidak dibersihkan, lapisan tersebut berubah menjadi biofilm atau lendir yang menjadi tempat berkembangnya berbagai mikroorganisme.

Karena itu, kendaraan yang jarang melakukan servis AC atau pencucian evaporator cenderung memiliki risiko lebih tinggi mengalami evaporator berlendir.

Apakah Evaporator Berlendir Berbeda dengan Evaporator Kotor?

Evaporator berlendir dan evaporator kotor merupakan dua kondisi yang berbeda meskipun sering terjadi secara bersamaan.

Evaporator kotor umumnya ditandai dengan:

  • Debu menempel pada kisi-kisi evaporator.
  • Serbuk halus yang terbawa aliran udara.
  • Kotoran yang menghambat aliran udara.

Sementara evaporator berlendir biasanya ditandai dengan:

  • Lapisan lengket pada permukaan evaporator.
  • Campuran debu dan kelembapan yang membentuk biofilm.
  • Pertumbuhan bakteri dan jamur.
  • Bau tidak sedap dari ventilasi AC.

Dengan kata lain, evaporator berlendir sering kali merupakan perkembangan lebih lanjut dari evaporator yang sudah lama kotor dan tidak pernah dibersihkan.

Evaporator Berlendir Disebabkan Oleh?

Banyak hal yang bisa menjadi penyebab evaporator berlendir. Tentunya yang utama adalah kelembapan. Kelembapan ini bisa disebabkan oleh berbagai hal. Selain itu, ada beberapa hal lain yang Anda harus ketahui.

  • Tingkat Kelembapan yang Tinggi

Lendir dapat muncul akibat kondensasi yang berlebihan pada evaporator. Hal ini diakibatkan karena saluran drainase yang tersumbat, sehingga kondensasi tidak dapat dikeluarkan.

Selain itu, faktor lingkungan, seperti daerah yang mempunyai tingkat kelembapan yang tinggi juga bisa menjadi penyebabnya. Apalagi ketika sedang dalam musim hujan yang membuat uap air udara jadi lebih tinggi.

Ketika udara lembap masuk dalam sistem AC, uap air akan berkondensasi pada permukaan evaporator, sehingga hal inilah yang menyebabkan evaporator berlendir.4

  • Perbedaan Suhu yang Signifikan

Jika tingkat kelembapan menjadi faktornya, hal ini terjadi karena perbedaan suhu, seperti udara hangat dan lembap bersentuhan dengan permukaan evaporator yang dingin, uap air berubah menjadi tetesan air yang membuat evaporator jadi basar.

Air kondensasi menempel inilah yang lambat laun akan jadi tempat ideal pertumbuhan bakteri dan jamur yang menghasilkan evaporator berlendir.

  • Tersumbatnya Evaporator

Debu dan kotoran dapat dikatakan sebagai musuh utama dari sistem pendingin. Hal ini dapat menimbulkan berbagai kerusakan, salah satunya pada evaporator.

Debu dan kotoran dapat menyumbat evaporator, sehingga kabin mobil menjadi lembap. Jalan berdebu atau berpolusi bisa menjadi penyebab utamanya, terlebih jika kabin mobil Anda kotor. Hal itu bisa menjadi sarang debu dan kotoran yang akhirnya masuk dalam sistem pendingin.

  • Freon Bocor

Kebocoran freon dapat berinteraksi dengan kelembapan udara sehingga menciptakan lendir. Penyebab utamanya adalah tekanan freon yang berlebih. Hal itu dapat membuat evaporator AC mobil bocor.

Banyak masalah lain bisa timbul jika tekanan freon melebihi batas. Maka dari itu, selalu periksa freon Anda apakah mengalami kebocoran atau kurang.

  • Penggunaan Pengharum Kabin

Biasanya, banyak pengemudi yang suka untuk memakai pengharum kabin di kipas AC mereka. Namun, banyk yang tidak tahu bahwa hal itu juga dapat menjadi penyebab evaporator berlendir.

Ini karena bahan kimia berbahan parafin yang berada dalam parfum dapat membuat evaporator jadi berlendir yang menimbulkan adanya jamur.1

Baca Juga: Evaporator Kotor Bukan Penyebab Utama, Tapi Akibat dari Masalah yang Dibiarkan Bertahun-Tahun

@rotarybintaro.puri Bisa jadi karena kondisi evaporator sudah kotor dan sampai berlendir lalu korosi yang menyebabkan kebocoran! Kondisi seperti ini biasanya karena jarangnya perawatan di ac loh😮‍💨 Jangan lupa untuk Perawatan ac setiap 6 bulan sekali, agar tetap aman jangan lupa GENERAL CHECK UP di Rotary bintaro Cabang Puri!!😍🤩 Selalu jaga kondisi mobilmu untuk kenyamanan dan keamanan berkendara ya Sobat Yuk datang segera ke Rotary Bintaro Puri📍 Untuk reservasi ke nomor: 0878-3344-5551 #bengkelmobil #rotaryauto #serviceacmobiljakartabarat #actidakdingin #acbau ♬ suara asli – Wizzmie Palu

Mengapa Kurang Perawatan AC Bisa Mempercepat Evaporator Berlendir?

Kurangnya perawatan AC membuat debu dan kelembapan terus menumpuk hingga menjadi media ideal bagi pertumbuhan bakteri dan jamur.

Setiap kali AC digunakan, evaporator menghasilkan embun akibat proses pendinginan. Jika debu terus menempel pada permukaan evaporator, debu tersebut akan bercampur dengan kelembapan dan membentuk lapisan yang semakin tebal.

Semakin lama tidak dibersihkan, lapisan tersebut berubah menjadi biofilm atau lendir yang menjadi tempat berkembangnya berbagai mikroorganisme.

Karena itu, kendaraan yang jarang melakukan servis AC atau pencucian evaporator cenderung memiliki risiko lebih tinggi mengalami evaporator berlendir.

Dampak Negatif Apa Saja yang Dapat Timbul dari Evaporator Berlendir?

Evaporator berlendir dapat memengaruhi performa sistem AC secara langsung maupun tidak langsung.

Beberapa dampak yang paling sering ditemukan meliputi:

  • Masalah Kesehatan

Evaporator berlendir dapat menjadi tempat ideal bagi bakteri dan jamur untuk berkembang. Terlebih udara yang berlembap ditambah dengan lendir akan menyebabkan berbagai masalah mulai dari alergi, hidung tersumbat, dan iritasi mata.

Kualitas udara akan menjadi sangat buruk dan tambah parah bila penumpang Anda memiliki riwayat alergi atau sensitivitas akan kualitas udara.

Meskipun tidak selalu menyebabkan penyakit secara langsung, kondisi ini jelas dapat memengaruhi kenyamanan dan kebersihan udara yang dihirup penumpang setiap hari.

  • Bau Tak Sedap

Bau tidak sedap dapat muncul karena bakteri dan jamur yang sudah berkembang biar pada evaporator. Lendir yang mengandung banyak bakteri dan jamut menjadi biang kerok daripada bau tak sedap yang hadir di mobil.

Bau ini tidak hanya mengganggu kenyamanan berkendara, namun juga menjadi rawan penyakit.4

  • Pendinginan yang Menurun

Efisiensi sistem pendinginan dapat menurun akibat evaporator berlendir. Lendir yang menempel dapat menghambat transfer panas udara yang lewat karena lendirnya bertindak sebagai lapisan isolasi.

Hal ini membuat udara yang keluar tidak jadi dingin seperti biasanya.

  • Sistem Bekerja Lebih Keras

Karena adanya lendir di evaporator, sistem AC harus bekerja lebih keras untuk mencapai suhu yang diinginkan. Beban yang lebih berat dapat mengurangi umur pakai komponen karena menjadi lebih cepat aus.

Sama halnya dengan bahan bakar mobil karena mesin mobil harus bekerja lebih keras sehingga mengkonsumsi bahan bakar lebih. Tentu hal ini dapat menguras dompet Anda lebih sering dari biasanya.

Mengapa Evaporator Berlendir Bisa Menjadi Sarang Bakteri dan Jamur?

Evaporator berlendir menyediakan lingkungan yang ideal bagi pertumbuhan bakteri, jamur, dan mikroorganisme lainnya.

Hal ini terjadi karena terdapat kombinasi:

  • Kelembapan yang tinggi.
  • Debu sebagai sumber nutrisi.
  • Sirkulasi udara yang terus-menerus.
  • Kondisi gelap di dalam housing AC.

Dalam kondisi tersebut, mikroorganisme dapat berkembang biak lebih cepat dibandingkan pada permukaan yang bersih dan kering.

Inilah alasan mengapa kendaraan dengan evaporator berlendir sering mengeluarkan bau apek atau bau tidak sedap ketika AC dinyalakan.

Apakah Evaporator Berlendir Bisa Menyebabkan Korosi?

Evaporator berlendir yang dibiarkan dalam jangka panjang dapat mempercepat proses korosi pada kisi-kisi evaporator.

Lendir yang menempel terus-menerus akan menjaga permukaan evaporator tetap lembap. Kondisi lembap yang berlangsung dalam waktu lama dapat mempercepat reaksi korosi pada material evaporator, terutama jika terdapat kontaminan tertentu yang ikut menempel pada permukaan logam.

Korosi yang terus berkembang dapat menyebabkan:

  • Kisi-kisi evaporator menipis.
  • Efisiensi pendinginan menurun.
  • Risiko kebocoran evaporator meningkat.

Karena itu, evaporator berlendir sebaiknya tidak dianggap sebagai masalah kebersihan semata.

Solusi Masalah Evaporator Berlendir Untuk Anda!

Evaporator Berlendir (3)

Solusi utama untuk mengatasi evaporator berlendir adalah membersihkan evaporator secara menyeluruh agar lendir, debu, jamur, dan kontaminan lainnya dapat dihilangkan dari sistem AC.

Perawatan yang biasanya diperlukan meliputi:

  • Mengeringkan Evaporator

Pertama, matikan AC dan biarkan evaporator kering sebelum diaktifkan kembali. Kelembapan tinggi di kabin sering menyebabkan evaporator berlendir. Dengan mengeringkannya, Anda bisa mencegah lendir muncul lagi.

Anda juga bisa menyemprotkan cairan pada komponen evaporator dan lubang filter AC agar debu, kotoran, maupun lendir dapat hilang.

  • Pemeriksaan Sistem AC Secara Berkala

Lakukan pemeriksaan sistem AC mobil setiap tahun atau setiap 20.000 kilometer. Ini membantu mengidentifikasi dan memperbaiki masalah sebelum lendir menumpuk di evaporator.

Dengan mengikuti solusi di atas, Anda bisa mengatasi evaporator berlendir. Anda juga bisa membersihkan dan merawat AC mobil secara rutin. Ini menjaga AC mobil Anda berjalan optimal.2

  • Gunakan AC secara Rutin

Agar komponen tetap bergerak, maka AC mobil harus selalu dijalankan. Bisa jadi evaporator berlendir akibat AC yang tidak dipakai dalam jangka waktu yang cukup lama.

Apakah Evaporator Berlendir Harus Diganti?

Tidak, evaporator berlendir tidak selalu harus diganti. Pada sebagian besar kasus, evaporator yang berlendir masih dapat dipulihkan melalui proses pembersihan yang menyeluruh apabila belum mengalami kerusakan fisik atau kebocoran.

Penggantian evaporator biasanya baru dipertimbangkan jika ditemukan:

  • Kebocoran pada evaporator.
  • Korosi yang sudah parah.
  • Kisi-kisi evaporator rusak berat.
  • Kerusakan yang tidak dapat dipulihkan melalui pembersihan.

Karena itu, pemeriksaan kondisi evaporator menjadi langkah penting sebelum memutuskan penggantian komponen

Kapan Harus Mengganti Evaporator AC?

Evaporator AC mobil tidak selalu perlu diganti. Tapi, jika sudah rusak parah, seperti karat atau bocor, penggantian diperlukan. Penggunaan AC yang sering dan lama dapat membuat evaporator kotor dan menumpuk lendir. Ini juga membutuhkan penggantian. Biaya ganti evaporator AC mobil beragam, tergantung kerusakan.

Evaporator AC mobil harus dibersihkan setiap dua hingga tiga bulan. Jika Anda menemukan adanya korosi karena kebocoran, segera ganti komponen tersebut agar terhindar dari masalah yang akan ada nantinya.3

Evaporator Tampak Kotor, Ternyata Sudah Berlendir!

Dari pengalaman di Rotary Auto, beberapa kendaraan yang datang dengan keluhan AC kurang dingin dan hembusan angin kecil ternyata memiliki evaporator yang bukan hanya kotor, tetapi sudah dipenuhi lapisan lendir.

Saat dilakukan pembongkaran, ditemukan bahwa debu yang bercampur dengan kelembapan telah membentuk lapisan lengket pada permukaan evaporator. Kondisi ini menghambat aliran udara dan menjadi sumber bau tidak sedap yang dirasakan pemilik kendaraan.

Setelah evaporator dicuci dan sistem dibersihkan secara menyeluruh, performa hembusan udara kembali membaik dan kualitas udara kabin menjadi jauh lebih nyaman.

Baca Juga: Dimana Anda Bisa Menemukan Service AC Bintaro Terbaik?

Promo Service AC

Periksalah Evaporator Berlendir di Bengkel Resmi Terpercaya!

Jika Anda mengalami kesulitan akan pembersihan evaporator berlendir, konsultasikan masalah tersebut dengan bengkel spesialis AC mobil. Kami merekomendasikan Rotary Bintaro sebagai salah satu bengkel resmi terpercaya.

Rotary Bintaro merupakan bengkel AC mobil yang berkualitas karena sudah hadir sejak tahun 2000. Melayani service AC untuk berbagai macam merek mobil. Proses pengecekan dan perbaikan komponen bisa maksimal karena peralatan canggih yang dimiliki Rotary Bintaro. Bagi Anda yang berada di Jabodetabek, kami sarankan untuk menjadikan Rotary Bintaro sebagai bengkel pilihan karena kualitasnya.

Kunjungi website Rotary Bintaro untuk mendapatkan informasi tambahan mengenai masalah-masalah yang dimiliki AC mobil. Cek jika Anda memiliki masalah-masalah lain di website kami agar lebih mengerti mengenai AC mobil. Jangan lupa untuk menghubungi admin bengkel kami dengan cara klik di sini.

Link Sumber

  1. https://otomotif.kompas.com/read/2023/09/29/190100315/cara-jaga-kebersihan-evaporator-ac-mobil
  2. https://www.oto.com/tips-mobil/jangan-tunggu-kotor-dan-berlendir-bersihkan-evaporator-ac-mobil-secara-berkala
  3. https://hyundaimobil.co.id/news/details/kapan-evaporator-ac-perlu-diganti
  4. https://www.gridoto.com/read/223491847/evaporator-ac-mobil-berlendir-pahami-penyebabnya-biar-enggak-keliru

Pertanyaan Seputar Evaporator Berlendir

Evaporator berlendir adalah alat yang digunakan dalam proses pendinginan atau penguapan, di mana cairan dikonversi menjadi uap dengan cara memanaskan. Dalam beberapa aplikasi, evaporator ini dapat mengalami pembentukan lendir atau kerak akibat proses penguapan.
Pembentukan lendir pada evaporator biasanya disebabkan oleh konsentrasi zat padat terlarut yang tinggi dalam cairan. Saat proses pemanasan berlangsung, zat-zat tersebut dapat mengendap dan membentuk lapisan lendir.
Lendir dapat mengurangi efisiensi evaporator, menyebabkan penurunan transfer panas, dan berpotensi merusak komponen alat. Hal ini dapat mengakibatkan biaya operasional yang lebih tinggi dan umur pakai peralatan yang lebih pendek.
Beberapa cara untuk mencegah terbentuknya lendir termasuk:Mengontrol konsentrasi zat padat terlarut. Menerapkan sistem pencucian atau pembersihan rutin. Menggunakan bahan kimia pengendap yang sesuai.

logo Rotary Bintaro VECTORE 2
Perbaikan & Perawatan Mobil

Reservasikan mobil Anda sekarang juga,

Dengan isi form dibawah ini!

Loading...